
{"id":54459,"date":"2020-07-18T11:25:37","date_gmt":"2020-07-18T04:25:37","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=54459"},"modified":"2020-08-20T04:08:09","modified_gmt":"2020-08-19T21:08:09","slug":"kenali-gejala-leukemia-limfoblastik-kanker-yang-umum-terjadi-di-masa-kanak-kanak-dan-cara-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/kenali-gejala-leukemia-limfoblastik-kanker-yang-umum-terjadi-di-masa-kanak-kanak-dan-cara-mengatasinya\/","title":{"rendered":"Kenali Gejala Leukemia Limfoblastik, Kanker yang Umum Terjadi di Masa Kanak-kanak dan Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> &#8211; Leukemia limfoblastik akut atau\u00a0acute lymphocytic leukemia\u00a0merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi pada masa kanak-kanak. Leukimia ini adalah kanker yang terjadi pada darah dan sumsum tulang.<\/p>\n<p>Pada penderitanya, kadar sel darah putih meningkat. Leukemia limfoblastik akut termasuk jenis kanker agresif sehingga bisa menyebar dengan cepat.\u00a0Risiko tertinggi ada pada anak yang berusia di bawah 5 tahun. Namun, tak menutup kemungkinan terjadi pada orang dewasa.<\/p>\n<p>Terdapat beberapa gejala untuk mengetahui penderita penyakit ini seperti dilansir dari sehatq, Sabtu (18\/07). Seperti tampak pucat, gusi berdarah, demam, kulit muda terluka dan berdarah, lebam kemerahan di tubuh, nodus limfa bengkak leher, ketiak, atau paha dalam, liver membesar, limpa membesar, tstis membesar, nyeri tulang dan persendian, lemah, napas tersengaal-sengal, saraf kranial di kepala terganggu.<\/p>\n<p>Hingga kini belum diketahui secara pasti apa penyebab spesifik terjadinya leukemia limfoblastik akut. Meski demikian, para dokter sepakat ada beberapa faktor risiko yang mengerucut seperti;<\/p>\n<ol>\n<li>Paparan radiasi<\/li>\n<\/ol>\n<p>Orang yang terus menerus terpapar radiasi level tinggi seperti penyintas insiden reaktor nuklir berisiko menderita leukemia limfoblastik akut. Dalam sebuah studi tahun 1994, orang Jepang yang lolos dari bom atom Perang Dunia II rentan mengalami leukemia limfoblastik akut dalam periode 6-8 tahun kemudian.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, janin yang terpapar radiasi seperti dari X-ray pada bulan pertama pertumbuhannya juga berisiko menderita leukemia limfoblastik akut. Meski demikian, bukan berarti ibu hamil dilarang melakukan prosedur X-ray jika memang diperlukan sebagai salah satu prosedur medis. Dokter akan menimbang manfaat dan risikonya.<\/p>\n<ol>\n<li>Paparan zat kimia berbahaya<\/li>\n<\/ol>\n<p>Selain radiasi, paparan zat kimia berbahaya juga meningkatkan risiko seseorang menderita leukemia limfoblastik akut. Beberapa pengobatan kemoterapi juga disebut bisa menyebabkan leukemia limfoblastik akut. Artinya, penderita kanker bisa mengalami jenis kanker lain yang sama sekali tidak berhubungan. Diskusikan dengan dokter tentang alternatif pengobatan jika ada.<\/p>\n<ol>\n<li>Infeksi virus<\/li>\n<\/ol>\n<p>Terinfeksi T-cell leukemia virus-1 (HTLV-1) dapat menyebabkan terjadinya leukemia limfoblastik akut yang lebih langka. Selain itu, virus lain seperti Epstein-Barr penyebab infeksi mononukleosis juga bisa meningkatkan risiko seseorang menderita leukemia limfoblastik akut.<\/p>\n<ol>\n<li>Sindrom turunan<\/li>\n<\/ol>\n<p>Leukemia limfoblastik akut bukan merupakan penyakit turunan. Meski demikian, ada beberapa sindrom turunan yang bisa meningkatkan risiko menderita leukemia limfoblastik akut.<\/p>\n<p>Contohnya seperti\u00a0<a href=\"https:\/\/sehatq.com\/artikel\/anak-down-syndrome-dan-perawatan-untuk-mereka\">Down syndrome<\/a>, Klinefelter syndrome, fanconi anemia, Bloom syndrome, hingga neurofibromatosis. Orang yang memiliki saudara menderita leukemia limfoblastik akut juga berisiko lebih tinggi menderita penyakit yang sama.<\/p>\n<ol>\n<li>Ras dan jenis kelamin<\/li>\n<\/ol>\n<p>Beberapa populasi seperti Hispanic dan Caucasian berisiko lebih tinggi menderita leukemia limfoblastik akut. Selain itu, laki-laki juga tercatat lebih rentan terkena leukemia limfoblastik akut dibandingkan dengan perempuan. Meski demikian, masih perlu penelitian lebih jauh terkait hal ini.<\/p>\n<ol>\n<li>Faktor risiko lainnya<\/li>\n<\/ol>\n<p>Selain beberapa faktor risiko di atas, hal lain seperti kebiasaan merokok, terpapar bahan bakar diesel, pestisida, bidang elektromagnetik, hingga kerap menghirup gas berbahaya juga bisa meningkatkan risiko menderita leukemia limfoblastik akut.<\/p>\n<p><strong>Cara mengatasi leukemia limfoblastik akut<\/strong><\/p>\n<p>Untuk bisa mengatasi leukemia limfoblastik akut, dokter akan melakukan pemeriksaan darah dan sumsum tulang sebagai bekal diagnosis. Tentunya, dokter akan menanyakan apakah pasien merasakan nyeri tulang karena ini merupakan salah satu gejala paling awal leukemia limfoblastik akut.<\/p>\n<p>Selain itu, dokter juga akan melakukan pemindaian seperti X-ray dan CT scan untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain seperti otak atau sumsum tulang belakang.<\/p>\n<p>Misi utama dari penanganan leukemia limfoblastik akut adalah mengembalikan kadar sel darah putih kembali normal. Biasanya, prosedur medis yang dijalani adalah kemoterapi hingga transplantasi\u00a0stem cell\u00a0atau sumsum tulang.<\/p>\n<p>Meskipun sebagian besar kasus leukemia limfoblastik akut terjadi pada anak-anak dan remaja, 85% kasus kematian terjadi pada orang dewasa. Tingkat kesembuhan pada orang dewasa tidak setinggi anak-anak, namun kondisi ini terus membaik.<\/p>\n<p>Perlu diingat pula bahwa meski telah sembuh, masih ada kemungkinan kanker leukemia limfoblastik akut kembali terjadi. Seseorang akan dinyatakan benar-benar sembuh apabila remisi kankernya telah berlangsung selama 5 tahun.\u00a0(rif\/*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Leukemia limfoblastik akut atau\u00a0acute lymphocytic leukemia\u00a0merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi pada masa kanak-kanak. Leukimia ini adalah kanker yang terjadi pada darah dan sumsum tulang. Pada penderitanya, kadar sel darah putih meningkat. Leukemia limfoblastik akut termasuk jenis kanker agresif sehingga bisa menyebar dengan cepat.\u00a0Risiko tertinggi ada pada anak yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":54460,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15206],"tags":[15217,16906,16907,16905],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/07\/anak-sakit.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-ean","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54459"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54459"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54459\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54461,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54459\/revisions\/54461"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54460"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}