
{"id":60867,"date":"2020-11-12T14:40:21","date_gmt":"2020-11-12T07:40:21","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=60867"},"modified":"2020-11-12T15:17:15","modified_gmt":"2020-11-12T08:17:15","slug":"digitalisasi-umkm-upaya-perkuat-umkm-hadapi-pandemi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/digitalisasi-umkm-upaya-perkuat-umkm-hadapi-pandemi\/","title":{"rendered":"Digitalisasi UMKM, Upaya Perkuat UMKM Hadapi Pandemi"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> \u2013 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia terbukti menjadi tulang punggung dan penyangga dari berbagai masalah ekonomi yang disebabkan berbagai krisis ekonomi. Untuk memperkuat UMKM di tengah pandemi COVID-19 dibutuhkan percepatan transformasi digital.<\/p>\n<p>Salah satu program yang dilakukan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) adalah mengajak inovator muda untuk mendukung digitalisasi UMKM lewat program Pahlawan Digital UMKM.<\/p>\n<p>\u201cAwalnya, dalam situasi serba sulit seperti ini banyak UMKM yang mampu bertahan bahkan penjualannya meningkat karena terhubung dengan ekosistem digital. Namun baru 10-11 juta UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital. Di saat yang sama saya melihat banyak sekali anak muda yang hadir dengan inovasi membantu UMKM untuk <em>go digital<\/em>,\u201d ujar Penggagas Pahlawan Digital UMKM, Putri Tanjung, Rabu (11\/11).<\/p>\n<p>Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Fiki Satari mengatakan, inovasi dan layanan digital yang dihadirkan para Pahlawan Digital UMKM ini, memang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan lokal yang ada di lapangan. Berdasarkan data BPS per September 2020, kondisi yang dihadapi UMKM memang cukup menantang.<\/p>\n<p>\u201cBahwa 45% pelaku UKM hanya mampu bertahan selama 3 bulan dalam kondisi ekonomi di masa pandemi seperti ini. Data survei Asian Development Bank (ADB) terkait dampak pandemi terhadap UMKM di Indonesia, 88% usaha mikro kehabisan kas atau tabungan, dan lebih dari 60% usaha mikro kecil ini sudah mengurangi tenaga kerjanya. Oleh karena itu sangat penting bagi usaha mikro agar diintervensi\u00a0 dengan literasi keuangan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kemenkop UKM sendiri memiliki strategi pengembangan digitalisasi UMKM dalam 4 tahap. <em>Pertama<\/em>, meningkatkan Sumber Daya Manusia dengan mempersiapkan pelaku usaha UMKM agar kapasitasnya bisa meningkat. <em>Kedua<\/em>, mengintervensi perbaikan proses bisnisnya yang diturunkan ke dalam beberapa program. <em>Ketiga<\/em>, perluasan akses pasar yang salah satunya juga Kemenkop UKM bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang\/Jasa Pemerintah (LKPP) agar pelaku UMKM bisa menjadi vendor pengadaan barang dan jasa pemerintah. <em>Keempat<\/em>, mengglorifikasi pahlawan lokal pelaku UMKM.<\/p>\n<p>\u201cPahlawan lokal pelaku UMKM ini syaratnya adalah, pemantik, pemberdaya, punya brand yang kuat, dan secara keseluruhan mampu mengagregasi usaha Mikro dan Kecil untuk berlabuh ke platform digital ataupun ke pasar internasional (ekspor) nantinya,\u201d terang Fiki.<\/p>\n<p>Tantangan UMKM di Indonesia memang cukup beragam dan perlu untuk dicari solusi-solusi yang tepat, karena terkait dengan rasio kewirausahaan di Indonesia yang baru mencapai 3,5%. Kondisi ini dianggap perlu untuk menciptakan kondisi kemudahan berusaha agar meningkatkan rasio tersebut.<\/p>\n<p>\u201cUMKM juga perlu langsung terhubung dengan rantai pasok industri, yang aksesnya kini baru mencapai angka 15%,\u201d kata Fiki.<\/p>\n<p>Salah satu inovator Pahlawan Digital UMKM adalah Credibook, layanan digital yang bergerak di bidang pencatatan keuangan.<\/p>\n<p>\u201cCredibook ini masuk melalui layanan pencatatan keuangan yang fokusnya pada penyelesaian masalah kasbon (utang-piutang) yang kerap dirasakan pengusaha UMKM. Turunan produk ini bergerak ke arah pembayaran digital, terutama pada sisi pembayaran tagihan. Kita juga bekerja sama dengan beberapa lembaga untuk membantu UMKM menambah pembiayaan modalnya,\u201d tutur Co-Founder dan CEO Credibook, Gabriel Frans.<\/p>\n<p>Lebih lanjut lagi, Gabriel melihat potensi UMKM Indonesia sangat besar sehingga menggugahnya untuk terlibat lebih jauh. Sementara digitalisasi UMKM masih sedikit pelakunya.<\/p>\n<p>\u201cKalau mau melihat contoh, wartel kini sudah digantikan ponsel, lalu surat telah berganti email. Pencatatan keuangan pasti akan tergantikan, ini hanya masalah momentum dan siapa yang mau melakukannya. Kita di Credibook, memutuskan tidak mau sekadar jadi penonton tapi berpartisipasi untuk digitalisasi UMKM,\u201d terang Gabriel.<\/p>\n<p>Dari proyeksi ekonomi digital yang disusun Google dan Temasek Holding, sektor ekonomi digital Indonesia terbesar di kawasan Asia Tenggara, dengan potensi ekonomi hingga 2025 nanti mencapai hampir Rp2.000 Triliun. Melihat potensi sebesar itu, maka pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan hendaknya bersinergi mendorong potensi ekonomi ini untuk mencapai titik optimal.<\/p>\n<p>\u201cSebagai anak muda, kita sering mengeluh di media sosial, termasuk saya juga. Tapi cobalah berpikir lebih jauh, bahwa keluhan itu sebenarnya perlu solusi. Banyak produk dan startup justru datang dari membaca peluang dari keluhan atau masalah tersebut,\u201d tutup Gabriel. (ads\/ije)<\/p>\n<p><strong>#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia terbukti menjadi tulang punggung dan penyangga dari berbagai masalah ekonomi yang disebabkan berbagai krisis ekonomi. Untuk memperkuat UMKM di tengah pandemi COVID-19 dibutuhkan percepatan transformasi digital. Salah satu program yang dilakukan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) adalah mengajak inovator muda untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":60868,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18043],"tags":[18677,18678,18670,18673,18672,18671,18675,18676,18674,18669,18848],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/11\/Digitalisasi-UMKM-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-fPJ","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60867"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60867"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60867\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":60869,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60867\/revisions\/60869"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60868"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60867"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60867"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60867"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}