
{"id":56746,"date":"2020-09-01T20:31:47","date_gmt":"2020-09-01T13:31:47","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=56746"},"modified":"2020-09-06T13:00:58","modified_gmt":"2020-09-06T06:00:58","slug":"peringatan-uuk-diy-refleksi-keteladanan-dan-keberpihakan-yogyakarta-kepada-republik-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/peringatan-uuk-diy-refleksi-keteladanan-dan-keberpihakan-yogyakarta-kepada-republik-indonesia\/","title":{"rendered":"Peringatan UUK DIY Refleksi Keteladanan dan Keberpihakan Yogyakarta kepada Republik Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYAKARTA, fornews.co<\/strong>&#8211;Upaya mempertahankan nilai kejuangan perlu dibarengi dengan memperbaiki kesalahan dan kelemahan, agar semua sumber daya sejarah yang ada dapat dimanfaatkan bagi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.<\/p>\n<p>Hal itu diucapkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam peringatan Undang-Undang Keistimewaan (UUK), pada Senin (31\/8) kemarin, di Grahatama Pustaka Yogyakarta,<\/p>\n<p>Peringatan UUK DIY itu sekaligus merefleksikan keteladanan dan keberpihakan Yogyakarta kepada Republik Indonesia.<\/p>\n<p>Atas bergabungnya Yogyakarta ke Republik Indonesia. Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Adipati Paku Alam, berkontribusi besar terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).<\/p>\n<p>Pilihan yang diambil oleh keduanya tidak lain sebagai upaya melindungi simbol-simbol negara dan bangsa di masa awal kemerdekaan. Sehingga kebhinekaan dan keutuhan NKRI tertap terjaga.<\/p>\n<p>&#8220;Diterbitkannya Undang-Undang Keistimewaan (UUK) yang bersumber dari peristiwa bersejarah saat Nagari Ngayogyakarta memandatkan diri bergabung dengan Republik Indonesia,&#8221; ungkap Raja Yogyakarta.<\/p>\n<p>Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan semangat keistimewaan DIY harus mewujud dalam berbagai aspek kehidupan, di mana pejabat harus menjadi pelayan yang baik.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, bagi masyarakat bagaimana sikap-sikap perjuangan, kesederhanaan, dan semangat gotong-royong, semangat-semangat melebur dalam kebersamaan menjadi kekuatan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita sebagai bangsa jangan membedakan agama dan asal-usul. Karena dalam karakter perjuangan 1946-1949 itu kita guyup rukun dari semua etnik yang ada di Yogyakarta, tanpa membedakan asal-usul dan agama,&#8221; tegas Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.<\/p>\n<p>Indonesia merupakan sebuah negara yang berdiri dan berdaulat atas kerja keras perjuangan rakyat Indonesia.<\/p>\n<p>Indonesia merupakan sebuah negara yang berdiri dan berdaulat atas kerja keras perjuangan rakyat Indonesia.<\/p>\n<p>Dengan tema Jogja Istimewa Untuk Indonesia, peringatan Sewindu UUK yang digelar itu mengajak rakyat tetap berjuang agar bangsa Indonesia dapat terus hidup terhormat dalam kebhinneka tunggal ikaan, kemajuan, dan kesejahteraan.<\/p>\n<p>Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan meski masalah, tantangan, dan jawaban dalam revolusi masa ini jauh berbeda dengan jaman nol, namun, satu hal yang tidak boleh berubah, yakni jiwa dan semangat.<\/p>\n<p>Sebagai pejuang hal itu tetap diperlukan sepanjang zaman karena pembangunan bangsa memerlukan sikap kepahlawanan dan kegigihan. (adam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, fornews.co&#8211;Upaya mempertahankan nilai kejuangan perlu dibarengi dengan memperbaiki kesalahan dan kelemahan, agar semua sumber daya sejarah yang ada dapat dimanfaatkan bagi kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. Hal itu diucapkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam peringatan Undang-Undang Keistimewaan (UUK), pada Senin (31\/8) kemarin, di Grahatama Pustaka Yogyakarta, Peringatan UUK [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":56747,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[3304],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/09\/Nagari-Yogyakarta-menyatakan-bergabung-dengan-Republik-Indonesia.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-eLg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56746"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56746"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56746\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56748,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56746\/revisions\/56748"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56747"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}