
{"id":65559,"date":"2021-02-09T10:45:54","date_gmt":"2021-02-09T03:45:54","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=65559"},"modified":"2021-02-09T12:34:59","modified_gmt":"2021-02-09T05:34:59","slug":"penularan-covid-19-masih-tinggi-satgas-penanganan-covid-19-perpanjang-ketentuan-perjalanan-dalam-negeri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/penularan-covid-19-masih-tinggi-satgas-penanganan-covid-19-perpanjang-ketentuan-perjalanan-dalam-negeri\/","title":{"rendered":"Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Satgas Penanganan Covid-19 Perpanjang Ketentuan Perjalanan Dalam Negeri"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> \u2013 Masih tingginya tingkat penularan Covid-19 di wilayah Indonesia membuat Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat Edaran ini dikeluarkan sebagai perpanjangan SE Satgas Covid-19 Nomor 5 Tahun 2021 yang berakhir 8 Februari 2021.<\/p>\n<p>Surat Edaran Nomor 7 tahun 2021 ini berlaku mulai tanggal 9 Februari 2021. Hal yang melatarbelakangi diperpanjangnya aturan ini karena secara nasional penularan Covid-19 masih tinggi yang ditandai dengan <em>positivity rate<\/em>, kasus aktif, dan penambahan kasus positif.<\/p>\n<p>Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo menegaskan, ketentuan perjalanan orang ini disusun dengan maksud untuk memperpanjang masa berlaku penerapan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan orang di dalam negeri dalam masa pandemi Covid-19. Tujuannya adalah untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan dalam kebiasaan baru bagi terciptanya kehidupan yang produktif dan aman Covid-19; mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19; dan melakukan pembatasan pelaku perjalanan jarak jauh darat dan menggunakan moda kereta api selama libur panjang atau libur keagamaan.<\/p>\n<p>\u201cRuang lingkup Surat Edaran ini adalah protokol kesehatan terhadap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang menggunakan seluruh moda transportasi untuk seluruh wilayah Indonesia,\u201d tegas Doni dalam SE.<\/p>\n<p>SE tersebut juga menyebutkan sejumlah dasar hukum yang digunakan, di antaranya adalah\u00a0 Keputusan Rapat Terbatas tanggal 28 Desember 2020, 6 Januari 2021, 21 Januari 2021, dan 2 Februari 2021.<\/p>\n<p>\u201cPerjalanan orang dalam negeri adalah pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lainnya berdasarkan batas wilayah administrasi provinsi\/kabupaten\/kota dengan menggunakan moda transportasi pribadi maupun umum baik melalui jalur darat (jalan), perkeretaapian, laut, sungai, danau, penyeberangan, dan udara,\u201d dijelaskan dalam SE.<\/p>\n<p>Sementara, yang dimaksud wilayah aglomerasi adalah pengumpulan atau pemusatan dalam lokasi atau kawasan tertentu.<\/p>\n<p>Doni menyampaikan, Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 9 Februari 2021 sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian.<\/p>\n<p>\u201cSurat Edaran ini akan dilakukan evaluasi setiap dua minggu sekali dan\/atau sesuai dengan perkembangan terakhir di lapangan dan hasil evaluasi disampaikan pada Kementerian\/Lembaga\/Pemerintah Daerah,\u201d tukas Doni. (ije)<\/p>\n<p><strong>Berikut ketentuan protokol kesehatan yang tertuang dalam SE:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu: memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.<\/li>\n<\/ol>\n<p>2. Pengetatan protokol kesehatan perjalanan orang yang perlu dilakukan berupa:<\/p>\n<p>a. Penggunaan masker wajib dilakukan dengan benar menutupi hidung dan mulut;<\/p>\n<p>b. Jenis masker yang digunakan oleh pelaku perjalanan adalah masker kain 3 lapis atau masker medis;<\/p>\n<p>c. Selama dalam perjalanan tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah secara\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0langsung atau melalui telepon pada moda transportasi umum darat, perkeretaapian, laut, sungai, danau,\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0penyeberangan, dan udara;<\/p>\n<p>d. Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.<\/p>\n<p>3. Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) harus mengikuti ketentuan sebagai berikut:<\/p>\n<p>a. Setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang dengan kendaraan pribadi maupun umum\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0bertanggung jawab atas kesehatannya masing-masing, serta tunduk dan patuh pada syarat dan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0ketentuan yang berlaku;<\/p>\n<p>b. Untuk perjalanan ke Pulau Bali berlaku persyaratan dan ketentuan sebagai berikut:<\/p>\n<p>i. Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 keberangkatan atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Indonesia; dan<\/p>\n<p>ii. Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat atau laut, baik pribadi maupun umum,\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau negatif rapid test antigen yang\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.<\/p>\n<p>c. Untuk perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa (antar provinsi\/kab\/kota) berlaku\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 persyaratan dan ketentuan sebagai berikut:<\/p>\n<p>i. Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi umum darat dilakukan tes acak\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0(random check) rapid test antigen\/GeNose test bila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Daerah;<\/p>\n<p>ii. Pelaku perjalanan udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan;<\/p>\n<p>iii. Pelaku perjalanan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau negatif rapid\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0sebagai persyaratan perjalanan;<\/p>\n<p>iv. Pelaku perjalanan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 atau negatif rapid test antigen\/GeNose test yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan;<\/p>\n<p>v. Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat pribadi, diimbau melakukan tes RT-PCR\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan;<\/p>\n<p>vi. Khusus selama libur panjang atau libur keagamaan untuk pelaku perjalanan jarak jauh darat dan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0menggunakan moda kereta api, kendaraan pribadi diatur persyaratan dan ketentuan: 1) telah melakukan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0tes RT-PCR\/rapid test antigen\/GeNose test yang diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0keberangkatan; 2) untuk pembatasan perjalanan selama libur panjang dengan moda darat kendaraan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0pribadi dapat dilakukan manajemen lalu lintas, baik oleh pusat maupun daerah; dan 3) selama perjalanan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 dilaksanakan pelaku perjalanan wajib mematuhi protokol kesehatan ketat yang telah ditentukan;<\/p>\n<p>vii. Pimpinan Kementerian\/Lembaga (K\/L), TNI\/Polri, Pemerintah Daerah (Pemda), dan Badan Usaha Milik\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Negara (BUMN)\/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melarang aparatur sipil negara\/pegawai, prajurit TNI,\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0dan anggota Polri untuk melakukan perjalanannya selama libur panjang atau libur keagamaan;<\/p>\n<p>viii. Pimpinan Perusahaan Swasta mengimbau karyawannya untuk menunda perjalanannya selama libur\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 panjang atau libur keagamaan; dan<\/p>\n<p>ix. Pengisian e-HAC Indonesia diimbau bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi umum\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 maupun pribadi, kecuali pelaku perjalanan udara dan laut wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia.<\/p>\n<p>d. Anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk tes RT-PCR\/rapid test antigen\/GeNose test\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 sebagai syarat perjalanan;<\/p>\n<p>e. Perjalanan rutin di Pulau Jawa dengan moda transportasi laut yang bertujuan melayani pelayaran lokasi\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 terbatas antarpulau atau antarpelabuhan domestik dalam satu wilayah aglomerasi atau dengan transportasi\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 darat baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan untuk\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 menunjukkan surat hasil tes RT-PCR ataupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan dan akan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah;<\/p>\n<p>f. Untuk perjalanan ke daerah lainnya, berlaku persyaratan dan ketentuan sebagai berikut:<\/p>\n<p>i. Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi umum darat akan dilakukan tes acak (random\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 check) rapid test antigen\/GeNose test apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah;<\/p>\n<p>ii. Pelaku perjalanan udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan;<\/p>\n<p>iii. Pelaku perjalanan laut wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau negatif rapid\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 sebagai persyaratan perjalanan;<\/p>\n<p>iv. Pelaku perjalanan kereta api antarkota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 negatif rapid test antigen\/GeNose test yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan;<\/p>\n<p>v. Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat pribadi, diimbau melakukan tes RT-PCR\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan; dan<\/p>\n<p>vi. Khusus selama libur panjang atau libur keagamaan untuk pelaku perjalanan jarak jauh darat dan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0menggunakan moda kereta api, kendaraan pribadi diatur persyaratan dan ketentuan: 1) telah melakukan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0tes RT-PCR\/rapid test antigen\/GeNose test yang diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0keberangkatan; 2) untuk pembatasan perjalanan selama libur panjang dengan moda darat kendaraan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0pribadi dapat dilakukan manajemen lalu lintas, baik oleh pusat maupun daerah; dan 3) selama perjalanan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0dilaksanakan pelaku perjalanan wajib mematuhi protokol kesehatan ketat yang telah ditentukan;<\/p>\n<p>vii. Pimpinan K\/L, TNI\/Polri, Pemda, dan BUMN\/BUMD melarang aparatur sipil negara\/pegawai, prajurit TNI,\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0dan anggota Polri untuk melakukan perjalanannya selama libur panjang atau libur keagamaan;<\/p>\n<p>viii. Pimpinan Perusahaan Swasta mengimbau karyawannya untuk menunda perjalanannya selama libur\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0panjang atau libur keagamaan; dan<\/p>\n<p>ix. Pengisian e-HAC Indonesia diimbau bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi umum\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0maupun pribadi, kecuali pelaku perjalanan udara dan laut wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia.<\/p>\n<p>g. Apabila hasil tes RT PCR\/rapid test antigen\/GeNose test pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan; dan<\/p>\n<p>h. K\/L\/perangkat daerah yang menyelenggarakan fungsi terkait perhubungan darat\/laut\/udara\/perkeretaapian\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0menindaklanjuti SE ini dengan melakukan penerbitan instrumen hukum dengan mengacu pada SE ini dan\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0peraturan perundang-undangan yang berlaku.<\/p>\n<p>4. Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam angka 3 tidak berlaku untuk moda transportasi perintis termasuk di\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 wilayah perbatasan dan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).<\/p>\n<p>5. K\/L, pemerintah provinsi\/kabupaten\/kota yang akan memberlakukan kriteria dan persyaratan khusus terkait\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 pelaku perjalanan di daerahnya, dapat menindaklanjuti dengan mengeluarkan instrumen hukum yang selaras\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0dan tidak bertentangan dengan SE ini.<\/p>\n<p>6. SE yang mengatur mengenai kriteria dan persyaratan khusus sebagaimana dimaksud pada angka 5\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 merupakan bagian tidak terpisahkan dari SE ini.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, dalam SE juga diatur mengenai pemantauan, pengendalian, dan evaluasi sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah yang dibantu otoritas penyelenggara transportasi umum bersama-sama menyelenggarakan pengendalian perjalanan orang dan transportasi umum yang aman Covid-19 dengan membentuk Pos Pengamanan Terpadu;<\/li>\n<li>Otoritas, pengelola, dan penyelenggaraan transportasi umum menugaskan pengawasan selama penyelenggaraan operasional transportasi umum;<\/li>\n<li>K\/L, TNI, POLRI dan pemda berhak menghentikan dan\/atau melakukan pelarangan perjalanan orang atas dasar SE ini yang selaras dan tidak bertentangan dan\/atau ketentuan peraturan perundang-undangan;<\/li>\n<li>Instansi berwenang (K\/L, TNI, POLRI, dan pemda) melaksanakan pendisiplinan protokol kesehatan COVID-19 dan penegakan hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan<\/li>\n<li>Pemalsuan surat keterangan hasil tes RT-PCR\/rapid test antigen\/GeNose test yang digunakan sebagai persyaratan perjalanan orang akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundangan.<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 Masih tingginya tingkat penularan Covid-19 di wilayah Indonesia membuat Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat Edaran ini dikeluarkan sebagai perpanjangan SE Satgas Covid-19 Nomor 5 Tahun 2021 yang berakhir 8 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":63019,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[18043],"tags":[18677,18678,18670,18673,18672,18671,18675,18676,18674,18669],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2020\/12\/logo-satgas-covid-19.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-h3p","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65559"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65559"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65559\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65562,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65559\/revisions\/65562"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}