
{"id":66940,"date":"2021-03-04T14:38:15","date_gmt":"2021-03-04T07:38:15","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=66940"},"modified":"2021-03-04T14:38:15","modified_gmt":"2021-03-04T07:38:15","slug":"kawal-3-beruang-madu-kembali-ke-habitatnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/kawal-3-beruang-madu-kembali-ke-habitatnya\/","title":{"rendered":"Kawal 3 Beruang Madu Kembali ke Habitatnya"},"content":{"rendered":"<p>Jambi, Fornews.co &#8211; Tiga ekor Beruang Madu (<em>Helarctos malayanus<\/em>)\u00a0dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Kabupaten Kerinci.\u00a0Pelepasliaran dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi bersama dengan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), serta Fauna dan\u00a0Flora Internasional.<\/p>\n<p>Sebelumnya beruang madu tersebut berasal dari Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur (BKSDA DKI Jakarta). Selama empat bulan satwa ini direhabilitasi di Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) Balai KSDA Jambi.<\/p>\n<p>Selama dalam masa rehabilitasi, satwa-satwa ini mendapat perlakuan untuk mengembalikan\u00a0insting\u00a0hidup di habitat alaminya. Di\u00a0samping itu juga dilakukan pengecekan kesehatan dan\u00a0pengaturan diet yang ketat dari dokter hewan.<\/p>\n<p>\u201cIni merupakan bentuk komitmen Balai KSDA Jambi dalam mengembalikan satwa ke alam bebas dimana merupakan tanggung jawab kita semua dan tugas mulia karena membantu terciptanya keseimbangan ekosistem sehingga mewujudkan kondisi lingkungan hidup yang sehat dan terjaga kelestariannya,\u201d ujar Rahmad Saleh, Kepala Balai KSDA Jambi, dalam rilisnya, Kamis (4\/3\/21).<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pelepasliaran satwa merupakan salah satu upaya penyelamatan satwa. Namun kegiatan belum selesai ketika satwa dikembalikan ke habitat alaminya, masih dibutuhkan upaya memonitor satwa yang dilepaskan bisa hidup dengan baik dan menjaga kelestarian habitatnya. \u201cUntuk itu dibutuhkan peran serta Pemerintah Daerah dan Masyarakat untuk mengawal dan memastikan satwa liar yang dimiliki bangsa ini aman, serta dapat menjadi kekayaan dan kebanggaan bangsa,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Menurut Nurhamidi, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I BBTNKS,\u00a0lokasi tersebut memiliki kondisi habitat yang cukup baik yang bisa mendukung kehidupan satwa liar beruang madu. Sebab,\u00a0kawasan itu memiliki potensi pakan beruang madu yang melimpah berupa buah-buahan hutan yang biasa dimakan oleh beruang, serangga-serangga kecil yang hidup di tanah,\u00a0bongkahan kayu lapuk,\u00a0dan cukup banyak potensi lebah madu.<\/p>\n<p>\u201cTNKS merupakan hutan hujan tropis yang masih baik sehingga merupakan habitat yang ideal bagi berbagai satwa liar seperti beruang madu. Lokasi pelepasliaran dipilih di lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk berdasarkan survei yang dilakukan bersama-sama oleh Tim BBTNKS dan BKSDA Jambi,\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>Tim FFI yang hadir dari unit Monitoring Harimau Sumatera (MHS) dan Patroli Harimau Sumatera (PHS) beserta Program Manajer Lanskap (Abdul Hadison) sangat mengapresiasi\u00a0release\u00a03 ekor berung madu ini.\u00a0\u201cKami menilai sangat tepat dalam menentukan lokasi pelepasliaran secara prosedur dan daya dukungnya bagi beruang madu meskipun masih ditemukan kendala teknis proses pelepasliaran,\u201d ujarnya. (yas)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jambi, Fornews.co &#8211; Tiga ekor Beruang Madu (Helarctos malayanus)\u00a0dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Kabupaten Kerinci.\u00a0Pelepasliaran dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi bersama dengan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), serta Fauna dan\u00a0Flora Internasional. Sebelumnya beruang madu tersebut berasal dari Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":66941,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/03\/kerinci-seblat.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-hpG","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66940"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66940"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66940\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66942,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66940\/revisions\/66942"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}