
{"id":53708,"date":"2020-07-03T18:45:07","date_gmt":"2020-07-03T11:45:07","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=53708"},"modified":"2020-07-14T04:53:52","modified_gmt":"2020-07-13T21:53:52","slug":"luhut-klaim-industri-alumina-indonesia-bisa-layani-supply-chain-dalam-negeri-hingga-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/luhut-klaim-industri-alumina-indonesia-bisa-layani-supply-chain-dalam-negeri-hingga-global\/","title":{"rendered":"Luhut Klaim Industri Alumina Indonesia Bisa Layani Supply Chain\u00a0Dalam Negeri hingga\u00a0Global"},"content":{"rendered":"<p><strong>BATAM, fornews.co<\/strong>-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan\u00a0mengklaim, industri yang sudah berjalan di PT Bintan Alumina Indonesia saat ini dapat menghentikan ekspor bauksit, mengurangi impor alumina.<\/p>\n<p>\u201cSelama ini kita tidak pernah tidak impor alumina. Dengan adanya industri ini,\u00a0kita menghentikan ekspor bauksit, mengurangi impor alumina. Karena kebutuhan alumina selama ini selalu ekspor. Inalum, contohnya, selama ini mereka impor dari Australia.\u00a0<em><i>Cost<\/i><\/em>-nya akan jauh lebih murah dengan alumina kita. Jadi ini industri yang bisa melayani\u00a0<em><i>supply chain<\/i><\/em>\u00a0dalam negeri sampai global,\u201d ujar dia, usai meninjau PT Bintan Alumina Indonesia di Pulau Bintan, Kamis (2\/7).<\/p>\n<p>Luhut mengatakan, bahwa industri pengolahan bauksit, alumina, dan turunannya akan menambah pasokan material untuk mobil listrik dan mengurangi impor bagi kebutuhan industri dalam negeri.<\/p>\n<p>\u201cIndustri ini mengolah bauksit menjadi alumina kita bisa produksi turunannya yang bisa dijadikan untuk badan pesawat, kabel, kawat tembaga, tekstil, alat-alat elektronik dan lain lain. Turunan bauksit, seperti\u00a0<em><i>copper, nickel ore<\/i><\/em>,\u00a0bisa menjadi material untuk memproduksi mobil listrik. Smelternya di Weda Bay sehingga dekat dengan pabrik lithium baterai,\u201d\u00a0kata dia.<\/p>\n<p>Menurut Luhut,\u00a0industri alumina ini juga akan mengurangi impor kebutuhan <em><i>cobalt<\/i><\/em>,\u00a0yang selama ini diimpor dari Kongo.\u00a0Saat ini, sambung dia, industri yang menempati kawasan seluas 300 hektare (ha).\u00a0rencananya akan diperluas hingga 500 ha dengan investasi saat ini 600 juta Dolar. Tapi nanti pada tahun 2027 bisa berkembang sampai 2,5 miliar Dolar.<\/p>\n<p>Menurut\u00a0dia,\u00a0ini adalah proyek yang sangat strategis, karena produk turunannya bisa diekspor ke Amerika, Tiongkok, Jepang, dan lain-lain.\u00a0Terlebih, saat ini PT Bintan Alumina Indonesia mempekerjakan sekitar 20.000 tenaga kerja dan kurang dari 10% dari jumlah itu adalah tenaga kerja asing.<\/p>\n<p>\u201cSeperti di Morowali dan daerah lainnya, tenaga kerja asing itu mengerjakan hal-hal yang tidak bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lokal. Secara bertahap mereka akan bangun Politenik, kita sudah bicarakan dengan Gubernur dan Bupati,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>\u201cJadi tidak benar,\u00a0ada pendapat yang mengatakan TKA akan menjajah kita, tidak seperti itu. Tidak ada pikiran seperti itu sama sekali. Mereka melakukan hal yang kita belum bisa lakukan. Seperti merakit mesin-mesin yang canggih, tetapi tenaga kerja lokal terus dilibatkan sehingga ada transfer pengetahuan. Ini menyiapkan Indonesia untuk melakukan\u00a0<em><i>leapfrog<\/i><\/em>\u00a0dalam industri ini,\u201d\u00a0tandas dia. (aha)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BATAM, fornews.co-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan\u00a0mengklaim, industri yang sudah berjalan di PT Bintan Alumina Indonesia saat ini dapat menghentikan ekspor bauksit, mengurangi impor alumina. \u201cSelama ini kita tidak pernah tidak impor alumina. Dengan adanya industri ini,\u00a0kita menghentikan ekspor bauksit, mengurangi impor alumina. Karena kebutuhan alumina selama ini selalu ekspor. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":53709,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[48],"tags":[16699,16698,75,16700],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/07\/Luhut-B-Pandjaitan-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-dYg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53708"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53708"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53708\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53711,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53708\/revisions\/53711"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53709"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53708"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53708"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53708"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}