
{"id":59163,"date":"2020-10-16T18:30:19","date_gmt":"2020-10-16T11:30:19","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=59163"},"modified":"2020-10-16T19:24:18","modified_gmt":"2020-10-16T12:24:18","slug":"pokdarwis-muba-jelajahi-gua-bekas-bengkel-tank-belanda-di-lawang-wetan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/pokdarwis-muba-jelajahi-gua-bekas-bengkel-tank-belanda-di-lawang-wetan\/","title":{"rendered":"Pokdarwis Muba Jelajahi Gua Bekas Bengkel Tank Belanda di Lawang Wetan"},"content":{"rendered":"<p><strong>SEKAYU, fornews.co<\/strong> &#8211; Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Musi Banyuasin melakukan telusur bungker peninggalan Belanda di Muba yang terletak di Dusun III, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Lawang Wetan, Kamis (15\/10). Peninggalan bersejarah tersebut terkubur tanpa adanya sentuhan tangan manusia.<\/p>\n<p>Penelusuran ini bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat Muba yang belum atau tidak mengetahui bahwa di wilayah mereka terdapat sebuah situs sejarah peninggalan pada zaman penjajahan. Situs sejarah yang biasa masyarakat sekitar sebut sebagai Gua Belanda atau Bengkel Belanda ini memiliki luas 100 meter persegi, dengan banyaknya bebatuan yang runtuh termakan usia.<\/p>\n<p>Pemilik tanah di mana Gua Belanda berada, Alamudin bin Rohim (63) mengatakan, peninggalan zaman Belanda ini dulunya merupakan bengkel untuk memperbaiki tank, di mana pada atas bukit terdapat bekas-bekas lintasan dari tank.<\/p>\n<p>\u201cDulunya banyak besi kata kakek saya, karena dahulu zaman krisis sehingga besi-besi yang ada dicuri dan dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selain banyak reruntuhan batu peninggalan Belanda, pada situs itu juga ada sebuah gua setinggi 1 meter. \u201cSaya tidak melarang orang untuk masuk, jika mau masuk silakan saja, tetapi saya tidak bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Desa Rantau Kasih M Dedi mengucapkan terima kasih kepada Tim Pokdarwis Muba di bawah binaan Dispopar Muba yang telah mengunjungi bungker ini. Menurut Dedi, harapannya ke depan tempat ini layak dikunjungi untuk masyarakat untuk berwisata sejarah.<\/p>\n<p>Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muba, Muhamad Fariz mengatakan, di masa pandemi ini seluruh masyarakat sama-sama merasakan kesulitan dan berjuang keras menghadapi Covid-19. Bukan hanya sektor pariwisata, UMKM juga di Indonesia bahkan di dunia juga menurun drastis. Namun semangat para pemuda pecinta budaya dan pariwisata lokal dalam mengeksplorasi jejak sejarah dan budaya ini tidak diragukan lagi dan patut diacungi jempol.<\/p>\n<p>\u201cYa, saya sangat apresiasi kepada Pokdarwis Muba yang sangat peduli dengan pariwisata yang ada di Muba. Semoga ke depan dengan telah diresmikannya program Jelajah Muba On Tv beberapa bulan yang lalu dapat mengekspose tempat-tempat wisata bersejarah yang dapat menarik minat masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata tersebut, dan mampu meningkatkan kembali ekonomi kita yang ada di Indonesia terutama di Musi Banyuasin,\u201d tuturnya. (ije)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKAYU, fornews.co &#8211; Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Musi Banyuasin melakukan telusur bungker peninggalan Belanda di Muba yang terletak di Dusun III, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Lawang Wetan, Kamis (15\/10). Peninggalan bersejarah tersebut terkubur tanpa adanya sentuhan tangan manusia. Penelusuran ini bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat Muba yang belum atau tidak mengetahui bahwa di wilayah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":59164,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[638],"tags":[18372,18371,18373,18374],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-16-at-09.19.05-scaled.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-fof","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59163"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59163"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59163\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59165,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59163\/revisions\/59165"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59163"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}