
{"id":57927,"date":"2020-09-29T18:57:59","date_gmt":"2020-09-29T11:57:59","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=57927"},"modified":"2020-10-16T01:19:57","modified_gmt":"2020-10-15T18:19:57","slug":"begini-cara-membuat-resapan-air-biopori","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/begini-cara-membuat-resapan-air-biopori\/","title":{"rendered":"Begini Cara Membuat Resapan Air Biopori"},"content":{"rendered":"<p><strong>fornews.co<\/strong>&#8211;Biopori merupakan lubang resapan air yang dibuat tegak lurus ke dalam tanah dan tidak memiliki muka air tanah dangkal. Lubang ini biasanya berdiameter 10-30 cm.<\/p>\n<p>Lubang resapan air biopori kemudian diisi dengan sampah organik. Sampah organik itu berfungsi sebagai sumber makanan bagi cacing, akar tumbuhan dan makhluk hidup lain yang ada di tanah.<\/p>\n<p>Apa saja manfaat biopori bagi lingkungan? Berikut beberapa manfaat dari pembuatan biopori:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Mengurangi sampah organik<\/strong><br \/>\nSelain dapat mengurangi sampah organik atau sampah dari dapur, lubang resapan air biopori dapat digunakan untuk pembuatan kompos. Sehingga dapat dilakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik.<\/li>\n<li><strong>Menyuburkan tanah<\/strong><br \/>\nLubang resapan air biopori yang sudah terisi sampah organik akan membuat tanah menjadi subur karena terjadi proses biologis di dalam biopori.<\/li>\n<li><strong>Membantu mencegah terjadinya banjir<\/strong><br \/>\nLubang resapan air biopori yang sudah jadi akan menjadi sumber makan bagi cacing tanah. Cacing tanah akan membuat terowongan dan masuk melalui lubang-lubang pada pipa PVC.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Saat di permukaan tanah terjadi genangan air, maka air akan mudah meresap melalui terowongan-terowongan itu.<\/p>\n<p>Terowongan-terowongan yang dibuat oleh cacing tanah terbukti dapat meningkatkan tampungan air. Lubang resapan biopori juga mampu meresap air 40 kali lipat.<\/p>\n<p>Ini sangat membantu peresapan air, jika terdapat drainase yang buruk. Drainase buruk biasanya ada di kawasan penduduk padat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_57925\" aria-describedby=\"caption-attachment-57925\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"640\" height=\"452\" class=\"wp-image-57925 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/09\/watermark-foto-ok-blank-copy-4.jpg\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/09\/watermark-foto-ok-blank-copy-4.jpg 640w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/09\/watermark-foto-ok-blank-copy-4-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/09\/watermark-foto-ok-blank-copy-4-120x86.jpg 120w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-57925\" class=\"wp-caption-text\">capture dari channel youtube balitbang bupr<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Cara membuat biopori<\/strong><\/p>\n<p>Biopori seyogianya dibuat pada tempat-tempat yang sekiranya terkena air hujan. Misalnya, di ruang terbuka seperti halaman rumah atau gedung; atau lorong-lorong kampung; dan tempat terbuka lainnya.<\/p>\n<p>Terlebih dahulu Anda bisa menyiapkan bahan dan peralatan yang akan digunakan untuk membuat biopori. Anda bisa mulai mempersiapkan pipa PVC berdiameter 10-30 atau sesuai kebutuhan, bor tanah, sampah organik, dan air.<\/p>\n<p>Langkah berikutnya, lubangi seluruh dinding pada pipa PVC sekaligus pada tutupnya.<\/p>\n<p>Setelah menentukan lokasi yang akan dijadikan tempat pembuatan penyerapan air, selanjutnya basahi atau siram tanah terlebih dahulu agar tanah tidak terlalu keras saat melakukan pengeboran.<\/p>\n<p>Setelah tanah dirasa lunak, mulailah melubangi tanah menggunakan bor tanah yang sudah disiapkan. Usahakan pengeboran dibuat tegak lurus.<\/p>\n<p>Setiap mata bor yang sudah penuh tanah sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu agar pengeboran dapat mudah dilakukan.<\/p>\n<p>Kedalaman lubang dibuat dengan sekira 1 meter dengan diameter 10-30 cm atau sesuai dengan kebutuhan.<\/p>\n<p>Namun, jika saat pengeboran mendapati penghalang seperti batu, Anda dapat berhenti sejenak untuk menghilangkannya.<\/p>\n<p>Jika tidak punya bor, Anda juga dapat melubangi tanah menggunakan linggis.<\/p>\n<p>Setelah itu, pipa PVC yang sudah dipersiapkan dimasukkan ke lubang yang sudah dibor.<\/p>\n<p>Kemudian, sampah organik yang telah disiapkan dimasukan ke dalam pipa PVC dan ditutup menggunakan tutup\u00a0 pipa PVC yang sebelumnya juga telah disiapkan.<\/p>\n<span class=\"embed-youtube\" style=\"text-align:center; display: block;\"><iframe class='youtube-player' width='640' height='360' src='https:\/\/www.youtube.com\/embed\/OMcmhmsGKEY?version=3&#038;rel=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;fs=1&#038;hl=id-ID&#038;autohide=2&#038;wmode=transparent' allowfullscreen='true' style='border:0;' sandbox='allow-scripts allow-same-origin allow-popups allow-presentation'><\/iframe><\/span>\n<p>Agar lubang penyerapan airbiopori tetap awet, Anda dapat melakukan penyemenan di sekeliling lubang biopori.<\/p>\n<p>Agar lubang resapan air biopori yang telah dibuat dapat berfungsi dengan baik perlu perhatian dan perawatan.<\/p>\n<p>Secara bertahap, setiap pekan, lubang biopori diisi sampah organik hingga terisi penuh.<\/p>\n<p>Lubang resapan biopori yang sudah terisi sampah organik dapat dibiarkan selama tiga bulan agar sampah tersebut nantinya menjadi kompos.<\/p>\n<p>Setelah tiga bulan, sampah organik yang sudah menjadi kompos diangkat dan pipa PVC kembali diisi dengan sampah organik yang baru.<\/p>\n<p>Kompos yang sudah sudah jadi siap dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Anda bisa memupuk tanaman di halaman rumah. (adam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>fornews.co&#8211;Biopori merupakan lubang resapan air yang dibuat tegak lurus ke dalam tanah dan tidak memiliki muka air tanah dangkal. Lubang ini biasanya berdiameter 10-30 cm. Lubang resapan air biopori kemudian diisi dengan sampah organik. Sampah organik itu berfungsi sebagai sumber makanan bagi cacing, akar tumbuhan dan makhluk hidup lain yang ada di tanah. Apa saja [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":57924,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/09\/watermark-foto-ok-blank-copy-3.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-f4j","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57927"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57927"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57927\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59097,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57927\/revisions\/59097"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57924"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57927"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57927"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57927"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}