
{"id":66516,"date":"2021-02-25T21:09:03","date_gmt":"2021-02-25T14:09:03","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=66516"},"modified":"2025-05-04T22:59:53","modified_gmt":"2025-05-04T15:59:53","slug":"monumen-tentara-pelajar-di-rejodani-sleman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/monumen-tentara-pelajar-di-rejodani-sleman\/","title":{"rendered":"Monumen Tentara Pelajar di Rejodani Sleman"},"content":{"rendered":"<p><em><strong>Penulis oleh A.S. Adam<\/strong><\/em><\/p>\n<p>SIANG, sekira pukul 13.00 WIB, ketika langit cerah membiru meski BMKG memprediksi bakal terjadi cuaca ekstrim di Jogjakarta.<\/p>\n<p>Dari Dusun Ngetiran, Desa Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta, Gunung Merapi terlihat jelas, tampak gagah.<\/p>\n<p>\u201cWaktu itu, terjadi baku tembak antara TP (sebutan untuk Tentara Pelajar) dan pasukan Belanda di sekitar monumen TP,\u201d ujar Suparjo, 79 tahun, saksi pertempuran di Rejodani pada 29 Mei 1949.<\/p>\n<p>Tahun 1968, monumen ini dibangun untuk mengenang pahlawan yang gugur dalam pertempuran.<\/p>\n<p>Brigade TP-17 mendapat kabar tentara Belanda yang bermarkas di Beran akan melakukan operasi militer di Rejodani.<\/p>\n<p>Tapi, Belanda terlebih dahulu mendapat bocoran rencana penghadangan oleh para pemuda Rejodani.<\/p>\n<p><strong>Baca: <a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/peristiwa-heroik-pejuang-pemuda-rejodani\/\">Peristiwa Heroik Pejuang Pemuda Rejodani<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cJadi yang ada di Rejodani hanya TP-17 berjumlah 10 orang,\u201d kata Suparjo, kepada <strong><em>fornews.co<\/em><\/strong>.<\/p>\n<p>Namun, sebagian pemuda Rejodani malah melakukan penyerangan di Kaliurang. Ini sangat terburu-buru.<\/p>\n<p>Karena kekuatan personil terbelah, kata Suparjo, tentara pelajar yang berjumlah 10 terpaksa bersiaga. Mereka bersembunyi di balik parit yang dirimbuni pohon pandan, di sebelah Timur kawasan monumen.<\/p>\n<p>Kendaraan berat Brigade Tiger Belanda berisi pasukan khusus merayap lewat Dusun Pothon, Ngetiran, dari Barat kawasan Monumen.<\/p>\n<p>Begitu Brigade Tiger sampai di monumen, pagi sekira pukul 07.00 WIB, terjadi baku tembak.<\/p>\n<p>Ke-10 tentara pelajar melakukan kontak peluru dengan penuh semangat, gagah dan berani.<\/p>\n<figure id=\"attachment_66517\" aria-describedby=\"caption-attachment-66517\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-66517 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati2.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"707\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati2.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati2-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati2-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati2-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati2-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-66517\" class=\"wp-caption-text\">PENUNJUK kilometer di pinggir jalan raya di seberang Monumen Rejodani.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ke-10 tentara pelajar yang tidak mengetahui bahwa musuhnya adalah pasukan khusus terlatih merasa kewalahan.<\/p>\n<p>Pasukan Brigade Tiger yang berada di dalam kendaraan tempur berhamburan keluar sembari melakukan serangan balik.<\/p>\n<p>Mereka cukup kuat karena dilengkapi dengan senjata berat.<\/p>\n<p>Meski begitu, kata Suparjo, prajurit TB-17 tak kalah lebih beraninya. Tidak takut mati meski hanya bersenjata karabin.<\/p>\n<p>Mereka terus memuntahkan peluru dalam jarak dekat ke sasaran musuh sambil berlindung di persawahan yang selesai dipanen.<\/p>\n<p>\u201c<em>Maju\u2026! Maju\u2026! Maju\u2026!<\/em>\u201d kata Suparjo menirukan pekik tentara pelajar.<\/p>\n<p>Suparjo teringat betul peristiwa sengit itu.<\/p>\n<p>Dalam kontak senjata itu Brigade Tiger terpojok. Mereka berlindung di balik kendaraan lapis baja sembari menghubungi pasukan lain yang berada di Kledokan, Pakem, untuk membantu pertempuran.<\/p>\n<p>Bantuan pasukan berjalan kaki dari Kledokan menyeberang sungai Boyong.<\/p>\n<p>Ke-10 tentara pelajar yang sibuk dengan senjatanya tidak menyadari kedatangan bantuan pasukan Belanda dari arah Timur.<\/p>\n<p>Akibatnya, ke-10 tentara pelajar terjepit. Mereka diserang dari dua arah, Barat dan Timur.<\/p>\n<figure id=\"attachment_66518\" aria-describedby=\"caption-attachment-66518\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-66518 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati4.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"707\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati4.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati4-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati4-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati4-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati4-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-66518\" class=\"wp-caption-text\">MONUMEN Rejodani lebih dikebal dengan sebutan Monumen Tentara Pelajar.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Suparjo sesekali mengingat kesaksiannya pada peristiwa itu.<\/p>\n<p>Kala itu usia Suparjo belum genap 10 tahun. Saat menyaksikan pertempuran dari kejauhan, ia bersama adik dan ibunya, membaur dengan tetangganya. Salah satunya mbah Sis.<\/p>\n<p>Suparjo kecil berdiri paling depan, di antara warga lainnya yang turut menyaksikan pertempuran sengit itu.<\/p>\n<p>Rentetan peluru dan bom, terdengar hingga radius satu kilometer lebih, kata Suparjo.<\/p>\n<p>Sekira pukul 10.00 WIB perang berhenti.<\/p>\n<p>Warga melihat dua orang tentara pelajar berlari ke Utara secara sembunyi.<\/p>\n<p>Kedua orang itu menyelamatkan diri masuk ke Dusun Pothon.<\/p>\n<p>\u201cMereka kehabisan peluru,\u201d kata Suparjo.<\/p>\n<p>Kedua anggota TP-17 diketahui bernama Martono dan Rujito.<\/p>\n<p>&#8220;Keduanya meneruskan karirnya di militer. Setelah pensiun, Martono menjadi Menteri Koperasi. Sedangkan Rujito menjadi Bupati di Banyumas,&#8221; ungkap Suparjo.<\/p>\n<p>Memastikan tidak ada baku tembak. Setelah dirasa aman. Suparjo memberanikan diri ke lokasi pertempuran.<\/p>\n<p>Alangkah kagetnya Suparjo melihat tujuh orang tentara pelajar tewas.<\/p>\n<p>Enam jenazah tergeletak di parit, dekat rimbunan pandan, dan dua lainnya di jalan.<\/p>\n<p>Meski dalam pertempuran telah menewaskan delapan tentara pelajar, namun, banyak pasukan Belanda yang mati tertembus peluru.<\/p>\n<p>Mayat Brigade Tiger terlihat berserakan di sekitar monumen, dsalah satunya mayat Kolonel van Muller yang ditemukan di dekat rerimbunan pandan, dekat parit.<\/p>\n<p>\u201cMungkin anak buahnya tidak ada yang menyadari kematian Muller,\u201d kata Suparjo.<\/p>\n<p>Untuk menghilangkan jejak, mayat Muller kemudian ditimbun tanah di persawahan tak jauh dari lokasi pertempuran.<\/p>\n<p>Usai mengubur Kolonel van Muller, oleh warga, tanah kemudian diratakan dengan bajak sawah.<\/p>\n<p>Setelah itu, sawah dialiri air irigasi agar mayat Muller yang sudah ditimbun dan diratakan hilang jejak.<\/p>\n<figure id=\"attachment_66520\" aria-describedby=\"caption-attachment-66520\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-66520 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati1.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"707\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati1.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati1-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati1-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati1-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati1-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-66520\" class=\"wp-caption-text\">TAMAN wahana bermain anak Sariharjo berada di kawasan Monumen Tentara Pelajar.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Setidaknya 21 tentara Belanda, termasuk sang Kolonel, tewas dalam baku tembak.<\/p>\n<p>Beruntung, saat Rejodani disatroni pasukan Belanda tidak ada insiden lain. Sebab, kata Suparjo, hampir semua laki-laki ikut berperang hanya tinggal anak-anak dan perempuan.<\/p>\n<p>Kedelapan jenazah tentara pelajar kemudian dipindah ke masjid terdekat oleh para perempuan Rejodani menggunakan tandu dari lincak bambu.<\/p>\n<p>Di atas tandu lincak, kedelapan jenazah ditutup dengan daun pisang kemudian dibawa ke Masjid Sulthony berjarak sekira 950 meter dari lokasi baku tembak.<\/p>\n<p>\u201cSetelah diletakkan di teras masjid dan di<em>sholat<\/em>kan,\u00a0 jenazah dimakamkan di pemakaman Rejodani dekat masjid,\u201d kenang Suparjo.<\/p>\n<h6>Copyright \u00a9 Fornews.co 2023. All rights reserved.<\/h6>\n<p><em>Artikel ini sebelumnya berjudul: <strong>Asal-usul Dibuat Monumen Medan Laga Rejodani TP BE-17<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis oleh A.S. Adam SIANG, sekira pukul 13.00 WIB, ketika langit cerah membiru meski BMKG memprediksi bakal terjadi cuaca ekstrim di Jogjakarta. Dari Dusun Ngetiran, Desa Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta, Gunung Merapi terlihat jelas, tampak gagah. \u201cWaktu itu, terjadi baku tembak antara TP (sebutan untuk Tentara Pelajar) dan pasukan Belanda di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":66519,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[10913],"tags":[28254,28256,28255],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Dua-Tentara-Pelajar-Indonesia-Menjadi-Menteri-dan-Bupati3.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-hiQ","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66516"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66516"}],"version-history":[{"count":15,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66516\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":89016,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66516\/revisions\/89016"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}