
{"id":66947,"date":"2021-03-04T14:56:46","date_gmt":"2021-03-04T07:56:46","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=66947"},"modified":"2021-03-04T14:56:46","modified_gmt":"2021-03-04T07:56:46","slug":"waspada-obesitas-pada-anak-begini-cara-mencegahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/waspada-obesitas-pada-anak-begini-cara-mencegahnya\/","title":{"rendered":"Waspada Obesitas pada Anak, Begini Cara Mencegahnya"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong><a href=\"http:\/\/Fornews.co\">Fornews.co<\/a><\/strong> &#8211; Obesitas merupakan kondisi yang ditandai dengan berat badan berlebih akibat penumpukan lemak di dalam tubuh. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa terkena obesitas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Bahkan jika tidak terkontrol, obesitas bisa meningkatkan risiko anak terkena berbagai penyakit, seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun, tidak semua anak yang memiliki berat badan berlebih dapat dianggap obesitas. Untuk menentukan anak obesitas, diperlukan pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT) yang dihitung berdasarkan berat dan tinggi badan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Beberapa Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Anak Obesitas seperti dilansir dari alodokter, Kamis (04\/03).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. Konsumsi makanan tidak sehat<br \/>\nKebiasaan sering mengonsumsi hidangan berkalori tinggi, seperti makanan cepat saji, makanan tinggi lemak jenuh dan gula, serta minuman ringan, merupakan salah satu penyebab utama obesitas pada anak. Hal ini dikarenakan anak-anak umumnya menyukai makanan dengan rasa dan tampilan yang menarik.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">2. Jarang bergerak<br \/>\nSelain pola makan tidak sehat, kurang olahraga atau jarang bergerak juga dapat membuat anak rentan terkena obesitas. Kurangnya aktivitas fisik bisa membuat jumlah kalori yang masuk melebihi jumlah kalori yang terbakar.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Akibatnya, kalori tersebut akan menumpuk menjadi jaringan lemak di dalam tubuh dan menyebabkan obesitas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">3. Keluarga dengan riwayat obesitas<br \/>\nSeorang anak yang berasal dari keluarga yang obesitas berpotensi lebih tinggi untuk memiliki berat badan yang berlebih pula. Selain karena faktor genetik, hal ini kemungkinan besar juga dipengaruhi oleh pola makan dan kurangnya aktivitas fisik bersama anggota keluarga.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">4. Psikologis anak<br \/>\nUntuk mengatasi masalah dan emosi, seperti rasa bosan atau stres, beberapa anak sering kali melampiaskannya pada makanan. Biasanya, mereka akan mengonsumsi makanan cepat saji, minuman manis, dan permen atau cokelat secara berlebihan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain beberapa faktor di atas, konsumsi obat-obatan tertentu, seperti prednison, lithium, dan amitriptyline, juga dapat menjadi salah satu faktor yang bisa membuat anak lebih rentan mengalami obesitas.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Diabetes juga dapat menyebabkan komplikasi seperti tekanan darah dan kolesterol tinggi. Karena konsumsi makanan tidak sehat secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan kolesterol dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya plak dan penyempitan pembuluh darah pada anak yang dapat memicu stroke atau serangan jantung di kemudian hari.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selanjutnya Diabetes tipe 2, karena jarang bergerak dan obesitas pada anak dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes tipe 2. Hal ini dikarenakan adanya gangguan pada proses metabolisme di tubuh anak.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Gangguan pernapasan, bobot tubuh anak yang berlebih dapat mengakibatkan penyempitan dan pembengkakan pada saluran pernapasan. Hal ini akan menyebabkan anak sulit bernapas dan berisiko menderita penyakit pernapasan, seperti asma.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Nyeri sendi. Bobot tubuh yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan ekstra pada pinggul dan lutut. Hal ini terkadang dapat membuat anak obesitas mengalami nyeri dan cedera pada lutut, pinggul, dan punggul.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Gangguan tidur. Obesitas pada anak dapat menyebabkan gangguan tidur, seperti sleep apnea dan mendengkur berlebihan. Hal ini terjadi karena adanya beban berlebih yang menghalangi saluran pernapasan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain itu, obesitas juga bisa berdampak pada sisi sosial dan emosional anak, seperti depresi, gangguan kecemasan, tidak percaya diri, dan sulit bersosialisasi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Untuk mencegah obesitas pada anak, beberapa hal ini dapat dilakukan.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">1. Jadikan gaya hidup sehat sebagai kebiasaan di dalam keluarga.<br \/>\n2. Periksakan anak ke dokter secara berkala untuk menjalani penghitungan IMT guna mendeteksi risiko obesitas, terutama jika anak terlihat mengalami kelebihan berat badan.<br \/>\n3. Pastikan anak memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, karena kurang tidur dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak.<br \/>\n4. Batasi waktu menonton televisi atau bermain game sebanyak maksimal 1 jam per hari.<br \/>\n5. Hindari membeli dan menyimpan camilan dengan kandungan natrium, gula, dan kalori tinggi di rumah.<br \/>\n6. Hargai nafsu makan anak dengan tidak memaksanya untuk menghabiskan seluruh hidangan.<br \/>\n7. Sampaikan kepada anak bahwa Anda mencintainya tanpa syarat, sehingga ia dapat terbuka mengenai masalah apa pun yang dapat memicu obesitas.<br \/>\n8. Peran dan pola asuh orang tua sangat berpengaruh dalam mengatasi obesitas pada anak. Meski terlihat lucu dan menggemaskan, anak obesitas bisa mengalami gangguan kesehatan di kemudian hari. Oleh karena itu, penting untuk mendampingi anak saat sedang menjalani program penurunan berat badan. (rif)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fornews.co &#8211; Obesitas merupakan kondisi yang ditandai dengan berat badan berlebih akibat penumpukan lemak di dalam tubuh. Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa terkena obesitas. Bahkan jika tidak terkontrol, obesitas bisa meningkatkan risiko anak terkena berbagai penyakit, seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi. Namun, tidak semua anak yang memiliki berat badan berlebih dapat dianggap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":66951,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15206],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/03\/images-1-2.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-hpN","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66947"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66947"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66947\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66952,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66947\/revisions\/66952"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66947"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66947"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66947"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}