
{"id":59749,"date":"2020-10-26T18:30:11","date_gmt":"2020-10-26T11:30:11","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=59749"},"modified":"2020-10-26T19:06:39","modified_gmt":"2020-10-26T12:06:39","slug":"pabrik-aspal-karet-di-muba-diresmikan-pasok-kebutuhan-daerah-lain-di-sumsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/pabrik-aspal-karet-di-muba-diresmikan-pasok-kebutuhan-daerah-lain-di-sumsel\/","title":{"rendered":"Pabrik Aspal Karet di Muba Diresmikan, Pasok Kebutuhan Daerah Lain di Sumsel"},"content":{"rendered":"<p><strong>SEKAYU, fornews.co<\/strong> \u2013 Hari ini Senin 26 Oktober 2020 Kabupaten Musi Banyuasin mencatatkan sejarah dengan dilakukannya Peresmian Instalasi Pengolahan Aspal Karet dan Uji Gelar Aspal Karet Berbasis Lateks Terpravulkanisasi di Kabupaten Muba. Pabrik aspal karet ini merupakan yang pertama beroperasi di Indonesia.<\/p>\n<p>Kehadiran pabrik aspal karet ini menjadi solusi bagi petani karet di Muba dan Sumsel umumnya, untuk mendongkrak kembali harga karet yang dalam beberapa tahun terakhir anjlok. Bahkan pabrik yang diproyeksi mampu menyerap 20.000 ton lateks pekat produksi petani dalam sebulan ini dyakini akan menstabilkan perekonomian khususnya di sektor perkebunan karet yang tentunya akan berdampak juga pada pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi ini.<\/p>\n<p>\u201cPabrik aspal karet Muba ini kontribusi nyata dalam upaya andil daerah memulihkan perekonomian nasional. Ini juga sejalan dengan misi Presiden RI Joko Widodo mendukung percepatan serta peningkatan kualitas pembangunan strategis nasional,\u201d ujar Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian PUPR, Achmad Gani Ghazaly Akman pada Peresmian Instalasi Pengolahan Aspal Karet dan Uji Gelar Aspal Karet Berbasis Lateks Terpravulkanisasi di Kabupaten Muba di Workshop Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (26\/10).<\/p>\n<p>Menurut Akman, Kabupaten Muba sangat konsisten dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini terbukti sejak 2018 lalu di mana Kabupaten Muba menjadi daerah pertama yang merealisasikan pembangunan jalan aspal karet di Desa Mulyorejo, B4, Kecamatan Sungai Lilin dengan panjang 465 meter dan mampu menyerap karet rakyat sejumlah 8,49 ton.<\/p>\n<p>\u201cKemudian, atas inisiatif dan inovasi tersebut Pemkab Muba mendapat <em>reward<\/em> dari Kementerian PUPR dan mendapatkan dana insentif sebesar Rp20 miliar yang kemudian oleh Bupati Muba Dodi Reza dialokasikan kembali untuk pembangunan jalan aspal karet di sejumlah ruas jalan Kabupaten Muba. Ini sangat luar biasa, dan Kementerian PUPR sangat mengapresasi hal tersebut,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Akman mengatakan, dari sisi kualitas tentu aspal karet lebih baik dibandingkan aspal biasa serta dari sisi ketahanan usiaya jauh lebih kuat.<\/p>\n<p>\u201cSesuai arahan pak Presiden penerapan pembangunan jalan aspal karet ini harus terus berjalan, dan saya berharap keberadaan pabrik aspal karet Muba ini dapat memudahkan daerah lainnya khususnya di Sumatra Selatan untuk memperoleh sumber aspal karet yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan yang menggunakan dana APBD masing-masing daerah,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Bupati Muba Dodi Reza Alex menyampaikan, realisasi pembangunan pabrik aspal karet tersebut penuh perjuangan dengan melibatkan seluruh pihak khususnya Perangkat Daerah Pemkab Muba yang bertujuan semata-mata demi meningkatkan kesejahteraan petani karet yang sejak 2 tahun belakangan ini makin terpuruk. Diketahui, Kabupaten Muba merupakan salah satu Kabupaten penghasil karet terbesar di Sumatra Selatan. Pada\u00a0 tahun 2019, luas perkebunan karet mencapai 337\u00a0 ribu hektare dengan produksi karet kering 152 ribu ton. komposisi kepemilikan perkebunan karet di Muba didominasi perkebunan rakyat sebesar 90%.<\/p>\n<p>\u201cPotensi besar dan fluktuasi harga yang berpengaruh besar terhadap ekonomi masyarakat membuat kami sejak awal memimpin Muba mencarikan solusi baik dari sisi kelembagaan petani, peningkatan produktivitas, dan pemasaran. Salah satu solusi tersebut adalah memanfaatkan karet sebagai bahan campuran aspal yang disebut aspal karet,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Untuk memproduksi aspal karet ini, lanjut Dodi, Pemkab Muba sudah menyiapkan sarana dan prasarana mulai dari pemenuhan mesin sentrifuge, pelatihan bagi petani yang tergabung di UPPB, dan pasar lateks pekat. Bahkan sebuah produk hukum yang mendasari perluasan pemakaian aspal karet bagi pembangunan jalan di Sumatra Selatan yakni berupa Surat Edaran Menteri Dalam Negeri sudah ada. Sedangkan di tingkat daerah, Muba juga sedang menyiapkan regulasinya.<\/p>\n<p>\u201cSurat Edaran Menteri Dalam Negeri nomor 602\/2161\/BJ Tentang Pemanfaatan Aspal Karet untuk Pembangunan Jalan Daerah sudah ada. Kita sedang menggodok regulasi khusus untuk Muba. Intinya, karet produksi Muba memberi manfaat bagi seluruh warga Sumsel. Jalan bisa lebih awet, petani karet lebih baik dan sejahtera,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dodi menjelaskan, pilihan pemanfaatan teknologi aspal karet solusi yang tepat di tengah merosotnya harga karet alam di pasaran. Penggunaan karet rakyat sebagai bahan aspal diharapkan akan mendongkrak harga, memberi nilai tambah, serta mendorong hilirisasi karet menjadi produk lainnya.<\/p>\n<p>\u201cAdapun langkah strategis yang telah kita lakukan di antaranya menerbitkan Peraturan Bupati nomor 324 tahun 2015 tentang pedoman pengolahan dan pemasaran bahan olah karet (Bokar) di Kabupaten Musi Banyuasin, kelembagaan petani karet melalui unit pengolahan dan pemasaran Bokar (UPPB), yang mana sampai tahun 2020 terbentuk 88 UPPB dengan anggota 16.200 kk. UPPB menjadi ujung tombak dalam penyediaan bahan baku aspal karet baik Bokar maupun lateks pekat,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>\u201cKemudian, pembangunan unit pemisah sentrifuge lateks sebanyak 3 unit yaitu di Kecamatan Keluang, Sekayu, dan Babat Toman untuk pengolahan lateks pekat dan pembangunan instalasi pengolahan lateks pekat terpravulkanisasi. Kabupaten Musi Banyuasin akan membangun kawasan industri hijau dengan fokus pada hilirisasi kelapa sawit dan karet, <em>power plant<\/em> berbahan bakar energi terbarukan, <em>processing<\/em> gas alam, pembentukan pusat unggulan komoditas lestari dengan fokus pada karet dan kelapa sawit. Pusat unggulan tersebut diharapkan akan mendorong peningkatan produksi, pengolahan, dan pemasaran dari komoditas dengan bertumpuh pada penerapan <em>platform<\/em> <em>Good Agricultural Practices<\/em> (GAP) dan <em>Verified Sourcing Area<\/em> (VSA),\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi apa yang telah direalisasikan Pemkab Muba dalam\u00a0 upaya percepatan pembangunan infrastruktur dan program inovasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani karet.<\/p>\n<p>\u201cPabrik aspal karet di Muba ini dibangun sudah sangat besar dan baik, mari kita bersama-sama memanfaatkannya demi meningkatkan perekonomian dan kualitas pembangunan infrastruktur. Mudah-mudahan dengan adanya <em>launching<\/em> ini, Kabupaten Muba bisa mensuplai kabupaten kota lain yang AMP-nya (<em>Asphalt Mixing Plant<\/em>) berkebutuhan terhadap aspal bercampur karet,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>HD juga menjelaskan bahwa inovasi ini butuh edukasi kepada para petani. Dengan pola lateks cair dan teknologi diberikan bimbingan, seperti di Kecamatan Keluang sudah diberikan peralatan oleh Pemkab Muba yaitu sentrifuge untuk menghasilkan lateks pekat.<\/p>\n<p>\u201cHari ini bukan lagi uji coba namun sudah diterapkan, mudah-mudahan ini menjadi salah satu alternatif yang membuka peluang yang selama ini karet itu untuk komoditas tertentu. Tapi sekarang kita berharap karet yang dibuat sebagai aspal yang ada di Muba ini tidak membuat harga karet bergantung di harga internasional. Karena nanti kita bersama dengan pak Bupati akan menjadikan aspal karet ini sebagai e-katalog dengan <em>fix price<\/em>,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut HD mengatakan, untuk kualitas ada 3 tahapan pada pra, penerapan dan pasca penerapan. Jadi aspal karet ini secara bersamaan dengan para pekerjanya harus betul-betul bekerja dengan benar dengan komposisi yang benar sampai ke lapisan bawahnya. Jadi harus ada persamaan dan komitmen semua pihak untuk bertransformasi menjaga kualitas.<\/p>\n<p>\u201cSaya berharap melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri nomor 602\/2161\/BJ Tentang Pemanfaatan Aspal Karet untuk Pembangunan Jalan Daerah, seluruh kabupaten kota dapat menerapkan aspal karet, dan ambil bahannya di Muba. Semua inovasi ini harus dapat dijaga secara bersama. Adapun esensi dari kerja keras ini adalah untuk kepentingan masyarakat,\u201d tukasnya.<\/p>\n<p>Sekretaris Daerah Muba, Apriyadi menjelaskan, proses pengolahan aspal karet di Muba yakni lateks kebun dari petani dibawa ke UPPB Cipta Praja Kecamatan Keluang, lalu lateks kebun diolah menjadi lateks pekat dengan menggunakan mesin sentrifuge dengan produksi 500 kilogram lateks pekat per jam.<\/p>\n<p>\u201cMesin sentrifuge ada di UPPB Keluang, kemudian lateks pekat di kirim ke instalasi pengolah aspal karet di <em>workshop<\/em> PUPR. Selanjutnya lateks pekat diolah dengan mesin lateks pravulkanisasi sehingga lateks pekat bisa dicampur dengan aspal,\u201d jelas Kandidat Doktor Universitas Sriwijaya ini.<\/p>\n<p>Apriyadi menambahkan, lateks pravulkanisasi diolah dengan aspal pada mesin pengolah aspal karet menjadi aspal karet.<\/p>\n<p>\u201cUntuk diketahui pengolahan aspal karet satu kali pengolahan menghasilkan 15 ton aspal karet yang membutuhkan 1 ton 50 kg lateks pekat,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Sementara untuk pengelolaan pabrik pengolahan aspal karet saat ini Muba menggandeng PT Jaya Trade.<\/p>\n<p>\u201cKita\u00a0 ke depan akan adakan alih teknologi soal ini. Sehingga Muba tak hanya dapat keuntungan bagi hasil pengelolaannya saja, melainkan akan berdiri sebagai pemain utama. BUMD Muba kita dorong ambil peran ini,\u201d tegas Apriyadi. (ije)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKAYU, fornews.co \u2013 Hari ini Senin 26 Oktober 2020 Kabupaten Musi Banyuasin mencatatkan sejarah dengan dilakukannya Peresmian Instalasi Pengolahan Aspal Karet dan Uji Gelar Aspal Karet Berbasis Lateks Terpravulkanisasi di Kabupaten Muba. Pabrik aspal karet ini merupakan yang pertama beroperasi di Indonesia. Kehadiran pabrik aspal karet ini menjadi solusi bagi petani karet di Muba dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":59750,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[17037,18528],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/10\/WhatsApp-Image-2020-10-26-at-16.07.31-scaled.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-fxH","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59749"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59749"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59749\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59751,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59749\/revisions\/59751"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59750"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59749"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59749"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59749"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}