
{"id":67696,"date":"2021-03-17T18:55:54","date_gmt":"2021-03-17T11:55:54","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=67696"},"modified":"2021-03-17T23:16:12","modified_gmt":"2021-03-17T16:16:12","slug":"isu-vaksin-covid-19-kedaluwarsa-kemenkes-pastikan-vaksin-sinovac-tahap-i-sudah-habis-terpakai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/isu-vaksin-covid-19-kedaluwarsa-kemenkes-pastikan-vaksin-sinovac-tahap-i-sudah-habis-terpakai\/","title":{"rendered":"Isu Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa, Kemenkes Pastikan Vaksin Sinovac Tahap I Sudah Habis Terpakai"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co<\/strong> \u2013 Beredar isu yang menyebutkan vaksin Covid-19 Sinovac yang dipergunakan telah habis masa berlaku atau kedaluwarsa. Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir, karena Pemerintah menjamin keamanan, khasiat, dan mutu vaksin yang akan diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengklarifikasi isu yang ramai beredar tersebut. Menurut Nadia, vaksin Sinovac tersebut bukan kedaluwarsa melainkan <em>shelf life<\/em> atau masa simpan. Nadia menegaskan, Pemerintah tidak akan memberikan vaksin yang masa simpannya habis, hal ini untuk memastikan keamanan dan khasiat vaksin.<\/p>\n<p>Nadia menerangkan, vaksin Sinovac yang datang pada tahap pertama sejumlah 3 juta dosis, terdiri dari 1,2 juta dosis vaksin tiba awal Desember 2020 dan 1,8 juta dosis vaksin tiba pada akhir Desember 2020, diproduksi pada September-November 2020 dengan <em>shelf life<\/em> dari produsen selama 3 tahun.<\/p>\n<p>Sementara itu, dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berdasarkan data stabilitas produk, diklaim bahwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac memiliki masa simpan selama enam bulan. Nadia menegaskan ketentuan ini bukan bermaksud untuk mempercepat masa simpan vaksin, melainkan wujud kehati-hatian pemerintah dengan tidak begitu saja menerima data dari produsen.<\/p>\n<p>\u201cBukan ada percepatan dari BPOM terkait masa simpan ini, tetapi BPOM melihat bahwa <em>shelf life<\/em> dari vaksin ini tidak semata-mata berdasarkan informasi yang disampaikan oleh produsen tetapi berdasarkan pada data stabilitas yang ada,\u201d ujarnya dikutip dari laman Kemenkes, Rabu (17\/3\/2021).<\/p>\n<p>Masa simpan 1,2 juta dosis vaksin tersebut adalah hingga 25 Maret 2021, sementara untuk 1,8 juta dosis vaksin memiliki masa simpan hingga Mei 2021. Meski demikian, vaksin tersebut telah habis digunakan untuk vaksinasi bagi tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik.<\/p>\n<p>\u201cKemenkes mengikuti keputusan BPOM. Sejak awal, kami menjaga agar penggunaan vaksin Sinovac dalam rentang <em>shelf life<\/em> atau masa simpan sesuai yang disampaikan oleh BPOM,\u201d kata Nadia.<\/p>\n<p>Karena vaksin tahap pertama telah habis, vaksin Covid-19 yang saat ini digunakan oleh Pemerintah untuk vaksinasi tahap kedua bagi kelompok lanjut usia berumur 60 tahun ke atas dan tenaga pelayanan publik, menggunakan vaksin produksi Sinovac yang datang di tahap berikutnya dalam bentuk bahan baku atau <em>bulk<\/em> yang kemudian diproses oleh Bio Farma.<\/p>\n<p>Nadia menjelaskan, vaksin tersebut memiliki tampilan fisik yang berbeda dengan vaksin Sinovac yang didatangkan langsung dari Tiongkok, yaitu dengan vial yang ukurannya jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.<\/p>\n<p>\u201cKemasannya berbeda dengan yang pertama. Sama-sama berbentuk vial, tetapi vial ini bisa disuntikkan untuk 9-11 orang dengan setengah cc,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Perbedaan kemasan ini sekaligus memastikan bahwa sudah tidak ada lagi vaksin Covid-19 tahap pertama dari Sinovac yang masih beredar. (ije)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 Beredar isu yang menyebutkan vaksin Covid-19 Sinovac yang dipergunakan telah habis masa berlaku atau kedaluwarsa. Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir, karena Pemerintah menjamin keamanan, khasiat, dan mutu vaksin yang akan diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengklarifikasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":65658,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18043],"tags":[19574,19573,20852],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/02\/Siti-Nadia-Tarmizi.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-hBS","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67696"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67696"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67696\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67699,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67696\/revisions\/67699"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67696"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67696"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67696"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}