
{"id":59134,"date":"2020-10-16T13:00:48","date_gmt":"2020-10-16T06:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=59134"},"modified":"2020-10-16T13:45:28","modified_gmt":"2020-10-16T06:45:28","slug":"covid-19-pada-lansia-dan-komorbid-gejalanya-tak-jelas-protokol-kesehatan-harus-lebih-ketat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/covid-19-pada-lansia-dan-komorbid-gejalanya-tak-jelas-protokol-kesehatan-harus-lebih-ketat\/","title":{"rendered":"Covid-19 Pada Lansia dan Komorbid Gejalanya Tak Jelas, Protokol Kesehatan Harus Lebih Ketat"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> &#8211; Kaum lanjut usia (Lansia) dan mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) paling rentan terpapar Covid-19. Apalagi gejala umum yang biasa dialami pasien positif Covid-19 sama sekali tidak muncul pada Lansia dan komorbid yang terkonfirmasi positif.<\/p>\n<p>Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dr Czeresna Heriawan Soejono mengatakan, Lansia terkonfirmasi positif Covid-19 tidak memiliki kekhasan gejala alias tidak jelas. Mantan Direktur Utama RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta itu menyebutkan gejala batuk-batuk, sesak nafas, atau hilangnya indra penciuman dan perasa yang umumnya dialami pasien positif Covid-19 sama sekali tidak muncul pada Lansia dan komorbid.<\/p>\n<p>\u201cLansia dan komorbid ini perlu perhatian khusus, lebih ketat <em>monitoring<\/em>-nya karena gejalanya khas sekali,\u201d ujar dr Soejono dalam <em>talkshow<\/em> \u201cMengapa Lansia dan Komorbid Rentan Terinfeksi Covid-19\u201d di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Rabu (14\/10).<\/p>\n<p>Soejono menambahkan, gejala khas yang muncul pada pasien positif Lansia dan komorbid seperti nafsu makan hilang tiba-tiba, terjadi perubahan perilaku yang tidak biasa, dan kesadarannya hilang. Ditambah penyakit penyerta yang dialami semakin memperberat pasien Lansia.<\/p>\n<p>\u201cPengalaman kami bisa mengatasi virusnya, tapi kadang inveksi sekunder itu muncul ketika hasil negatifnya,\u201d kata Soejono.<\/p>\n<p>Kepala Staf Medik Fungsional Pulmonologi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta, dr Adria Rusli mengatakan, perhatian keluarga sangat penting bagi Lansia dan komorbid untuk menghindari paparan virus corona. Lingkungan yang bersih, makanan sehat, dan istirahat cukup harus diterapkan bagi Lansia dan komorbid.<\/p>\n<p>\u201cKalau sudah kena berat sekali dan tinggi angka kematiannya,\u201d ujar Adria.<\/p>\n<p>Menurut Adria, dukungan keluarga terutama dalam menerapkan protokol kesehatan, khususnya bagi orang terdekat di sekitarnya, sangat penting. Adria mencontohkan, jika Lansia tinggal bersama cucu dan pengasuhnya maka harus diperhatikan protokol kesehatannya. Hal sama juga perlu diawasi terhadap pengantar makanan jika memesan dari luar.<\/p>\n<p>\u201cIni juga berlaku untuk yang mengantar makanan, misalnya asisten rumah tangga atau supir pribadi, perlu dipastikan protokol kesehatannya,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Perawat di Bagian Geriatri RSUP RSCM Jakarta Eva Rischta Magdalena menyampaikan, rata-rata pasien Lansia dan komorbid terpapar Covid-19 merasa tersisihkan dari keluarga. Ruang isolasi, tempat perawatan pasien Covid-19, memang tidak diperbolehkan dikunjungi keluarga. Namun keberadaan perawat memberi dukungan penuh untuk kesembuhan pasien.<\/p>\n<p>\u201cPerawat membantu <em>support system <\/em>dan membantu mengkomunikasikan pasien dengan keluarga memanfaatkan teknologi,\u201d ujar perawat yang sudah 18 tahun bertugas di RSCM tersebut. (ads\/ije)<\/p>\n<p><strong>#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co &#8211; Kaum lanjut usia (Lansia) dan mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) paling rentan terpapar Covid-19. Apalagi gejala umum yang biasa dialami pasien positif Covid-19 sama sekali tidak muncul pada Lansia dan komorbid yang terkonfirmasi positif. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dr Czeresna Heriawan Soejono [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":59135,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18043],"tags":[18040,18362],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/10\/Talkshow-STPC19-14-Oktober-2020-scaled.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-fnM","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59134"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59134"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59134\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59136,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59134\/revisions\/59136"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59135"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}