
{"id":54863,"date":"2020-07-26T10:15:41","date_gmt":"2020-07-26T03:15:41","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=54863"},"modified":"2020-08-20T04:30:54","modified_gmt":"2020-08-19T21:30:54","slug":"fakta-sayur-pare-ternyata-bisa-bantu-turunkan-kadar-gula-darah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/fakta-sayur-pare-ternyata-bisa-bantu-turunkan-kadar-gula-darah\/","title":{"rendered":"Fakta! Sayur Pare Ternyata Bisa Bantu Turunkan Kadar Gula Darah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left\"><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> &#8211; Rasa pahit yang terkandung dalam sayur pare sepertinya bukan lagi menjadi hal yang tabuh. Meski demikian, jenis sayuran yang satu ini ternyata masih kerap menjadi pilihan menu olahan untuk santapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Tak hanya itu, sayuran yang memiliki nama latin\u00a0Momordica charantia memiliki manfaat untuk kesehatan diantaranya dapat menurunkan kadar gula darah atau diabetes. Artinya, buah yang memiliki kandungan nutrisi cukup baik ini juga aman untuk dikonsumsi bahkan direkomendasikan untuk penderita diabetes.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Ada banyak penelitian yang mendukung teori ini seperti dilansir dari sehatq.com, Minggu (26\/07). Meski demikian, bukan berarti sayur pare bisa menjadi pengganti obat untuk diabetes.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><strong>Sayur pare dan khasiatnya untuk diabetes<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Sejak dulu, pare dikenal dapat menurunkan kadar gula darah. Di dalamnya, terdapat substansi yang bekerja seperti insulin sehingga dapat menyalurkan glukosa ke sel-sel tubuh sebagai sumber energi.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Tak hanya itu, konsumsi pare juga bisa membantu mengoptimalkan glukosa agar bisa tersalur ke hati, otot, dan juga lemak. Buah yang disebut juga\u00a0bitter melon\u00a0ini bahkan membantu tubuh menjaga nutrisi dengan mencegahnya terkonversi menjadi glukosa.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Setidaknya ada 3 substansi aktif dalam pare yang berkhasiat bagi penderita diabetes. Ketiga substansi itu adalah\u00a0charanti, vicine,\u00a0dan\u00a0polypeptide-p\u00a0yang bekerja serupa dengan insulin. Mereka bisa bekerja sendiri atau bersama-sama untuk menurunkan kadar gula darah seseorang.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Selain itu, pare juga mengandung lectin yang dapat menurunkan konsentrasi kadar gula darah seseorang dengan bereaksi pada jaringan perifer dan menekan nafsu makan. Ini sangat mirip dengan dampak kinerja insulin terhadap otak.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Ada banyak penelitian yang menguatkan khasiat konsumsi pare bagi penderita diabetes. Namun lagi-lagi, meskipun ada banyak penelitian yang menguatkan, bukan berarti bisa menjadi obat utama untuk penyakit diabetes.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Dalam penelitian Journal of Ethnopharmacology yang membandingkan obat diabetes dengan pare, memang benar pare bisa menurunkan kadar fruktosamin penderita diabetes tipe 2. Meski demikian, kinerjanya masih tidak lebih efektif ketimbang obat yang telah direkomendasikan dokter.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Untuk amannya, konsumsi sayur pare bagi penderita diabetes sebaiknya hanya sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari. Tentunya, bukan sebagai bagian utama dari rangkaian pengobatan diabetes<\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><strong>Kandungan nutrisi pare<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Pare mengandung banyak nutrisi mulai dari vitamin, mineral, dan juga antioksidan. Beberapa kandungan nutrisi utama dalam pare di antaranya Vitamin C, A, E, B1, B2, B3, dan B9, Mineral seperti potasium, kalsium, zinc, magnesium, fosfor, dan zat besi. Antioksidan seperti flavonoid dan phenols.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Selain dikonsumsi dalam bentuk sayuran, jus, ada juga yang mengonsumsi pare dalam bentuk suplemen bahkan teh. Namun konsumsi pare yang paling aman tetap berupa sayuran karena alami dan kandungan gizinya lebih terjaga.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Adakah risiko jika konsumsi terlalu banyak?<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Sebaik apapun kandungan sayur tertentu, tetap saja konsumsi idealnya dalam porsi wajar. Termasuk sayur pare yang jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping bahkan mengganggu penyerapan obat tertentu. Apa saja risikonya?<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">1. Diare, mual, dan masalah usus lainnya<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">2. Kontraksi hingga pendarahan vagina<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">3. Gula darah turun drastis jika dikonsumsi bersama dengan insulin<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">4. Kerusakan liver<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">5. Masalah dalam mengendalikan kadar gula darah bagi pasien pascaoperasi<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Jadi, terlepas dari khasiat pare yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah, konsumsinya tetap harus hati-hati. Bukan berarti penderita diabetes bisa serta merta menurunkan kadar gula darahnya hanya dengan mengonsumsi sayur pare.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Bahkan, jika dikonsumsi bersamaan dengan insulin atau pengobatan diabetes lain, dikhawatirkan ada risiko komplikasi terhadap kondisi gula darah seseorang. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi sayur pare, termasuk ketika bertanya-tanya berapa kali frekuensi makan yang aman. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Rasa pahit yang terkandung dalam sayur pare sepertinya bukan lagi menjadi hal yang tabuh. Meski demikian, jenis sayuran yang satu ini ternyata masih kerap menjadi pilihan menu olahan untuk santapan. Tak hanya itu, sayuran yang memiliki nama latin\u00a0Momordica charantia memiliki manfaat untuk kesehatan diantaranya dapat menurunkan kadar gula darah atau diabetes. Artinya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":54864,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15206],"tags":[16522,17034,17035,17033,17036],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/07\/images-62-scaled.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-egT","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54863"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54863"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54863\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54865,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54863\/revisions\/54865"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54864"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}