
{"id":62271,"date":"2020-12-07T13:35:29","date_gmt":"2020-12-07T06:35:29","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=62271"},"modified":"2020-12-07T13:51:03","modified_gmt":"2020-12-07T06:51:03","slug":"cek-fakta-pencoblosan-pilkada-di-20-wilayah-amsi-kpu-dan-bawaslu-tanda-tangani-mou","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/cek-fakta-pencoblosan-pilkada-di-20-wilayah-amsi-kpu-dan-bawaslu-tanda-tangani-mou\/","title":{"rendered":"Cek Fakta Pencoblosan Pilkada di 20 Wilayah,\u00a0AMSI-KPU dan Bawaslu Tanda Tangani MoU"},"content":{"rendered":"<p><strong><b>JAKARTA,<\/b><\/strong><strong><b>\u00a0fornews.co-<\/b><\/strong>Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI)\u00a0melakukan literasi publik\u00a0terhadap adanya berita bohong (mis-dis-informasi) yang diperkirakan akan tetap muncul selama pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)\u00a02020, berkaca dari pemilihan umum serentak sebelumnya.<\/p>\n<p>Nah untuk menekan peredaran mis-disinformasi selama masa pemilihan\u00a0tersebut,\u00a0maka\u00a0AMSI akan menyelenggarakan Cek Fakta 9 Desember 2020 di 20 AMSI Wilayah.<\/p>\n<p>Karena, Pilkada\u00a0yang digelar secara serentak di 270 wilayah di Indonesia, atau meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota pada 9 Desember 2020 nanti, akan melibatkan 100 juta lebih penduduk yang telah memiliki hak pilih untuk menentukan kepala daerah di masing-masing wilayah, baik tingkat kabupaten dan kota.<\/p>\n<p>Ketua AMSI Wenseslaus Manggut\u00a0mengatakan, AMSI sendiri telah menyelenggarakan diskusi virtual Kick OFF Cek Fakta Pilkada 2020 pada Minggu, 6 Desember 2020 lalu. Diskusi ini dihadiri Ketua KPU RI Arief Budiman, Ketua\u00a0Bawaslu RI Abhan dan Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) sebagai narasumber.<\/p>\n<p>Serta diikuti 60 peserta dari pengurus AMSI wilayah, pemimpin redaksi media online, KPU serta Bawaslu dari tingkat pusat hingga daerah serta publik. Diskusi tersebut juga disiarkan secara live di Youtube AMSI <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=Y8WTU9X7Jkc&amp;t=3965s\"><u>https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=Y8WTU9X7Jkc&amp;t=3965s<\/u><\/a>.<\/p>\n<p>\u201cHoaks muncul saat ada peristiwa yang ditumpangi, termasuk politik. Dampaknya kunjungannya masyarakat juga tinggi ke media, untuk melakukan konfirmasi. Karena itu peran media sebagai rujukan masyarakat sangat penting dengan melakukan Cek Fakta,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Wenseslaus\u00a0mengungkapkan, berkaca Pemilu 2019 lalu\u00a0dan\u00a0mengutip dari data AIS Kominfo, eskalasi hoaks mulai meningkat saat pencoblosan. Jumlahnya semakin tinggi,\u00a0setelah pencoblosan dengan sasaran utama hoaks adalah penyelenggara Pemilu.<\/p>\n<p>\u201cCek Fakta yang dilakukan AMSI dan jaringan Mafindo adalah mencuci kekacauan yang telah berlangsung. Meski demikian hal Ini penting karena menunjukkan pers menjalankan fungsi sebagai <em><i>\u2018clearing house\u2019<\/i><\/em>\u00a0bagi publik,\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>Pria yang akrab disapa Kak Wens itu menekankan,\u00a0penting bagi pers untuk menjalankan fungsi \u201cclearing house\u201d dalam setiap peristiwa besar. Karena edukasi publik pada masa konstestasi politik merupakan pekerjaan yang besar karena berhadapan dengan kepentingan yang besar.<\/p>\n<p>\u201cAMSI tidak bisa bekerja sendiri menjalankan hal ini, sehingga perlu kolaborasi dengan banyak stakeholder, agar hoaks bisa dicegah dari hulunya,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Karena itu,\u00a0AMSI telah menandatangani Nota Kesepahaman Pelaksanaan Cek Fakta dalam Penyelenggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan atau Walikota dan Wakil Walikota dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kerja sama ini telah ditandatangani pada 2 Desember 2020 lalu oleh Arief Budiman (Ketua KPU RI) dan Wenseslaus Manggut (Ketua AMSI). Kerja sama di level pusat ini akan ditindaklanjuti hingga ke level daerah. Saat ini AMSI sedang memfinalisasi kerja sama serupa dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum.<\/p>\n<p>Ketua KPU RI,\u00a0Arief Budiman mengatakan,\u00a0peran media online saat pemilihan umum terus meningkat dan dimanfaatkan oleh penyelenggara pemilu, peserta pemilu dan pemilih. Sisi lain hoaks makin hari makin meningkat penyebarannya. Tidak hanya menyangkut institusi tapi juga sudah masuk ke ruang private.<\/p>\n<p>\u201cKPU telah mengkaji MoU ini kerja sama (Cek Fakta) ini penting. <em><i>Kick Off<\/i><\/em>\u00a0hari ini penting dan diharapkan mampu disebarluaskan ke publik. Agar publik paham tentang mekanisme melakukan cek fakta,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Arief menjelaskan,\u00a0fakta yang percaya dengan hoaks tidak hanya orang biasa tapi juga kelompok intelektual. Terlebih hampir semua tahapan pemilu menggunakan teknologi informasi.<\/p>\n<p>\u201cKPU tidak mungkin melakukan sendiri, sehingga dukungan banyak pihak penting untuk menangkal, menanggulangi, dan mencari solusi. Semoga MoU ini bermanfaat bagi KPU, AMSI dan publik,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Sementara, Ketua Bawaslu RI, Abhan melanjutkan, bentuk kampanye yang dilarang saat saat pemilihan umum berdasarkan pasal 69 UU Pemilihan, yaitu mempersoalkan dasar negara dan UUD 1945, menghina seseorang berdasarkan suku, agama, ras dan golongan, menghasut\/ fitnah dan mengadu domba partai politik, menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan atau menganjurkan menggunakan kekerasan.<\/p>\n<p>\u201cPengawasan ini tidak bisa dilakukan sendiri dan Bawaslu telah bekerja sama dengan berbagai pihak,\u201d ujar\u00a0dia.<\/p>\n<p>Bawaslu mendorong masyarakat melaporkan jika terjadi pelanggaran di media sosial melalui saluran yang dimiliki Bawaslu. \u201cPeran pers media online baik media besar dan kecil yang terus tumbuh cukup penting agar media tetap netral dan balance dalam menyampaikan informasi untuk publik sekaligus sebagai bentuk kontrol sosial,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sedangkan Anita Wahid menyampaikan,\u00a0perlunya <em><i>digital listening<\/i><\/em>\u00a0dan siskamling hoaks selama masa Pilkada. Seperti\u00a0dengan mencari potensi hoaks yang tidak viral tapi memiliki daya rusak tinggi, dan melakukan pengecekan. Serta melakukan\u00a0pre-bunking,\u00a0mendata yang berpotensi hoaks, menyiapkan klarifikasi, dan kolaborasi menyebarkan klarifikasi melibatkan berbagai pihak, termasuk dengan jurnalis dan media. \u201cAgar dampak hoaks tidak bertahan hingga setelah pilkada,\u201d kata Anita menambahkan.<\/p>\n<p>Cek Fakta saat pencoblosan Pilkada 2020 akan diselenggarakan di 20 AMSI wilayah. aitu Kalimantan diselenggarakan AMSI Kalimantan Barat, dan AMSI Kalimantan Timur. Sedangkan di Sumatera diselenggarakan AMSI Sumatera Utara, AMSI Sumatera Barat, AMSI Sumatera Selatan, dan AMSI Riau.<\/p>\n<p>Di Indonesia Timur diselenggarakan AMSI Sulawesi Utara, AMSI Sulawesi Tenggara, AMSI Sulawesi Selatan, AMSI Sulawesi Barat, AMSI Gorontalo, AMSI Maluku-Maluku Utara, AMSI Bali, AMSI Papua, AMSI Nusa Tenggara Barat. Serta di Jawa diselenggarakan AMSI Jakarta, AMSI Jawa Barat, AMSI Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.<\/p>\n<p>Cek fakta ini juga melibatkan jaringan Cekfakta.com, yang dinisiasi AMSI, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Mafindo, serta dukungan Google News Initiative (GNI). Sebelumnya AMSI telah menggelar rangkaian Cek Fakta Pilkada 2020 yaitu Training Cek Fakta di 20 AMSI wilayah yang menjangkau lebih sedikitnya 386 \u00a0jurnalis dari media anggota AMSI dan 20 lebih peserta dari unsur stakeholder lokal.<\/p>\n<p>Selain itu 20 AMSI wilayah juga menyelenggarakan Cek Fakta Debat Pilkada 21 Pemilihan Kepala Daerah, melibatkan pemeriksa fakta dari 127 media anggota AMSI, dan ahli lokal, dengan output berupa pemberitaan cek fakta klaim kandidat saat debat pilkada. Harapannya, rangkaian pelaksanaan Cek Fakta selama masa kampanye, debat kandidat, hingga hari pencoblosan dapat menekan penyebaran berita bohong yang merugikan stakeholder pemilu dan publik.\u00a0(aha)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA,\u00a0fornews.co-Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI)\u00a0melakukan literasi publik\u00a0terhadap adanya berita bohong (mis-dis-informasi) yang diperkirakan akan tetap muncul selama pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)\u00a02020, berkaca dari pemilihan umum serentak sebelumnya. Nah untuk menekan peredaran mis-disinformasi selama masa pemilihan\u00a0tersebut,\u00a0maka\u00a0AMSI akan menyelenggarakan Cek Fakta 9 Desember 2020 di 20 AMSI Wilayah. Karena, Pilkada\u00a0yang digelar secara serentak di 270 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19869,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[6],"tags":[13182,9198,13096,19237,13095,10993],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2018\/04\/logo-AMSI.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-gcn","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62271"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62271"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62272,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62271\/revisions\/62272"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}