
{"id":55934,"date":"2020-08-13T10:30:21","date_gmt":"2020-08-13T03:30:21","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=55934"},"modified":"2020-08-20T18:32:11","modified_gmt":"2020-08-20T11:32:11","slug":"panen-perdana-padi-sri-organik-petani-desa-jirak-hasilkan-74-ton-dari-1-hektare-sawah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/panen-perdana-padi-sri-organik-petani-desa-jirak-hasilkan-74-ton-dari-1-hektare-sawah\/","title":{"rendered":"Panen Perdana Padi SRI Organik, Petani Desa Jirak Hasilkan 7,4 Ton dari 1 Hektare Sawah"},"content":{"rendered":"<p><strong>SEKAYU, fornews.co<\/strong> &#8211; Produktivitas petani di Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, tidak terpengaruh signifikan dengan pandemi COVID-19. Sebagai buktinya, Kelompok Bina Tani Organik Desa Jirak melakukan panen perdana padi SRI Organik, Kamis (13\/08).<\/p>\n<p>Panen padi SRI Organik ini merupakan pendampingan dari program CSR PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field, di mana kelompok tani mendapat bimbingan dari\u00a0konsultan pertanian Carios dari Ciamis.<\/p>\n<p>\u201cDengan adanya metode Padi SRI Organik ini\u00a0masyarakat lebih diuntungkan. Tadinya panen 1 hektare hanya 1 ton, sekarang panennya 1 hektare mencapai 7,4 ton,\u201d ujar Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex.<\/p>\n<p>Camat Jirak Jaya, Yudi Suhendra mengatakan, Kecamatan Jirak Jaya memiliki potensi lahan persawahan seluas 334 hektare.\u00a0Namun, dari luasan tersebut yang baru dikelola hanya sekitar 167 hektare. Hal itu disebabkan, banyak petani tidak mau ambil risiko karena seringnya kegagalan terjadi baik akibat dari serangan hama, ancaman cuaca, perubahan musim tanam akibat perubahan cuaca dan bencana alam.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini, Jirak sudah sangat baik dalam usaha masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk dijadikan apotik hidup dan tanaman lain untuk menunjang kebutuhan hidup. Padi organik yang diusahakan masyarakat Jirak ini menggunakan bahan baku untuk membuat MOL berasal dari tanaman di pekarangan masyarakat, begitu juga pemanfaatan lahan sawah sebagai penunjang pokok ketahanan pangan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Yudi berharap, Pemerintah mengupayakan bantuan alat-alat pertanian dan pengelolaan padi, sehingga dapat menunjang peningkatan produksi padi di Kecamatan Jirak Jaya. \u201cSelain itu, produksi padi organik ini nantinya terus ditingkatkan dan akan dipasarkan secara luas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Asmen LR Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field, Ferry Prasetyo mengatakan, CSR yang diberikan kepada Kelompok Bina Tani Organik Desa Jirak meliputi\u00a0pendidikan, penelitian, pelatihan dan pendampingan program budidaya Padi SRI dengan bimbingan\u00a0Konsultan Pertanian Carios dari Ciamis.<\/p>\n<p>\u201cPada kegiatan panen ini, adalah bagian dari keseluruhan tahapan tersebut, khususnya tahapan penelitian, yakni untuk membuktikan bahwa lahan padi yang tersedia di Desa Jirak dapat menembus angka target 10 ton dari 1 hektare dengan metode SRI,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Anggota Kelompok Bina Tani Organik Desa Jirak, Masduki menyampaikan rasa bangga dirinya dan anggota kelompok tani atas hasil panen yang dicapai. Menurutnya, dengan menggunakan metode Padi SRI Organik, hasil panen jauh lebih meningkat.<\/p>\n<p>\u201cKita bersyukur dengan hasil yang dicapai saat ini. Biasanya kita menghasilkan 1 hektare itu 1 ton, kali ini 1 hektare hasilnya 7,4 ton. Memang belum mencapai target 1 hektare 10 ton, tapi kita bersyukur. Ke depan, target itu akan kita capai,\u201d ucapnya bersemangat. (ije)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKAYU, fornews.co &#8211; Produktivitas petani di Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, tidak terpengaruh signifikan dengan pandemi COVID-19. Sebagai buktinya, Kelompok Bina Tani Organik Desa Jirak melakukan panen perdana padi SRI Organik, Kamis (13\/08). Panen padi SRI Organik ini merupakan pendampingan dari program CSR PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field, di mana kelompok tani [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":55937,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[17454,17455,17453],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/08\/WhatsApp-Image-2020-08-13-at-10.00.42-scaled.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-eya","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55934"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55934"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55934\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55940,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55934\/revisions\/55940"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55937"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55934"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55934"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55934"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}