
{"id":63849,"date":"2021-01-08T10:35:28","date_gmt":"2021-01-08T03:35:28","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=63849"},"modified":"2021-01-08T13:53:23","modified_gmt":"2021-01-08T06:53:23","slug":"diet-jantung-kiat-untuk-menjaga-jantung-agar-tetap-sehat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/diet-jantung-kiat-untuk-menjaga-jantung-agar-tetap-sehat\/","title":{"rendered":"Diet Jantung, Kiat untuk Menjaga Jantung Agar Tetap Sehat"},"content":{"rendered":"<p><strong>PALEMBANG, fornews.co<\/strong> &#8211; Bagi pengidap penyakit jantung, salah satu hal yang harus dijaga adalah pola makan dan makanan yang dikonsumsi. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi jantung agar tetap sehat dan stabil.<\/p>\n<p>Lantas makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh pengidap penyakit jantung? Dilansir dari sehatq.com, ada istilah yang disebut dengan &#8216;diet jantung&#8217; yang harus dan baik dijalani oleh penderita penyakit jantung.<\/p>\n<p>Prinsip diet jantung adalah menghindari makanan yang tinggi lemak (terutama lemak jenuh dan lemak trans), karena dapat mengakibatkan penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah.<br \/>\nBerbeda dari diet penurunan berat badan, diet jantung merupakan bagian dari pengobatan penyakit jantung dengan memastikan jantung tidak bekerja ekstra dalam memompa darah akibat adanya tumpukan lemak.<\/p>\n<p>Diet jantung bukan hanya direkomendasikan bagi pasien penyakit jantung, tetapi juga Anda yang memiliki riwayat darah tinggi, kolesterol tinggi, dan kegemukan atau obesitas. Dengan menjalankan diet jantung, risiko terkena stroke atau serangan jantung juga akan menurun.<\/p>\n<p>Diet jantung dikelompokkan menjadi 3 kategori berdasarkan bahan makanan yang dianjurkan, dibatasi, dan dihindari. Berikut ini penjelasannya:<\/p>\n<p><strong>1. Makanan yang dianjurkan<\/strong><\/p>\n<p>Berikut ini daftar makanan yang disarankan ketika Anda menjalani diet jantung.<br \/>\n<strong>Makanan pokok<\/strong>: nasi, roti, kentang, pasta, mie, dan tepung-tepungan<br \/>\n<strong>Lauk hewani<\/strong>: ikan, ayam tanpa kulit, susu rendah lemak, dan putih telur<br \/>\n<strong>Lauk nabati<\/strong>: kacang hijau dan kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tahu dan tempe)<br \/>\n<strong>Sayuran<\/strong>: semua jenis sayuran yang tidak mengandung gas, seperti buncis, kacang panjang, labu siam, wortel, tomat, toge, ketimun, dan oyong<br \/>\n<strong>Buah buahan<\/strong>: semua jenis buah-buahan segar seperti pisang, apel, pepaya, jeruk, melon, semangka, dan alpukat<br \/>\n<strong>Lemak<\/strong>: minyak yang mengandung lemak tak jenuh, seperti minyak jagung, minyak kedelai, dan minyak zaitun<br \/>\nMinuman: teh encer, sirup, dan yogurt<br \/>\nBumbu dan jenis bahan masakan lain: semua jenis bumbu segar, gula pasir, dan madu<\/p>\n<p><strong>2. Makanan yang harus dibatasi<\/strong><\/p>\n<p>Sementara itu, makanan yang harus dibatasi adalah sebagai berikut ini.<br \/>\n<strong>Makanan pokok<\/strong>: bolu, roti manis, dan biskuit<br \/>\n<strong>Lauk hewani<\/strong>: daging merah tanpa lemak dan kuning telur<br \/>\n<strong>Lauk nabati<\/strong>: kacang merah, kacang tanah, dan kacang mede<br \/>\n<strong>Sayuran<\/strong>: asparagus, bayam, dan buah bit<br \/>\n<strong>Lemak<\/strong>: minyak kelapa dan santan encer<br \/>\n<strong>Minuman<\/strong>: cokelat<br \/>\n<strong>Bumbu<\/strong>: cabai dan lada<\/p>\n<p><strong>3. Makanan yang dihindari<\/strong><\/p>\n<p>Berikut ini sejumlah makanan yang harus dijalani dalam diet jantung.<br \/>\n<strong>Makanan pokok<\/strong>: kue yang mengandung lemak tinggi (seperti cake dan pastry), ketan, mie instan, serta bahan makanan yang mengandung gas atau alkohol (ubi, singkong, dan tape)<br \/>\n<strong>Lauk hewani<\/strong>: daging merah berlemak, ayam dengan kulit, sosis, ham, limpa, babat, otak, udang, cumi, kerang keju, dan susu full cream<br \/>\n<strong>Sayuran<\/strong>: sayuran yang mengandung gas, seperti kol, sawi, nangka muda, dan lobak.<br \/>\n<strong>Buah<\/strong>: buah yang menimbulkan gas, seperti nangka, durian, dan nanas<br \/>\n<strong>Lemak<\/strong>: mentega dan santan kental<br \/>\n<strong>Minuman<\/strong>: teh kental, minuman yang mengandung soda, dan minuman beralkohol<br \/>\n<strong>Bumbu<\/strong>: bumbu olahan yang mengandung natrium, seperti penyedap rasa dan kaldu instan.<\/p>\n<p>Kementerian Kesehatan RI juga menyarankan pelaku diet jantung untuk menghindari kopi maupun alkohol. Jika Anda memiliki riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi), hindari juga makanan yang mengandung garam tinggi, termasuk makanan yang menggunakan penguat rasa (MSG).<\/p>\n<p>Pada dasarnya, diet jantung dilakukan dengan melakukan pola hidup sehat secara keseluruhan. Oleh karena itu, mengatur pola makan atau minum saja tidak cukup. Ada hal-hal yang sebaiknya ikut Anda lakukan, seperti:<\/p>\n<p><strong>1. Menurunkan berat badan<\/strong><\/p>\n<p>Kegemukan dan obesitas meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung dan stroke. Sebaliknya, setiap kilogram yang hilang dari tubuh Anda akan ikut menurunkan risiko ini karena kadar gula darah, kolesterol, serta membuat tekanan darah jadi lebih teratur.<\/p>\n<p><strong>2. Berolahraga<\/strong><\/p>\n<p>Olahraga atau bergerak aktif akan menguatkan jantung, melancarkan peredaran darah, menaikkan kadar lemak baik (HDL), mengontrol gula darah, dan membantu menurunkan berat badan berlebih. Menurut Asosiasi Jantung Amerika Serikat, target olahraga yang ideal adalah 150 menit per minggu (intensitas sedang).<\/p>\n<p><strong>3. Menghentikan kebiasaan merokok<\/strong><\/p>\n<p>Tidak pernah ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Jika berhenti sekarang juga, risiko Anda terkena penyakit jantung akan langsung turun hingga 33%. (rif\/*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews.co &#8211; Bagi pengidap penyakit jantung, salah satu hal yang harus dijaga adalah pola makan dan makanan yang dikonsumsi. Hal ini dilakukan untuk menjaga kondisi jantung agar tetap sehat dan stabil. Lantas makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh pengidap penyakit jantung? Dilansir dari sehatq.com, ada istilah yang disebut dengan &#8216;diet [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":63850,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15206],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/01\/images-6.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-gBP","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63849"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63849"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63849\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63851,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63849\/revisions\/63851"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63850"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63849"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63849"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}