
{"id":66095,"date":"2021-02-18T20:00:35","date_gmt":"2021-02-18T13:00:35","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=66095"},"modified":"2021-02-18T21:34:59","modified_gmt":"2021-02-18T14:34:59","slug":"positivity-rate-covid-19-di-indonesia-meningkat-ini-penjelasan-menkes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/positivity-rate-covid-19-di-indonesia-meningkat-ini-penjelasan-menkes\/","title":{"rendered":"Positivity Rate Covid-19 di Indonesia Meningkat, Ini Penjelasan Menkes"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> \u2013 Sepekan terakhir jumlah tes Covid-19 secara nasional mengalami penurunan. Namun di sisi lain, angka<em> positivity rate <\/em>Covid-19 meningkat.<\/p>\n<p>Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pun angkat bicara menjelaskan kondisi yang terjadi. Menurutnya, terjadi kecenderungan penurunan jumlah tes saat libur, berakibat pada kasus terkonfirmasi juga turun namun <em>positivity rate<\/em>-nya naik. Menkes mencontohkan, pada hari libur tanggal 1 \u2013 2 Januari 2021, <em>positivity rate<\/em> tinggi dan tesnya relatif turun, begitupun hari libur tanggal 10 \u2013 11 Januari 2021 jumlah tes turun kemudian <em>positivity rate<\/em>-nya naik. Demikian terulang terus sehingga saat Imlek pun terjadi pola yang sama.<\/p>\n<p>\u201cJadi setiap saat libur itu <em>positivity rate<\/em>-nya memang naik, memang lonjakannya ada karena memang liburannya yang panjang,\u201d ujarnya pada Konferensi Pers secara virtual, Rabu (17\/2\/2021).<\/p>\n<p>Dalam kondisi normal, angka <em>positivity rate<\/em> saat ini masih tinggi, di mana pada Selasa (16\/2\/2021) mencapai 38,34% masih jauh dari standar WHO yakni di bawah 5%.<\/p>\n<p>Setiap ada liburan panjang dan mobilitas manusia tinggi, akan terjadi kenaikan<em> confirm case<\/em> 30-40%. Setelah 14 hari, puncak kasus konfirmasi setelah libur panjang Nataru sudah terlampaui, sehingga <em>confirm case<\/em> turun. Selain itu juga dilakukan pengetatan mobilitas melalui PPKM, sehingga menyebabkan kasus konfirmasi turun. <em>Crosscheck<\/em> data terhadap jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga secara konsisten mengalami penurunan selama dua minggu terakhir.<\/p>\n<p>\u201cKami mengambil kesimpulan, jumlah turunnya <em>testing<\/em> benar-benar disebabkan oleh libur. Turunnya kasus konfirmasi dan turunnya pasien yang di rawat di rumah sakit, memang disebabkan secara fundamental laju penularan kasus berkurang. Puncak dari laju penularan libur Nataru telah tercapai dan dampak penerapan PPKM bisa membatasi pergerakan masyarakat sehingga mengurangi laju penularan,\u201d tegas Menkes.<\/p>\n<p>Menkes menerangkan, <em>positivity rate<\/em> merupakan salah satu indikator penting dalam penanganan pandemi. <em>Positivity rate<\/em> dihitung dengan membandingkan jumlah orang yang positif dengan jumlah orang yang diperiksa. Menkes menyampaikan tiga hipotesa terhadap kasus ini.<\/p>\n<p>Hipotesa pertama, Menkes menjelaskan, banyak data mengenai hasil tes PCR yang hasilnya negatif belum langsung dikirim ke pusat sehingga data yang diterima itu lebih banyak data yang positif.<\/p>\n<p>Setelah dicek ke beberapa rumah sakit dan laboratorium, penyebabnya adalah cara memasukkan data ke sistem aplikasi dinilai rumit. Akibatnya rumah sakit dan Lab lebih banyak memasukkan data positif dulu sementara data hasil negatif belum diinput.<\/p>\n<p>\u201cSehingga menurut mereka yang penting adalah data positif agar bisa diisolasi. Itu yang mengakibatkan <em>positivity rate<\/em>-nya naik,\u201d tutur Budi.<\/p>\n<p>Kemenkes telah memperbaiki sistem aplikasi tersebut sehingga akan memudahkan semua rumah sakit, semua fasilitas kesehatan untuk memasukkan laporan secara otomatis.<\/p>\n<p>Hipotesa kedua adalah memang kemungkinan kasus positif sudah lebih banyak sedangkan <em>testing<\/em>-nya yang kurang. Itu sebabnya untuk mencapai hipotesa ini pihaknya akan meningkatkan jumlah pemeriksaan sejalan dengan penerapan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro menggunakan RDT Antigen untuk memperluas cakupan target pemeriksaan.<\/p>\n<p>\u201cSehingga lebih banyak mendeteksi kasus positif. Sehingga dengan semakin luas cakupan target pemeriksaan, sehingga <em>positivity rate<\/em> yang ada lebih menggambarkan kondisi yang sesungguhnya,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Hipotesa terakhir adalah banyak Lab yang belum konsisten memasukkan laporannya. Menkes mengatakan, perlu komunikasi yang baik dengan para peneliti Covid-19 di seluruh Indonesia untuk memastikan agar mereka disiplin dan memasukkan data yang lengkap, serta <em>on time<\/em>.<\/p>\n<p>\u201cDengan demikian kita bisa melihat data <em>positivity rate<\/em> yang sebenarnya sehingga kita bisa mengambil keputusan dan kebijakan yang lebih tepat,\u201d tukas Budi. (ije)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 Sepekan terakhir jumlah tes Covid-19 secara nasional mengalami penurunan. Namun di sisi lain, angka positivity rate Covid-19 meningkat. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pun angkat bicara menjelaskan kondisi yang terjadi. Menurutnya, terjadi kecenderungan penurunan jumlah tes saat libur, berakibat pada kasus terkonfirmasi juga turun namun positivity rate-nya naik. Menkes mencontohkan, pada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":64844,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18043],"tags":[18677,18678,18670,18673,18672,18671,18675,18676,18674,18669,20399],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/01\/Menkes-Budi-Gunadi-Sadikin.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-hc3","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66095"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66095"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66095\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66096,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66095\/revisions\/66096"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/64844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}