
{"id":61215,"date":"2020-11-18T19:00:26","date_gmt":"2020-11-18T12:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=61215"},"modified":"2020-11-18T20:04:05","modified_gmt":"2020-11-18T13:04:05","slug":"perlu-edukasi-masif-dan-konsisten-tentang-pentingnya-vaksinasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/perlu-edukasi-masif-dan-konsisten-tentang-pentingnya-vaksinasi\/","title":{"rendered":"Perlu Edukasi Masif dan Konsisten Tentang Pentingnya Vaksinasi"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> \u2013 Tidak semua kalangan masyarakat mampu menerima vaksin dengan sukarela sebagai hal yang positif dan melindungi. Untuk itu perlu adanya edukasi yang berkesinambungan dan konsisten yang harus dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya imunisasi.<\/p>\n<p>\u201cTidak semua orang mau anaknya diimunisasi, karena adanya ketidaktahuan soal Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Peran media untuk mengedukasi masyarakat sangat kuat,\u201d ujar Direktur RSUD Saiful Anwar Malang dan Ketua Tim Tracing Gugus Tugas COVID-19 Jawa Timur, dr Kohar Hari Santoso dalam Dialog Produktif bertema Belajar dari Sukses Vaksin MR di Jawa Timur dan Peran Media dalam Vaksinasi yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (17\/11).<\/p>\n<p>Menurut Kohar, di Jawa Timur ada tiga kelompok besar masyarakat, di daerah barat disebut Mataraman, di mana biasanya sosok panutannya adalah para pemimpin kawasan seperti lurah. Lalu ada kultur budaya arek di sekitar Surabaya, biasanya mendengarkan pakar dan para ahli. Kemudian ada daerah tapal kuda yang dominan berbudaya masyarakat Madura. Mereka biasanya mendengarkan tokoh-tokoh agama.<\/p>\n<p>\u201cPendekatan kultural ini yang nantinya bakal didukung oleh media,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Wahyoe Boediwardhana, Jurnalis yang terlibat dalam Imunisasi MR di Jawa Timur tahun 2017 dan saat ini bekerja sebagai wartawan harian nasional dalam acara yang sama juga menyampaikan, mengenalkan masyarakat terkait imunisasi ini tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua media, tapi harus kolaborasi. Dari situ kita kemudian bisa menyampaikan pentingnya imunisasi dan vaksin bagi anak-anak.<\/p>\n<p>\u201cDari situ kemudian muncul pikiran bahwa ini merupakan hal yang penting dan wajib kita sampaikan kepada masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Atas dasar niat baik tersebut, Wahyoe pun membentuk komunitas Jurnalis Sahabat Anak. Perkumpulan ini memiliki tujuan dan keinginan membantu mengedukasi masyarakat menyampaikan informasi positif terkait kesehatan anak.<\/p>\n<p>\u201cIni yang kami lakukan, sehingga kita harus mengetahui siapa yang dihadapi, karakternya bagaimana, apa yang harus disampaikan, cara dan kapan waktu yang tepat untuk menyampaikan pesannya. Itu yang kami terapkan di masyarakat,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Karakter masyarakat Jawa Timur yang beragam jadi tantangan tersendiri dalam mengedukasi masyarakat, terutama mengikis informasi hoaks seputar vaksin MR saat itu. Demografi masyarakat pesantren, perkotaan, masyarakat komunal, hingga daerah terpencil yang jauh dari jangkauan dukungan komunikasi, menjadi ragam tantangannya.<\/p>\n<p>\u201cYang terpapar hoaks tentang vaksin ini tidak hanya yang kurang edukasinya tapi juga masyarakat yang teredukasi dengan baik. Ini yang membutuhkan strategi tersendiri. Untuk mengikis hal itu, kami memilih untuk membanjiri masyarakat dengan informasi positif,\u201d papar Wahyoe.<\/p>\n<p>Vaksin MR sendiri merupakan vaksin untuk infeksi virus Campak (Meases) dan Campak Jerman (Rubella). Campak tersebut bisa mengakibatkan meningitis dan fatal kepada anak-anak. Sedangkan Rubella mampu mengakibatkan kelainan bawaan terhadap bayi. Apabila Rubella menginfeksi ibu hamil, anak yang lahir bisa terkena cacat. Masyarakat harus diberi tahu pentingnya imunisasi untuk mencegah semua dampak buruk ini. Memberikan pengertian inilah yang tidak sederhana. Seringkali corongnya harus melawati tokoh-tokoh yang berpengaruh di kalangan masyarakat.<\/p>\n<p>Tak hanya berhenti pada edukasi vaksin, namun masyarakat juga harus mendapatkan penjelasan yang cukup mengenai KIPI yang bisa terjadi dan diatasi dengan mudah.<\/p>\n<p>\u201cKita sudah siapkan tim, ahli-ahlinya, para dokter untuk antisipasi kalau ada KIPI. Itu kita sudah siapkan. KIPI sendiri bukanlah hal yang menakutkan, karena biasanya bersifat ringan. Namun, pencegahan untuk mengurangi risiko kejadian ikutan ini tetap harus dilakukan,\u201d ujar Dr. Kohar.<\/p>\n<p>Agar seluruh informasi mengenai vaksin sampai dengan benar ke masyarakat. Wahyoe dan komunitas Jurnalis Sahabat Anak Jawa Timur juga terus memperkaya pengetahuan, ilmu dan pemahaman soal imunisasi.<\/p>\n<p>\u201cSebelum kami memutuskan menyampaikan pesan positif ke masyarakat. Kawan-kawan jurnalis dulu yang kita perkaya pemahamannya. Kita bagi ilmunya sebanyak-banyaknya ke sesama jurnalis,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Masyarakat harus sadar bahwasanya mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Tak hanya terhindar dari rasa sakit, namun juga lebih murah dari segi biaya. (ads\/ije)<\/p>\n<p><strong>#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 Tidak semua kalangan masyarakat mampu menerima vaksin dengan sukarela sebagai hal yang positif dan melindungi. Untuk itu perlu adanya edukasi yang berkesinambungan dan konsisten yang harus dilakukan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya imunisasi. \u201cTidak semua orang mau anaknya diimunisasi, karena adanya ketidaktahuan soal Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Peran media untuk mengedukasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":61216,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18043],"tags":[18223],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/11\/Talkshow-KPC-PEN_17-November-2020-scaled.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-fVl","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61215"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61215"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61215\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61217,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61215\/revisions\/61217"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61216"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61215"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61215"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61215"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}