
{"id":62564,"date":"2020-12-12T19:45:38","date_gmt":"2020-12-12T12:45:38","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=62564"},"modified":"2020-12-12T20:21:31","modified_gmt":"2020-12-12T13:21:31","slug":"pandemi-bukan-halangan-menjadi-produktif-dan-kreatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/pandemi-bukan-halangan-menjadi-produktif-dan-kreatif\/","title":{"rendered":"Pandemi Bukan Halangan Menjadi Produktif dan Kreatif"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> \u2013 Aktivitas masyarakat yang lebih banyak di rumah selama pandemi COVID-19 hendaknya dimanfaatkan dengan kegiatan produktif dan kreatif.<\/p>\n<p>Pendiri Komunitas PRAKARDUS, Muhammad Luqman Baehaqi mengisahkan pengalaman inspiratifnya memanfaatkan waktu secara kreatif bersama anak-anak selama pandemi COVID-19.<\/p>\n<p>\u201cAwalnya berkreasi dengan kardus ini sebagai solusi untuk memberi kegiatan sekaligus hiburan pada anak karena rumah kami jauh dari pusat hiburan dan pusat perbelanjaan. Kemudian kegiatan kami pun diminati banyak orang sehingga berlanjut memberi <em>workshop<\/em> tiap akhir minggu,\u201d ujarnya dalam Dialog Produktif bertema \u201cPandemi Tak Halangi Kreasi\u201d yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (11\/12).<\/p>\n<p>Psikolog Anak dan Pendidikan, Elizabeth Santosa mengatakan, kreativitas adalah salah satu kemampuan manusia yang sudah ada dalam diri untuk bisa digunakan dalam mencari jalan keluar.<\/p>\n<p>\u201cJadi kalau saya bisa katakan, kreatif itu hubungannya dengan solusi, mencari jalan keluar, proses membuat keputusan. Bukan selalu tentang menghasilkan prakarya saja,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Kreativitas, lanjuta Elizabeth, biasanya muncul dalam masa-masa sulit.<\/p>\n<p>\u201cBiasanya pada saat kita dalam kondisi adem ayem, enak, atau nyaman, kreativitas jarang muncul. Namun kreativitas akan muncul kalau dalam keadaan kepepet. Idealnya, pada masa gelap seperti masa pandemi ini harusnya banyak kreativitas yang muncul,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Elizabeth juga berpesan kepada orang tua, agar di masa pandemi ini jangan memberikan terlalu banyak fasilitas gadget agar menstimulus kreativitas anak-anak.<\/p>\n<p>\u201cBiarkan mereka berpikir. Seperti yang dilakukan pak Luqman Baehaqi. Kasih kardus atau spidol, terserah nanti itu mau jadi apa. Nanti kalau anak-anak menyerah, baru kita ajak untuk bikin sesuatu bersama-sama. Tapi, kalau selalu dibantu, dan diberikan terlalu banyak fasilitas, kemampuan kreativitasnya tidak berkembang, tidak terstimulasi, harus ada sesuatu yang menstimulus,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Dalam proses menjadi kreatif, menurut Luqman, orang tua dan anak tidak perlu berpikir terlalu jauh tentang bagaimana hasil akhirnya nanti, tapi fokus untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.<\/p>\n<p>\u201cSaya sebenarnya lebih senang mengatakan, bahwa ketika kita tahu alasan untuk melakukan sesuatu, anak-anak juga turut merasakan apa yang kita rasakan. Ini lebih baik daripada, sekadar mencari tahu apa yang harus kita lakukan,\u201d kata Luqman.<\/p>\n<p>\u201cMenurut saya, setiap pembelajaran itu bisa kita dapat dari kehidupan kita sehari-hari, tergantung bagaimana kita melihatnya saja. Jadi, buat semua orang tua, dalam masa pandemi ini, kita berharap vaksin segera ada di tahun 2021. Bertahan lebih lama lagi di rumah untuk anak-anak kita. Gunakan waktu selama pandemi ini sebaik-baiknya untuk keluarga kita,\u201d tambah Elizabeth. (ads\/ije)<\/p>\n<p><strong>#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 Aktivitas masyarakat yang lebih banyak di rumah selama pandemi COVID-19 hendaknya dimanfaatkan dengan kegiatan produktif dan kreatif. Pendiri Komunitas PRAKARDUS, Muhammad Luqman Baehaqi mengisahkan pengalaman inspiratifnya memanfaatkan waktu secara kreatif bersama anak-anak selama pandemi COVID-19. \u201cAwalnya berkreasi dengan kardus ini sebagai solusi untuk memberi kegiatan sekaligus hiburan pada anak karena rumah kami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":62572,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18043],"tags":[18677,18678,18670,18673,18672,18671,18675,18676,18674,18669],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/12\/Pendiri-PRAKARDUS-Muhammad-Luqman-Baehaqi-dan-Psikolog-Anak-dan-Pendidikan-Elizabeth-Santosa-menjadi-pembicara-dalam-dialog-bertema-\u201cPandemi-Tak-Halangi-Kreasi\u201d-di-Jakarta.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-gh6","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62564"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62564"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62564\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62573,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62564\/revisions\/62573"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62572"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62564"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62564"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62564"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}