
{"id":59859,"date":"2020-10-28T07:00:10","date_gmt":"2020-10-28T00:00:10","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=59859"},"modified":"2020-10-28T08:34:48","modified_gmt":"2020-10-28T01:34:48","slug":"hindari-ketergantungan-dari-negara-lain-enam-institusi-nasional-teliti-dan-kembangkan-vaksin-merah-putih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/hindari-ketergantungan-dari-negara-lain-enam-institusi-nasional-teliti-dan-kembangkan-vaksin-merah-putih\/","title":{"rendered":"Hindari Ketergantungan dari Negara Lain, Enam Institusi Nasional Teliti dan Kembangkan Vaksin Merah Putih"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> \u2013 Ada enam institusi nasional sejauh ini yang melakukan riset dan pengembangan vaksin Covid-19 yang diberi nama vaksin Merah Putih. Hal ini di luar kebiasaan penelitian vaksin, karena keenam institusi itu melakukan penelitian dengan platform yang berbeda.<\/p>\n<p>Menteri Riset dan Teknologi\/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, enam institusi yang mengembangkan vaksin Merah Putih adalah Lembaga Eijkman Bandung, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Airlangga (Unair). Menurut Bambang, vaksin Merah Putih adalah vaksin Covid-19 yang menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia. Pengembangan vaksin dikerjakan oleh ahli Indonesia dan produksinya di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cIni menunjukkan bagaimana kepedulian dosen dan peneliti Indonesia untuk mencari solusi penanganan Covid-19,\u201d ujar Bambang dalam <em>talkshow<\/em> \u201cUpdate KPCPEN: Prinsip Keamanan Vaksin Covid-19\u201d di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Selasa (27\/10).<\/p>\n<p>Bambang menjelaskan, riset vaksin biasanya memakan waktu lama. Bahkan ada beberapa penyakit yang belum ada vaksinnya hingga saat ini seperti HIV dan Ebola. Namun, lantaran durasi waktu yang pendek, upaya cari vaksin mengalami hambatan dalam menggunakan sel. Ada bahan-bahan yang harus diimpor, misalnya sel mamalia. Bahkan hewan yang dipergunakan untuk uji coba pun harus diimpor.<\/p>\n<p>\u201cProses impor ini yang kadang-kadang men-<em>delay<\/em> aktivitas penelitian,\u201d terang Bambang.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Bambang menyampaikan, alasan Indonesia perlu kemandirian vaksin. Sebagai negara berpenduduk 270 juta jiwa, akan sangat riskan jika tergantung pada vaksin dari negara lain. Sehingga perlu kemampuan bukan hanya produksi tapi penelitian dan pengembangan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, jumlah pasien sembuh di Indonesia mencapai 315 ribu orang. Persentase angka kesembuhan sebesar 80,84% dengan selisih 7,24% dari angka kesembuhan global. Ini berkat kerja sama harmonis antara pemerintah pusat dengan daerah, pihak swasta, dan masyarakat.<\/p>\n<p>Doni menambahkan, kasus aktif berada di bawah kasus aktif global 15,74%. Sementara di beberapa negara sedang mengalami penambahan kasus saat ini. Namun yang perlu menjadi perhatian serius adalah angka kematian di Indonesia yang relatif masih di atas angka global.<\/p>\n<p>\u201cIni hasil kerja keras dari para dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang semakin nambah pengalaman dan pengetahuan dalam menangani pasien bisa lebih baik lagi,\u201d ujar perwira tinggi TNI berpangkat Letna Jenderal ini. (ads\/ije)<\/p>\n<p><strong>#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 Ada enam institusi nasional sejauh ini yang melakukan riset dan pengembangan vaksin Covid-19 yang diberi nama vaksin Merah Putih. Hal ini di luar kebiasaan penelitian vaksin, karena keenam institusi itu melakukan penelitian dengan platform yang berbeda. Menteri Riset dan Teknologi\/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, enam institusi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":59860,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18043],"tags":[18040,16970,18425],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/10\/Talkshow-STPC19-27-Oktober-2020_UMKM-scaled.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-fzt","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59859"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59859"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59859\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59861,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59859\/revisions\/59861"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59860"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59859"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59859"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59859"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}