
{"id":53078,"date":"2020-06-20T17:27:32","date_gmt":"2020-06-20T10:27:32","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=53078"},"modified":"2020-07-14T04:21:17","modified_gmt":"2020-07-13T21:21:17","slug":"ribuan-massa-dan-ormas-islam-di-yogyakarta-tolak-ruu-hip-dan-komunisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/ribuan-massa-dan-ormas-islam-di-yogyakarta-tolak-ruu-hip-dan-komunisme\/","title":{"rendered":"Ribuan Massa dan Ormas Islam di Yogyakarta Tolak RUU HIP dan Komunisme"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYAKARTA, fornews.co<\/strong>&#8212;<br \/>\nRibuan massa di Yogyakarta, menolak tegas RUU HIP dan Komunisme. Mereka juga mendesak DPR RI menghentikan pembahasan RUU HIP.<\/p>\n<p>Massa juga protes terhadap kebijakan pemerintah Indonesia yang lamban merespon RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang tidak mencantumkan Tap MPRS nomor XXV\/MPRS\/1966.<\/p>\n<p>Massa dari berbagai ormas Islam dan anti komunisme yang tergabung dalam Forum Ukhuwah Islamiyah DIY itu menggelar aksi protesnya di Titik Nol Kilometer, Sabtu (20\/6\/2020).<\/p>\n<p>Mereka membentangkan spanduk penolakan terhadap RUU HIP berisi tulisan; #TOLAKRUUHIP #TOLAKOMUNISME.<\/p>\n<figure id=\"attachment_53079\" aria-describedby=\"caption-attachment-53079\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"640\" height=\"479\" class=\"wp-image-53079 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/06\/fui-3.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/06\/fui-3.jpg 640w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/06\/fui-3-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-53079\" class=\"wp-caption-text\">MASSA unjuk rasa juga membentangkan spanduk penolakan terhadap RUU HIP berisi tulisan; #TOLAKRUUHIP #TOLAKOMUNISME. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\ufffcFUI DIY khawatir, jika pemerintah bersikeras mengabaikan Tap MPRS nomor XXV\/MPRS\/1966 ke dalam RUU HIP akan kembali muncul komunisme di Indonesia.<\/p>\n<p>Sejalan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), bahwa Tap MPRS nomor XXV\/MPRS\/1966 yang berisi larangan terhadap komunisme, leninisme, dan marxisme, tidak bisa diabaikan begitu saja.<\/p>\n<p>Mereka meminta pemerintah untuk membubarkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) karena terbukti tidak efektif dan melakukan pemborosan anggaran negara.<\/p>\n<p>Selain itu, menurut FUI DIY, BPIP juga layak dibubarkan karena telah membuat kegaduhan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.<\/p>\n<figure id=\"attachment_53080\" aria-describedby=\"caption-attachment-53080\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"640\" height=\"480\" class=\"wp-image-53080 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/06\/fui.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/06\/fui.jpg 640w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/06\/fui-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-53080\" class=\"wp-caption-text\">RIBUAN massa mendengar orasi Pancasila dan penolakan perubahan Pancasila di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>&#8220;Bahwa ada yang mau merubah Pancasila itu adalah orang yang tidak punya nilai sejarah,&#8221; ucap Komandan Kokam Yogyakarta, Akhid Widi Rahmanto, Sabtu.<\/p>\n<p>&#8220;Padahal nenek moyang mereka pernah mengatakan jasmerah. Tapi mereka sendiri yang melupakan sejarah!&#8221;<\/p>\n<p>Ribuan massa dan ormas Islam itu juga menolak adanya pasal dalam RUU HIP yang mereduksi Pancasila menjadi Trisila kemudian mengkristalisasikan menjadi Ekasila.<\/p>\n<p>Menurut mereka, hal itu merupakan bentuk kesesatan dan bertentangan dengan UUD 1945.<\/p>\n<p>&#8220;Siapa yang menulis buku aku bangga jadi anak PKI?!&#8221; lantang teriak Komandan Kokam. Ribuan Massa yang sudah berkumpul sejak siang itu serentak menjawab &#8220;PKI!&#8221;<\/p>\n<figure id=\"attachment_53081\" aria-describedby=\"caption-attachment-53081\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"640\" height=\"480\" class=\"wp-image-53081 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/06\/fui-2.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/06\/fui-2.jpg 640w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/06\/fui-2-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-53081\" class=\"wp-caption-text\">KIAI Haji Umar Said memimpjn doa dan sumpah sebagai wujud penolakan terhadap komunisme di Indonesia. (foto fornews.co\/adam)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sebagai simbol penolakan keras terhadap komunisme di Indonesia, para pengunjuk rasa melakukan sumpah dan doa bersama dipimpin oleh Kiai Haji Umar Said.<\/p>\n<p>Unjuk rasa yang berlangsung sejak siang dihadiri Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DIY sekaligus Ketua Presidium FUI DIY, Syukuri Fadholi, dan berakhir saat adzan Ashar sekira pukul 15.00 WIB.<\/p>\n<p>Dalam unjuk rasa tersebut juga hadir massa berseragam Pemuda Pancasila dan para Laskar-PPP seluruh DIY. Bahkan Ormas Islam dari Klaten.<\/p>\n<p>Massa membubarkan diri dan meninggalkan lokasi dengan tertib. (adam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, fornews.co&#8212; Ribuan massa di Yogyakarta, menolak tegas RUU HIP dan Komunisme. Mereka juga mendesak DPR RI menghentikan pembahasan RUU HIP. Massa juga protes terhadap kebijakan pemerintah Indonesia yang lamban merespon RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang tidak mencantumkan Tap MPRS nomor XXV\/MPRS\/1966. Massa dari berbagai ormas Islam dan anti komunisme yang tergabung dalam Forum [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":53082,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[6],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/06\/fui-5.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-dO6","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53078"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53078"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53078\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53246,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53078\/revisions\/53246"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53078"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53078"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53078"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}