
{"id":55487,"date":"2020-08-05T19:35:55","date_gmt":"2020-08-05T12:35:55","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=55487"},"modified":"2020-08-20T04:56:58","modified_gmt":"2020-08-19T21:56:58","slug":"kepercayaan-masyarakat-indonesia-terhadap-e-commerce-meningkat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/kepercayaan-masyarakat-indonesia-terhadap-e-commerce-meningkat\/","title":{"rendered":"Kepercayaan Masyarakat Indonesia Terhadap E-Commerce Meningkat"},"content":{"rendered":"<p><b>JAKARTA, fornews.co<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; Peningkatan jumlah rata-rata transaksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> per bulan dari kuartal pertama menuju kuartal terakhir pada 2019 menunjukkan kepercayaan dan kenyamanan yang semakin mendalam terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Puncak peningkatan ini terjadi pada bulan Desember 2019 dengan jumlah transaksi lebih besar 22% daripada rata-rata jumlah transaksi bulanan. Demikianlah salah satu temuan utama riset terbaru Kredivo dan Katadata Insight Center yang bertajuk \u201cPerilaku Konsumen E-commerce Indonesia.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Peningkatan kepercayaan dan kenyamanan dalam berbelanja online ini juga membuat konsumen merasa lebih yakin saat bertransaksi dalam nominal besar. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai transaksi yang meningkat dari 2018 ke 2019 di hampir semua tiga belas (13) kategori produk seperti komputer dan aksesorisnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Riset yang dilakukan guna mengetahui gambaran mendalam terkait dengan tren dan perilaku konsumen online ini, menggunakan studi kasus Kredivo, platform kredit digital yang terdaftar dan diawasi OJK yang sangat populer sebagai metode pembayaran di hampir semua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pemanfaatan data primer sampel transaksi dari enam pemain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terbesar Indonesia dipercaya bisa memberikan gambaran langsung mengenai industri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Tanah Air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">General Manager Kredivo Indonesia, Lily Suriani mengatakan, adaptasi kebiasaan baru dengan berbagai perubahan perilaku masyarakat menuntut pelaku bisnis terus memahami tren dan perilaku konsumen, baik itu sebelum maupun saat pandemi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kami percaya dengan adanya riset ini akan memberikan manfaat\u00a0 bagi strategi bisnis para mitra <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seiring dengan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi dalam berbelanja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, termasuk menggunakan pembayaran digital,&#8221; ujarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, Lily memaparkan tren positif kepercayaan tersebut juga berlanjut ke semester pertama tahun 2020. Data internal Kredivo mencatat peningkatan frekuensi pembelian di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terus berlanjut, khususnya pada barang-barang kebutuhan pokok. Selain pergeseran kebiasaan masyarakat dari transaksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">offline<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi transaksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan peningkatan adopsi digital, hal ini menandakan bahwa masyarakat tetap percaya pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> meskipun di tengah situasi menantang saat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disisi lain, riset juga menemukan bahwa potensi pertumbuhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di luar Jawa cukup baik meski jumlah dan nilai transaksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia masih terkonsentrasi di Jawa. Sebagai contoh di level kota, beberapa kota besar di luar Jawa memiliki konsumen <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang cukup banyak, seperti Medan, Palembang, dan Denpasar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201dPertumbuhan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di luar Pulau Jawa Ini juga menjadi sinyal baik bagi inklusi digital, di mana penetrasi internet, daya beli, dan upah minimum regional (UMR) menjadi daya dorong utama dalam peningkatan transaksi digital per populasi. Ini juga menunjukkan peluang peningkatan inklusi finansial akibat penggunaan teknologi keuangan dalam bertransaksi digital seiring penetrasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang lebih luas ke seluruh wilayah Indonesia,\u201d tambah Lily.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Direktur Riset Katadata Insight Center, Mulya Amri menambahkan, temuan menarik lainnya diantaranya peningkatan aktivitas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> didukung oleh konsumen Generasi Z dan Milenial yang berkontribusi sebesar 85% dari total transaksi. Meski demikian, semua kelompok umur tetap terbuka untuk bertransaksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, terlihat dari jumlah transaksi rata-rata per orang per tahun yang hampir sama, yakni 17-20 kali dalam setahun berapapun usianya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cData ini menunjukkan meskipun didominasi milenial, kepercayaan konsumen pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai cara berbelanja terjadi pada lintas generasi. Dengan memperbesar peluang bagi kelompok umur lainnya, konsumen Generasi X dan Baby boomers, hal ini menjadi salah satu cara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk dapat menarik lebih banyak konsumen sekaligus tingkatkan inklusi keuangan,\u201d tutur Mulya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulya menjelaskan, secara keseluruhan riset ini diharapkan menjadi riset yang unik dan berbeda dibanding riset serupa lainnya, karena riset ini menggunakan pendekatan berbasis data primer Kredivo, sebagai metode pembayaran di hampir semua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terkemuka di Indonesia. Sehingga, harapannya riset ini dapat memberikan gambaran langsung dan lebih mendalam tentang bagaimana sesungguhnya perilaku konsumen dan kinerja industri <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Tanah Air.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Dari tren perilaku konsumen, pertumbuhan transaksi pada tahun 2018-2019 serta peningkatan penetrasi digital dan inklusi keuangan dengan hadirnya teknologi keuangan, kami melihat bahwa kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> meningkat,\u201d katanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menanggapi hasil riset ini, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Ignatius Untung menyampaikan, untuk pelaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hasil riset Kredivo &amp; Katadata Insight Center ini menunjukkan pentingnya mengetahui tren perilaku konsumen dalam membeli produk. Dari riset ini, pelaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa belajar bahwa terdapat peningkatan tren serta kepercayaan yang tinggi bagi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Seiring potensi perkembangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> saat masa adaptasi kebiasaan baru ini, harapannya hasil riset ini dapat berlanjut dengan peningkatan kolaborasi antara sesama pelaku ekonomi digital khususnya pelaku teknologi keuangan, dan juga dengan regulator,&#8221; harapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernyataan Untung tersebut sejalan dengan proyeksi sektor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia yang positif baik dari jumlah pengguna maupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gross merchandise value<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (GMV). Laporan konsultan RedSeer pada Mei 2020 memperkirakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia tumbuh 50% mencapai USD35 miliar di tahun 2020.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian bersama Katadata Insight Center ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif, berdasarkan lebih dari 10 juta sampel transaksi yang berasal dari hampir satu juta pengguna Kredivo di enam pemain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">e-commerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terbesar Indonesia bulan Januari-Desember 2019. Riset ini menggunakan data primer pengguna Kredivo yang tersebar di 34 provinsi dan dari lima kelompok umur dan pendapatan serta ditentukan berdasarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">random sampling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Penelitian yang dilakukan dari Februari &#8211; Mei 2020 tersebut juga menganalisa tipe-tipe konsumen yang berbelanja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari berbagai aspek, termasuk gender, umur, dan lokasi, hingga menggali lebih jauh jenis-jenis produk yang dibeli oleh konsumen. (ije\/ril)<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co &#8211; Peningkatan jumlah rata-rata transaksi e-commerce per bulan dari kuartal pertama menuju kuartal terakhir pada 2019 menunjukkan kepercayaan dan kenyamanan yang semakin mendalam terhadap e-commerce. Puncak peningkatan ini terjadi pada bulan Desember 2019 dengan jumlah transaksi lebih besar 22% daripada rata-rata jumlah transaksi bulanan. Demikianlah salah satu temuan utama riset terbaru Kredivo dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":55488,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[48],"tags":[12007,17275,12005,17276],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/08\/Kredivo-E-Commerce-1-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-eqX","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55487"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55487"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55487\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55489,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55487\/revisions\/55489"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}