
{"id":5231,"date":"2017-01-23T19:26:12","date_gmt":"2017-01-23T12:26:12","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=5231"},"modified":"2017-01-23T19:26:12","modified_gmt":"2017-01-23T12:26:12","slug":"populasi-anjing-liar-di-oku-meningkat-signifikan-akankah-menjadi-ancaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/populasi-anjing-liar-di-oku-meningkat-signifikan-akankah-menjadi-ancaman\/","title":{"rendered":"Populasi Anjing Liar di OKU Meningkat Signifikan, Akankah Menjadi Ancaman?"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_5234\" aria-describedby=\"caption-attachment-5234\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-5234 size-medium\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/01\/20170123_120300-1-300x268.jpg\" alt=\"Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Ir Susi Meliarti. (fornews.co)\" width=\"300\" height=\"268\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/01\/20170123_120300-1-300x268.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/01\/20170123_120300-1-768x685.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/01\/20170123_120300-1-1024x914.jpg 1024w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/01\/20170123_120300-1-696x621.jpg 696w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/01\/20170123_120300-1-1068x953.jpg 1068w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/01\/20170123_120300-1-471x420.jpg 471w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-5234\" class=\"wp-caption-text\">Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Ir Susi Meliarti. (fornews.co)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">BATURAJA, fornews.co-Dinas Pertanian dan Peternakan Ogan Komering Ulu (OKU), menyebutkan bahwa populasi anjing liar di daerah tersebut terus meningkat. Saat ini, dari hasil pendataan yang dilakukan sudah mencapai kurang lebih 10.000 ekor anjing liar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kabid Pertanian dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan OKU, Ir Susi Meliarti menyampikan, sudah tiga tahun ini tidak lagi pernah melaksanakan eliminasi anjing liar di wilayah itu.\u00a0 Menurt dia, tidak dilaksanakannya proses eliminasi atau pembasmian anjing liar ini terkendala oleh devisit anggaran sehingga dinas terkait tidak memasukan program eliminasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Program ini sangat diperlukan mengingat jumlah anjing liar di OKU, sudah mencapai 10.000 lebih. Jelas angka yang besar, dan bisa menjadi ancaman jika terus berkembang serta tidak ada upaya pengendalian (eliminasi). Karena, penyakit rabies yang ditimbulkan bisa mematikan,&#8221; ujarnya kepada <a href=\"http:\/\/fornews.co\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer\">fornews.co<\/a>, Senin (23\/01).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut dia, hal mendasar yang menjadi kendala baginya seperti tidak diberikannya vaksin bukan hanya karena masalah anggaran saja. Ada faktor lain yang menyebabkan pihaknya tidak bisa memberikan vaksin kepada anjing-anjing peliharaan warga. Penolakan dari warga (pemilik anjing), karena bila divaksin maka tidak akan menjadi ganas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Masyarakat di sini, memanfaatkan anjing selain untuk menjaga rumah juga biasa diajak berburu. Warga berdalih, jika divaksin maka anjingnya tidak bisa diandalkan untuk menjaga rumah dan berburu (faktor tidak ganas lagi),&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lanjut Susi, kesulitan yang dihadapi kemudian untuk melakukan eliminasi anjing liar selain faktor dana, juga pelatihan (kecakapan menggunakan senjata tradisional tulup). Sebelumnya, pihak Pemprov pernah membagikan senjata jenis ini untuk pihak Dinas Pertanian dan Peternakan, melakukan program eliminasi anjing liar. Namun hingga saat ini, hanya alatnya saja yang datang pelatihannya tidak pernah dilaksanakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kita juga tidak ingin seperti Pemprov yang dituntut oleh pecinta hewan jenis anjing, menentang program eliminasi dengan cara membunuh anjing liar. Makanya Pemprov menggalakan program bius anjing dengan tulup, setelah anjing tersebut pingsan dilakukan proses kebiri terhadap anjing tersebut biar tidak berkembang biak,&#8221; imbuhnya sembari mengatakan, pembiakan anjing liar dapat melahirkan tujuh ekor anak anjing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Bayangkan berapa banyak anjing liar nantinya, dan hal tersebut pasti sangat membahayakan para warga sendiri. Seperti terjadi beberapa waktu lalu ada korban jiwa akibat gigitan anjing liar,&#8221; sambungnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut Susi mengatakan, jika pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait permasalahan ini. &#8220;Kita akan putarkan video bagaimana bahayanya anjing liar dan anjing yang mengidap rabies. Dari awal hingga proses kematian orang yang disebabkan oleh anjing,&#8221; pungkasnya. (wil)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; &nbsp; BATURAJA, fornews.co-Dinas Pertanian dan Peternakan Ogan Komering Ulu (OKU), menyebutkan bahwa populasi anjing liar di daerah tersebut terus meningkat. Saat ini, dari hasil pendataan yang dilakukan sudah mencapai kurang lebih 10.000 ekor anjing liar. Kabid Pertanian dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan OKU, Ir Susi Meliarti menyampikan, sudah tiga tahun ini tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":5234,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[9,28,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/01\/20170123_120300-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-1mn","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5231"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5231"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5231\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5235,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5231\/revisions\/5235"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5234"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}