
{"id":66331,"date":"2021-02-22T21:45:56","date_gmt":"2021-02-22T14:45:56","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=66331"},"modified":"2021-02-22T23:01:08","modified_gmt":"2021-02-22T16:01:08","slug":"ini-enam-instruksi-presiden-jokowi-terhadap-pencegahan-dan-pengendalian-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/ini-enam-instruksi-presiden-jokowi-terhadap-pencegahan-dan-pengendalian-karhutla\/","title":{"rendered":"Ini Enam Instruksi\u00a0Presiden Jokowi Terhadap Pencegahan dan Pengendalian Karhutla"},"content":{"rendered":"<p><strong><b>JAKARTA, fornews.co<\/b><\/strong>-Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh jajarannya termasuk para kepala daerah, serta pimpinan satuan TNI-Polri di daerah\u00a0untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan\u00a0(karhutla).<\/p>\n<p>Saat berbicara pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla),di Istana Negara, Jakarta,\u00a0Senin (22\/2\/2021), Jokowi menyampaikan enam arahan terkait dengan upaya pencegahan dan pengendalian karhutla.<\/p>\n<p>Jokowi mengatakan, meski saat ini lagi\u00a0menghadapi bencana banjir di beberapa daerah dan tanah longsor, namun kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan tidak boleh kendur.<\/p>\n<p>\u201cKita harapkan sebuah rencana pencegahan yang matang, yang detail, sinergi semakin kuat, dan eksekusi lapangan yang semakin efektif,\u201d ujar\u00a0dia.<\/p>\n<p>Terharap arahan terkait dengan upaya pencegahan dan pengendalian karhutla, Jokowi menginstruksikan agar jajaran terkait memprioritaskan upaya pencegahan. Jika terdapat titik api harus segera dipadamkan.<\/p>\n<p>\u201cSekali lagi, prioritaskan pencegahan, jangan terlambat. Karena kalau sudah terlambat kita guyur dengan\u00a0waterbombing\u00a0sebanyak apapun, pengalaman kita, sudah terlanjur sulit,\u201d tegas\u00a0dia.<\/p>\n<p>Terhadap upaya pencegahan tersebut, ungkap Jokowi,\u00a0maka harus terkoordinasi dan terkonsolidasi hingga tingkat lapangan. Artinya, kalau ada api kecil di satu desa harus memberitahukan, agar segera bisa tertangani di depan, bukan sudah terlanjur besar baru ketahuan, sulit memadamkan.<\/p>\n<p>\u201cSemua jajaran terkait harus digerakkan untuk melakukan deteksi dini, melakukan\u00a0monitoring\u00a0di area-area yang rawan titik api atau\u00a0hotspot\u00a0dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.\u00a0<em><i>Update<\/i><\/em>\u00a0informasi setiap hari sehingga kondisi harian di lapangan itu terpantau harian,\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>Kemudian, Jokowi meminta agar infrastruktur\u00a0monitoring\u00a0dan pengawasan harus ada sampai tingkat bawah. Seperti saat dia dahulu melihat Riau\u00a0yang tampak lihat bagus, Polda memiliki sebuah aplikasi teknologi yang bisa cek sampai bawah. Hal-hal seperti itu yang harus dilakukan.<\/p>\n<p>Jokowi juga memerintahkan agar satuan di tingkat mikro serta Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta kepala desa dilibatkan dalam upaya pencegahan karhutla.<\/p>\n<p>\u201cBerikan pendidikan, edukasi yang terus-menerus kepada masyarakat, kepada perusahaan, kepada korporasi, terutama di daerah dengan kecenderungan peningkatan\u00a0<em><i>hotspot<\/i><\/em>,\u201d pintanya.<\/p>\n<p>Berikutnya, Jokowi\u00a0menginstruksikan jajaran terkait untuk menemukan solusi permanen untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan di tahun mendatang.\u00a0Karena\u00a0mayoritas kejadian karhutla diakibatkan oleh ulah manusia, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja karena kelalaian dengan motif utama terkait masalah ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cSaya tahu,\u00a0pembersihan lahan lewat pembakaran adalah cara yang paling murah. Harus dimulai edukasi kepada masyarakat, kepada perusahan, korporasi. Ini harus ditata ulang kembali, cari solusi agar korporasi dan masyarakat membuka lahannya tidak dengan cara membakar,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Arahan selanjutnya, Jokowi meminta penataan ekosistem lahan gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan. Badan Restorasi Gambut dan Mangrove telah diperintahkan Presiden untuk fokus melakukan hal ini.<\/p>\n<p>\u201cPastikan permukaan air tanah tetap terjaga dalam kondisi yang tinggi. Buat banyak embung, buat banyak kanal, buat sumur bor, dengan berbagai teknik pembasahan lainnya sehingga yang namanya lahan gambut tetap basah,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Jokowi juga menginstruksikan agar jajaran terkait terutama kepala daerah dan pimpinan satuan TNI-Polri di tingkat daerah untuk tanggap dan cepat merespons jika terdapat titik api sehingga tidak membesar.<\/p>\n<p>\u201cJangan biarkan api membesar, jangan terlambat sehingga sulit dikendalikan. Sehingga kita semuanya ini harus tanggap. Gubernur, bupati\/wali kota tanggap. Pangdam, danrem, dandim tanggap. Kapolda, kapolres tanggap. Ini sebetulnya hanya respons yang cepat saja kok. Kalau kita merespons, api baru kecil, rampung,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Terakhir, Jokowi menerangkan, agar dilakukan langkah penegakan hukum tanpa kompromi, kepada siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik itu di konsesi milik korporasi, milik perusahaan, maupun di masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cTapi ini pun semuanya sudah tahu, sehingga ada betul-betul efek jera. Terapkan sanksi yang tegas bagi pembakar hutan dan lahan baik sanksi administrasi, perdata, maupun pidana,\u201d tandas Jokowi.\u00a0(aha)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co-Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh jajarannya termasuk para kepala daerah, serta pimpinan satuan TNI-Polri di daerah\u00a0untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan\u00a0(karhutla). Saat berbicara pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla),di Istana Negara, Jakarta,\u00a0Senin (22\/2\/2021), Jokowi menyampaikan enam arahan terkait dengan upaya pencegahan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":66332,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[11123,8950,8993,9035],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Jokowi-rapat-karhutla.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-hfR","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66331"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66331"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66331\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66333,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66331\/revisions\/66333"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66332"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}