
{"id":53448,"date":"2020-06-28T09:45:56","date_gmt":"2020-06-28T02:45:56","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=53448"},"modified":"2020-07-14T04:37:52","modified_gmt":"2020-07-13T21:37:52","slug":"benarkah-dexamethason-bisa-sembuhkan-infeksi-covid-19-berikut-faktanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/benarkah-dexamethason-bisa-sembuhkan-infeksi-covid-19-berikut-faktanya\/","title":{"rendered":"Benarkah Dexamethason Bisa Sembuhkan Infeksi COVID-19? Berikut Faktanya"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> &#8211; Pernah mendengar informasi bahwa dexamethason bisa mengobati pasien yang terjangkit Corona Virus Disease (COVID-19)? Ya, baru-baru ini kabar tersebut menyeruak ke permukaan setelah sejumlah media dan media sosial membagikan informasi ini.<\/p>\n<p>Kabar ini lantas memberikan harapan baik dalam menghadapi pandemi ini. Hal ini juga karena dexamethason merupakan obat yang tidak sulit didapat.<\/p>\n<p>Dexamethasone\u00a0adalah obat golongan\u00a0kortikosteroid\u00a0yang digunakan untuk mengatasi peradangan, reaksi alergi, dan penyakit autoimun. Selain itu, obat ini juga bisa digunakan untuk mengurangi keluhan akibat efek samping kemoterapi.<\/p>\n<p>Meski dikenal sebagai \u201cobat warung\u201d, penggunaan dexamethasone tidak boleh sembarangan dan harus sesuai dengan petunjuk dokter, karena efek sampingnya tidak ringan dan dapat menekan kerja sistem imun yang justru diperlukan tubuh untuk melawan kuman penyakit.<\/p>\n<p>Namun, apakah benar obat ini bisa menyembuhkan infeksi virus Corona?<\/p>\n<p>Dilansir dari alodokter, Minggu (28\/06) sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris menggungkapkan bahwa pemberian dexamethasone mengurangi angka kematian hingga 1\/3 pada pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan dengan ventitalor, dan 1\/5 pada pasien COVID-19 yang membutuhkan oksigen tambahan dalam perawatannya.<\/p>\n<p>Dexamethasone dikenal sebagai obat untuk meredakan peradangan. Peradangan pada COVID-19 dapat menyebabkan sejumlah kerusakan di paru-paru, seperti penumpukan cairan (edema paru) dan pembentukan selaput hyalin.<\/p>\n<p>Kerusakan inilah yang membuat pasien sesak napas dan mengalami komplikasi, misalnya\u00a0ARDS\u00a0atau gagal napas. Jadi, dexamethasone bukanlah obat untuk menyembuhkan COVID-19, melainkan untuk mencegah kerusakan paru pada pasien COVID-19 yang sudah mengalami sesak napas.<\/p>\n<p>Dari penelitian ini juga, dexamethasone tidak memberikan hasil apa pun pada penderita infeksi virus Corona dengan\u00a0gejala\u00a0yang ringan. Meski dexamethasone diyakini dapat membantu penyembuhan\u00a0COVID-19\u00a0pada pasien dengan gejala yang berat, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas dan aturan pemberiannya dalam pengobatan infeksi virus Corona, misalnya mengenai dosis dan lama pemberian obat ini.<\/p>\n<p>Belum ada satu obat pun yang sudah terbukti efektif untuk menyembuhkan COVID-19, termasuk dexamethasone. Begitu juga dengan vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona. Namun, para peneliti masih terus berusaha mengembangkan obat dan vaksin untuk penyakit ini.<\/p>\n<p>Mencegah selalu lebih baik daripada mengatasi. Jadi, agar kamu tidak terinfeksi virus Corona yang sedang mewabah ini, selalu terapkan\u00a0langkah-langkah pencegahannya, seperti mencuci tangan dengan air dan sabun, mengenakan\u00a0masker\u00a0saat berada di luar rumah, melakukan\u00a0physical distancing, dan menjaga daya tahan tubuh. (rif)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Pernah mendengar informasi bahwa dexamethason bisa mengobati pasien yang terjangkit Corona Virus Disease (COVID-19)? Ya, baru-baru ini kabar tersebut menyeruak ke permukaan setelah sejumlah media dan media sosial membagikan informasi ini. Kabar ini lantas memberikan harapan baik dalam menghadapi pandemi ini. Hal ini juga karena dexamethason merupakan obat yang tidak sulit didapat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":53449,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15206],"tags":[16631,16632,16633],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/06\/images-50.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-dU4","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53448"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53448"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53448\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53450,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53448\/revisions\/53450"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53449"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}