
{"id":54334,"date":"2020-07-15T15:45:25","date_gmt":"2020-07-15T08:45:25","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=54334"},"modified":"2020-08-20T04:03:42","modified_gmt":"2020-08-19T21:03:42","slug":"keluarkan-skkh-waspadai-pedagang-hewan-kurban-dadakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/keluarkan-skkh-waspadai-pedagang-hewan-kurban-dadakan\/","title":{"rendered":"Keluarkan SKKH, Waspadai Pedagang Hewan Kurban Dadakan"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>PALEMBANG<\/strong>, <a href=\"http:\/\/Fornews.co\">Fornews.co<\/a> &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Palembang mengingatkan masyarakat agar mewaspadai pembelian hewan kurban dari pedagang dadakan. Pasalnya, hewan kurban yang dijual tanpa melalui pemeriksaan kesehatan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti disela Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pedagang hewan kurban di Jalan Soekarno Hatta Palembang, Rabu (15\/07).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sayuti mengatakan menjelang Iduladha pedagang hewan kurban dadakan sangat marak, tercatat pada tahun lalu sebanyak 206 pedagang dadakan yang muncul menjelang Iduladha.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kalau untuk bongkar paksa itu bukan kewenangan kami, karena kami sifatnya hanya pemeriksaan kesehatan hewan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Meskipun begitu, pihaknya menyebarkan ke masjid-masjid agar membeli hewan kurban ke pedagang yang tergabung dalam asosiasi karena telah melalui pemeriksaan kesehatan. Dimana, ditandai dengan adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Saat ini, ia mengaku sebanyak 67 pedagang yang tergabung dalam asosiasi pedagan hewan kurban di bawah naungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Palembang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kami harap para penjual hewan kurban menjual hewan mereka dengan kesehatan yang terjamin dan sesuai dengan syari&#8217;ah,&#8221; singkatnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumatra Selatan (Sumsel), drh. Jafrizal mengatakan terkait dengan kesehatan hewan kurban yang perlu diwaspadai yakni adanya penyakit zoonosis atau cacing pita. Karena itu, diperlukan pemeriksaan postmortem. Hanya saja, saat ini yang dilakukan yakni hanya antemortem jangan sampai adanya penyakit antraks.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Penyakit antraks ini kebanyakan terjadi di sebagian Jawa dan Gorontalo. Jangan sampai sapi kita juga,&#8221; ujarnya<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Untuk penyakit cacing ini dapat diliat dari beberapa faktor fisik seperti mata. Hanya saja, pada saat penyakit tersebut sudah berat karena merusak hati hewan kurban. Sedangkan, penyakit ringan maka tidak bisa dilihat dengan kasat mata.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Penyakit ini bisa disembuhkan jika masih ringan dengan waktu sekitar 2 hingga 3 hari,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurutnya, penyakit cacing pita ini tidak terlalu berbahaya. Namun, ia mengingatkan jangan memakan hati hewan kurban tersebut. Berbeda halnya dengan penyakit antraks atau penyakit bakterial lainnya. Karena dapat menularkan ke orang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Untuk penyakit jembrana sejauh sudah lebih aman karena sudah ada vaksinasinya,&#8221; tutupnya. (lim)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, Fornews.co &#8211; Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Palembang mengingatkan masyarakat agar mewaspadai pembelian hewan kurban dari pedagang dadakan. Pasalnya, hewan kurban yang dijual tanpa melalui pemeriksaan kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, Sayuti disela Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pedagang hewan kurban di Jalan Soekarno Hatta Palembang, Rabu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":54336,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15206],"tags":[16873,11625,16872,97,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/07\/IMG_20200715_091818-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-e8m","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54334"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54334"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54334\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54338,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54334\/revisions\/54338"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54334"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54334"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54334"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}