
{"id":62756,"date":"2020-12-15T09:27:22","date_gmt":"2020-12-15T02:27:22","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=62756"},"modified":"2020-12-15T09:27:22","modified_gmt":"2020-12-15T02:27:22","slug":"apa-itu-delirium-gejala-baru-covid-19-dan-cara-mencegahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/apa-itu-delirium-gejala-baru-covid-19-dan-cara-mencegahnya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Delirium, Gejala Baru COVID-19 dan Cara Mencegahnya"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong><a href=\"http:\/\/Fornews.co\">Fornews.co<\/a> &#8211;<\/strong> Wabah virus Corona yang saat ini melanda terus bermutasi yang juga membuat gejala bagi orang-orang yang terinfeksi pagebluk (penyakit) ini. Awalnya, gejala penderita hanya berupa sesak nafas, sakit tenggorokan, batuk dan beberapa gejala lainnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun belakangan disebutkan muncul gejala baru tanda infeksi virus Corona. Salah satunya delirium, atau kondisi yang disebut mirip dengan depresi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Lantas, apa yang membedakan antara depresi dan delirium? Delirium dan depresi merupakan gangguan mental, keduanya sekilas terlihat mirip tapi sebenarnya tidak. Depresi adalah gangguan suasana hati alias\u00a0mood, dan kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam. Orang yang mengalami depresi juga cenderung merasa tidak peduli dengan kondisi sekitar, rasa sedih sebenarnya adalah hal yang wajar, tapi seseorang bisa dikatakan mengalami depresi jika perasaan sedih mendalam bertahan hingga lebih dari 2 minggu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara delirium merupakan gangguan mental yang lebih serius. Kondisi ini menyebabkan seseorang mengalami kebingungan parah dan penurunan kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Baru-baru ini, delirium disebut sebagai salah satu gejala infeksi COVID-19. Sebuah penelitian di Spanyol menyebut gejala\u00a0corona\u00a0ini cenderung sering dialami oleh orang yang sudah lanjut usia alias lansia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Delirium\u00a0adalah gangguan mental yang disebabkan oleh perubahan dalam fungsi otak. Perubahan terjadi secara cepat dan muncul bersamaan dengan penyakit mental atau fisik lainnya. Hal ini kemudian menyebabkan pengidap delirium mengalami kesulitan dalam berpikir, sulit berkonsentrasi, gangguan mengingat, serta gangguan tidur. Secara umum, kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan hilang jika penyebabnya ditangani atau dikendalikan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ada beberapa gejala yang bisa menjadi tanda seseorang mengalami depresi, termasuk gejala fisik dan psikologi. Depresi ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam, sering menyalahkan diri sendiri, merasa putus asa, rendah diri, dan tidak berharga. Kondisi ini juga menyebabkan pengidapnya selalu merasa cemas dan suasana hatinya mudah berubah-ubah. Pada kondisi yang parah, depresi bisa memicu keinginan untuk bunuh diri. Kondisi ini juga memicu gejala fisik, termasuk mudah merasa lelah dan terlihat tidak bertenaga.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara pada pengidap delirium, gejala yang sering muncul adalah berkurangnya kesadaran pada lingkungan sekitar, gangguan kognitif atau kemampuan berpikir yang buruk, gangguan emosional, serta perubahan perilaku. Gejala penyakit mental ini juga bisa memburuk pada kondisi tertentu, salah satunya saat malam hari. Pada saat itu, lingkungan sekitar mungkin terlihat asing dan membuat pengidap delirium mengalami gejala-gejala tertentu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dilansir dari alodokter, Selasa (15\/12), ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mencegah delirium. Meski pada beberapa kasus, delirium dapat terjadi tanpa adanya penyebab yang jelas, namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini, atau setidaknya mencegah delirium bertambah parah, diantaranya;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. Menerapkan kebiasaan tidur yang sehat. Atur suasana kamar agar tetap tenang dan memiliki pencahayaan baik. Lakukan olahraga secara teratur, atau aktivitas fisik di siang hari, untuk membantu tidur lebih baik di malam hari.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">2. Menghindari faktor-faktor yang berisiko memperparah delirium, seperti berganti suasana lingkungan atau membuat kegaduhan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">3. Terus berupaya menciptakan suasana yang tenang dan stabil. Ini termasuk menaruh barang-barang yang dikenal di sekitar, sediakan jam dan kalender, serta menghindari suara-suara bising yang dapat mengganggu.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">4. Menjalani pola makan yang sehat, mengonsumsi obat-obatan sesuai rekomendasi dokter, dan berolahraga secara teratur. (ads\/rif)<\/p>\n<p dir=\"ltr\">#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fornews.co &#8211; Wabah virus Corona yang saat ini melanda terus bermutasi yang juga membuat gejala bagi orang-orang yang terinfeksi pagebluk (penyakit) ini. Awalnya, gejala penderita hanya berupa sesak nafas, sakit tenggorokan, batuk dan beberapa gejala lainnya. Namun belakangan disebutkan muncul gejala baru tanda infeksi virus Corona. Salah satunya delirium, atau kondisi yang disebut mirip dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":62757,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18043],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/12\/images-1.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-gkc","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62756"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62756"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62756\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62759,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62756\/revisions\/62759"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}