
{"id":59803,"date":"2020-10-27T10:45:48","date_gmt":"2020-10-27T03:45:48","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=59803"},"modified":"2020-10-27T10:52:43","modified_gmt":"2020-10-27T03:52:43","slug":"dear-penikmat-dan-pelaku-usaha-saatnya-cegah-perubahan-iklim-melalui-secangkir-kopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/dear-penikmat-dan-pelaku-usaha-saatnya-cegah-perubahan-iklim-melalui-secangkir-kopi\/","title":{"rendered":"Dear Penikmat dan Pelaku Usaha, Saatnya Cegah Perubahan Iklim Melalui Secangkir Kopi"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> &#8211; Perubahan iklim telah berakibat rantai pasok kopi seperti perubahan musim panen dan meningkatnya hama penyakit menjadi turut berdampak.<\/p>\n<p>Hal ini terungkap dalam diskusi virtual dalam rangkaian Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa, Senin (26\/10).<\/p>\n<p>\u201cDalam 30 tahun, kopi yang dikonsumsi masyarakat global menjadi sesuatu yang langka. Sebagai penikmat kopi dan pelaku usaha kopi kita harus mulai memikirkan dampak perubahan iklim ini,\u201d ujar Direktur Eksekutif SCOPI (The Sustainable Coffee Platform of Indonesia), Paramita Mentari Kusuma dalam kesempatan tersebut.<\/p>\n<p>Paramita mengungkapkan, berdasarkan studi terbaru Januari 2019, hampir 60 persen spesies kopi yang liar atau 75 kopi dari 124 spesies sudah dalam tahap risiko punah akibat adanya perubahan iklim.<\/p>\n<p>Sementara, Indonesia sendiri dikenal sebagai negara keempat penghasil kopi terbesar di dunia yakni 600 &#8211; 700 ribu ton per tahun. Kopi Indonesia sendiri mampu menghasilkan 20 persen Arabika dan 80 persen Robusta. \u201cPerubahan iklim telah meningkatkan risiko kepunahan spesies kopi,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Armaya, Master Trainers SCOPI yang juga petani kopi di Aceh menambahkan, dampak perubahan iklim sudah petani rasakan terutama di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Tingginya curah hujan mempengaruhi hama dan penyakit yang meningkat sehingga berdampak pada produksi buah. Deforestasi, penggunaan pupuk kimia, pembakaran limbah, dan pembakaran bahan bakar fosil turut memperparah terjadinya peningkatan suhu.<\/p>\n<p>\u201cBiasanya panen raya itu terjadi dua kali yakni Maret-Mei dan Oktober-Desember. Kita khawatir tahun 2021 mungkin hanya terjadi satu kali panen, karena hingga saat ini bunga belum juga muncul. Kemungkinan Maret-Mei tidak bisa panen dan akan membuat peralihan mata pencaharian petani,\u201d jelas Armaya.<\/p>\n<p>Kiki Purbosari dari Rikolto Indonesia menyebutkan, untuk produksi kopi yang berkelanjutan pihaknya telah menggandeng para petani kopi di Indonesia tiga provinsi dan enam kabupaten yakni di Jambi, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.<\/p>\n<p>\u201cStrategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dilakukan yakni dengan climate smart agriculture, informasi iklim dan cuaca, serta Pembayaran Jasa Ekosistem,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Atase Pertanian Indonesia untuk Uni Eropa, Wahid Maghhraby mengatakan, Uni Eropa ingin menerapkan energi yang ramah lingkungan (Carbon Neutral) di 2020 antara lain langkah-langkah untuk mempromosikan aktivitas penting dan rantai suplai yang bebas dari deforestasi dan degradasi hutan.<\/p>\n<p>Pekan Diplomasi Iklim 2020 berlangsung mulai 24 Oktober hingga 6 November mendatang, terdiri dari serangkaian kegiatan webinar, talkshow, pertunjukkan film, demo masak, fashion show hingga penyulingan kopi, yang merupakan cara kreatif Uni Eropa dalam mengampanyekan perubahan iklim.<\/p>\n<p>Tahun ini, Uni Eropa berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia, 8 kedutaan besar negara-negara anggota Uni Eropa dan lebih dari 100 organisasi not-profit, kelompok pemuda, perwakilan komunitas, sector swasta, selebriti dan opinion leader serta penggiat lingkungan. (yas)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Perubahan iklim telah berakibat rantai pasok kopi seperti perubahan musim panen dan meningkatnya hama penyakit menjadi turut berdampak. Hal ini terungkap dalam diskusi virtual dalam rangkaian Pekan Diplomasi Iklim Uni Eropa, Senin (26\/10). \u201cDalam 30 tahun, kopi yang dikonsumsi masyarakat global menjadi sesuatu yang langka. Sebagai penikmat kopi dan pelaku usaha kopi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":59804,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[48,18],"tags":[9836,18548,18547,12098],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/10\/IMG-20201027-WA0012-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-fyz","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59803"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59803"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59803\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59805,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59803\/revisions\/59805"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59803"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59803"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59803"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}