
{"id":51610,"date":"2020-05-27T17:05:03","date_gmt":"2020-05-27T10:05:03","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=51610"},"modified":"2020-07-14T03:12:10","modified_gmt":"2020-07-13T20:12:10","slug":"mengenang-14-tahun-gempa-yogya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/mengenang-14-tahun-gempa-yogya\/","title":{"rendered":"Mengenang 14 Tahun Gempa Yogya"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYAKARTA, fornews.co<\/strong>&#8211;Pagi pukul 05.55 WIB gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Richter mengguncang Yogyakarta.<\/p>\n<p>Suara gemuruh bagaikan ribuan helikopter terjun dari langit.<\/p>\n<p>Guncangan dahsyat bertipe &#8220;S&#8221; selama 57 detik dirasa lebih dari sejam.<\/p>\n<p>Kepanikan warga Desa memekik takbir menambah suasana berubah mencekam.<\/p>\n<p>Tak lama kemudian suara tangis pecah beberapa saat setelah gempa pertama mereda.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sedih jika teringat gempa waktu itu,&#8221; kenang Purwanto (41), warga Desa Garjoyo, Imogiri, Bantul, DIY.<\/p>\n<p>Ia berlari bersama Istrinya sambil menggendong anaknya semata wayang keluar rumah ke tempat terbuka.<\/p>\n<p>Masih jelas dalam ingatannya, korban bergelimpangan karena tertimbun reruntuhan bangunan rumah.<\/p>\n<p>Namun, pagi itu ia tidak bisa berbuat banyak, meski melihat mayat berserakan.<\/p>\n<p>&#8220;Semua orang kocar-kacir,&#8221; ujarnya. &#8220;Mereka masih mempedulikan keluarganya.&#8221;<\/p>\n<p>Malam itu ia tidak mendapat firasat atau pertanda apapun. Sepulang kerja seharian di pabrik Tahu di Ngoto. Ia langsung istirahat.<\/p>\n<p>Ia tak menduga jika paginya terjadi gempa dahsyat mengobrak-abrik seluruh desanya.<\/p>\n<p>&#8220;Rumah-rumah rata tanah, saya sempat bingung dan takut,&#8221; katanya, Rabu (27\/5\/2020).<\/p>\n<p>Sudarjo (58), warga Randubelang, Bangunharjo, Sewon, Bantul, DIY, juga merasakan dahsyatnya gempa.<\/p>\n<p>Dari pusat gempa hingga tempat tinggal Sudarjo berjarak sekira 13 kilometer.<\/p>\n<p>&#8220;Banyak warga yang mengungsi ke tenda Polri milik Polda DIY,&#8221; ujarnya, Rabu.<\/p>\n<p>Kebanyakan pengungsi adalah perempuan dan anak-anak.<\/p>\n<p>Sudarjo merasakan guncangan yang sangat besar. Bahkan ia sempat terjebak di dalam rumah karena pintu tidak bisa dibuka.<\/p>\n<p>Saat Sudarjo berhasil keluar ia melihat debu dan asap tebal dari arah Selatan.<\/p>\n<p>Keluarganya selamat dan bergabung mengungsi dengan warga lain di tenda milik Polda DIY.<\/p>\n<p>Hingga pukul 22.15 WIB, pada hari pertama pasca gempa, Satkorlak Penanggulangan Bencana Alam di Yogyakarta mencatat 2.986 orang tewas.<\/p>\n<p>Sedangkan puluhan ribu lainnya mengalami luka berat dan ringan. Semua rumah sakit di Yogyakarta penuh pasien.<\/p>\n<p>Sebagian pasien bahkan harus diurusi di luar rumah sakit di halaman dan tempat parkir.<\/p>\n<p>Gempa 27 Mei 2006 mengakibatkan kerugian besar di Kabupaten Bantul.<\/p>\n<p>Pada hari ketiga tanggal 29 Mei 2006, Satkorlak DIY telah mencatat sebanyak 19.593 rumah rusak parah.<\/p>\n<p>Malamnya, pukul 23.00 WIB tercatat korban tewas bertambah menjadi 5.162 orang.<\/p>\n<p>Dampak gempa di Yogyakarta tidak hanya meluluhlantakkan tanah dan bangunan. Namun juga menyisakan cerita pilu. (adam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, fornews.co&#8211;Pagi pukul 05.55 WIB gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Richter mengguncang Yogyakarta. Suara gemuruh bagaikan ribuan helikopter terjun dari langit. Guncangan dahsyat bertipe &#8220;S&#8221; selama 57 detik dirasa lebih dari sejam. Kepanikan warga Desa memekik takbir menambah suasana berubah mencekam. Tak lama kemudian suara tangis pecah beberapa saat setelah gempa pertama mereda. &#8220;Saya sedih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":51611,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[3304],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/05\/gempa.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-dqq","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51610"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51610"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51610\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51612,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51610\/revisions\/51612"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51611"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51610"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51610"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51610"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}