
{"id":51397,"date":"2020-05-23T18:49:52","date_gmt":"2020-05-23T11:49:52","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=51397"},"modified":"2020-07-14T02:59:31","modified_gmt":"2020-07-13T19:59:31","slug":"jelang-lebaran-berkah-pembuat-klontong-kupat-di-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/jelang-lebaran-berkah-pembuat-klontong-kupat-di-yogyakarta\/","title":{"rendered":"Jelang Lebaran Berkah Pembuat Klontong Kupat di Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYAKARTA, fornews.co<\/strong>&#8211;Setiap menjelang lebaran hampir semua pasar tradisional dan sudut Kota Yogyakarta mudah ditemui pembuat klontongan kupat.<\/p>\n<p>Mereka datang dari berbagai daerah di sekitar Kota Yogyakarta. Bahkan ada yang dari luar DIY, seperti Klaten, Magelang dan Purworejo.<\/p>\n<p>Sarjo Utomo (67), warga Kalirandu, Kasihan Bantul, Bantul, Yogyakarta, mulai berjualan dari jam 15.00-an.<\/p>\n<figure id=\"attachment_51396\" aria-describedby=\"caption-attachment-51396\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"640\" height=\"480\" class=\"wp-image-51396 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/05\/kupat-4.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/05\/kupat-4.jpg 640w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/05\/kupat-4-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-51396\" class=\"wp-caption-text\">SEORANG pengendara membeli klontong kupat buatan Sarjo. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Klontong kupat buatannya ludes diborong pembeli dalam hitungan jam. Bahkan pembeli rela menunggu Sarjo menyelesaikan klontong kupat yang dipesan.<\/p>\n<p>&#8220;Mulai sekitar ba&#8217;da Ashar tadi,&#8221; ujar Sarjo, sembari membuat klontong kupat, Sabtu (23\/5\/2020).<\/p>\n<p>Setiap menjelang lebaran, Sarjo, rutin mencari tambahan penghasilan dari membuat klontong kupat.<\/p>\n<p>Kata Sarjo, banyak orang malah mencari klontong kupat daripada kupat jadi. Karena bisa kapanpun dibuat kupat dan tidak cepat basi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_51398\" aria-describedby=\"caption-attachment-51398\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"640\" height=\"480\" class=\"wp-image-51398 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/05\/kupat-1.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/05\/kupat-1.jpg 640w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/05\/kupat-1-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-51398\" class=\"wp-caption-text\">LAPAK klontong kupat di sekitar pasar Bantul. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Proses pembuatannya memang rumit, tapi bagi Sarjo, membuat kupat seperti membuat mainan. Ia sudah terbiasa membuat kupat sejak anak-anak.<\/p>\n<p>Janur sepapak, istilah orang Jawa, normalnya dapat menghasilkan 50 klontongan kupat. Per klontong kupat dijual Rp 1.000.<\/p>\n<p>Bahan klontong kupat dibawa Sarjo dari tempat tinggalnya di Desa Kaliurandu.<\/p>\n<p>Namun di hari-hari biasa, Sarjo, mengurusi lahan sawah miliknya seluas 400 meter persegi terletak di Barat Kasongan.<\/p>\n<p>Dampak pandemi di Yogyakarta mempengaruhi perekonomian masyarakat kecil.<\/p>\n<p>Aturan yang mengharuskan tinggal di rumah dianggap tidak masuk akan bagi orang kecil seperti Sarjo.<\/p>\n<p>&#8220;Ora obah ora mamah (tidak bergerak ya tidak makan),&#8221; pungkas Sarjo menirukan falsafah Jawa.<\/p>\n<p>Dari pantauan fornews.co, hingga malam lebaran masih banyak warga Yogyakarta yang bekerja di luar rumah.<\/p>\n<p>Mereka terdesak kemiskinan. Sementara tidak ada penghasilan dan jaminan pangan jika harus berdiam diri di rumah. (adam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, fornews.co&#8211;Setiap menjelang lebaran hampir semua pasar tradisional dan sudut Kota Yogyakarta mudah ditemui pembuat klontongan kupat. Mereka datang dari berbagai daerah di sekitar Kota Yogyakarta. Bahkan ada yang dari luar DIY, seperti Klaten, Magelang dan Purworejo. Sarjo Utomo (67), warga Kalirandu, Kasihan Bantul, Bantul, Yogyakarta, mulai berjualan dari jam 15.00-an. Klontong kupat buatannya ludes [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":51395,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[3304],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/05\/kupat-3.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-dmZ","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51397"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51397"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51397\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52889,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51397\/revisions\/52889"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51397"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51397"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51397"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}