
{"id":54546,"date":"2020-07-20T20:04:19","date_gmt":"2020-07-20T13:04:19","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=54546"},"modified":"2020-08-20T04:18:45","modified_gmt":"2020-08-19T21:18:45","slug":"gunung-merapi-menggembung-ahli-vulkanologi-masyarakat-tetap-tenang-dan-jangan-panik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/gunung-merapi-menggembung-ahli-vulkanologi-masyarakat-tetap-tenang-dan-jangan-panik\/","title":{"rendered":"Gunung Merapi Menggembung, Ahli Vulkanologi: Masyarakat tetap Tenang dan Jangan Panik"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYAKARTA, fornews.co-<\/strong>-Deformasi atau perubahan bentuk pada Gunung Merapi belakangan ini membuat masyarakat khawatir.<\/p>\n<p>Namun, ahli vulkanologi dari Universitas Gadjah Mada, Agung Harijoko, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik.<\/p>\n<p>Dilansir Kantor Berita Antara, meski begitu, aktivitas perubahan bentuk pada Gunung Merapi berupa penggembungan itu tetap perlu diwaspadai.<\/p>\n<p>&#8220;Tetap tenang dan jangan panik,&#8221; katanya dalam keterangan tertulis, Ahad, 19 Juli 2020.<\/p>\n<p>Agung juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi dan mengikuti arahan dari BPPTKG dan BPBD setempat.<\/p>\n<p>Hingga saat ini Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta masih menetapkan status Gunung Merapi pada level II atau Wasapada.<\/p>\n<p>Potensi ancaman bahaya Gunung Merapi masih pada radius tiga kilometer dari puncak Merapi.<\/p>\n<p>Agung menjelaskan, BBPTKG menyatakan adanya penggembungan di tubuh Merapi.<\/p>\n<p>Perubahan bentuk itu mengindikasikan adanya pergerakan magma di dalamnya.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi relatif kecil dibanding deformasi sebelum erupsi 2010,&#8221; kata dosen Geologi UGM itu.<\/p>\n<p>Diakui Agung, pergerakan magma itu dapat memicu terjadinya erupsi. Tetapi bisa jadi tidak berlanjut erupsi.<\/p>\n<p>Jika erupsi, kata Agung, kemungkinan berupa erupsi efusif atau lelehan. Atau bisa jadi eksplosif dengan letusan yang kuat.<\/p>\n<p>Sebenarnya bahaya utamanya adalah awan panas atau yang lebih dikenal dengan Wedus Gembel.<\/p>\n<p>Terjadinya longsoran kubah dengan volume yang besar menyebabkan terbentuknya awan panas.<\/p>\n<p>Bahaya lainnya adalah abu vulkanik yang dapat berakibat buruk terhadap pernafasan.<\/p>\n<p>Tidak berhenti di situ, setelah berakhir erupsi, selanjutnya lahar dingin.<\/p>\n<p>Lahar dingin akan sangat berbahaya saat musim penghujan dengan intensitas tinggi.<\/p>\n<p>Material vulkanik di lereng gunung yang disebabkan erupsi dapat menjadi ancaman.<\/p>\n<p>&#8220;Masyarakat diharapkan memakai masker saat terjadi hujan abu,&#8221; kata Agung.<\/p>\n<p>Masker berfungsi mencegah partikel-partikel abu halus terhirup ke tubuh.<\/p>\n<p>Untuk itu, kata Agung, masyarakat perlu mengetahui bahaya erupsi gunung api sebagai upaya mitigasi bencana.<\/p>\n<p>Dari catatan BBPTKG, erupsi Merapi sudah berlangsung sejak lama, yakni sejak keluarnya kubah lava pada 2018 lalu.<\/p>\n<p>BBPTKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Merapi dengan baik. (adam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, fornews.co&#8211;Deformasi atau perubahan bentuk pada Gunung Merapi belakangan ini membuat masyarakat khawatir. Namun, ahli vulkanologi dari Universitas Gadjah Mada, Agung Harijoko, meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Dilansir Kantor Berita Antara, meski begitu, aktivitas perubahan bentuk pada Gunung Merapi berupa penggembungan itu tetap perlu diwaspadai. &#8220;Tetap tenang dan jangan panik,&#8221; katanya dalam keterangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":54547,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[3304],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/07\/Merapi_resize_24.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-ebM","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54546"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54546"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54546\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54548,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54546\/revisions\/54548"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54547"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54546"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54546"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54546"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}