
{"id":69686,"date":"2021-04-27T17:45:35","date_gmt":"2021-04-27T10:45:35","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=69686"},"modified":"2021-04-27T20:43:56","modified_gmt":"2021-04-27T13:43:56","slug":"terkait-tewasnya-kabinda-papua-kornas-relawan-merah-hati-indonesia-minta-presiden-keluarkan-inpres","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/terkait-tewasnya-kabinda-papua-kornas-relawan-merah-hati-indonesia-minta-presiden-keluarkan-inpres\/","title":{"rendered":"Terkait Tewasnya Kabinda Papua, Kornas Relawan Merah Hati Indonesia\u00a0Minta Presiden Keluarkan Inpres"},"content":{"rendered":"<p><strong><b>JAKARTA, fornews.co<\/b><\/strong>-Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk mengeluarkan Instruksi Presiden\u00a0(Inpres)\u00a0guna melakukan Operasi Militer penuh terhadap Kelompok Separatisme Papua Merdeka.<\/p>\n<p>Hal tersebut diutarakan Koordinator Nasional (Kornas) Relawan Merah Hati Indonesia, Hendri Kurniawan, SH, pasca insiden gugurnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Ida Gusti Putu Danny Nugraha di distrik Beoga, Kabupaten Puncak oleh Kelompok Separatisme Papua Merdeka.<\/p>\n<p>\u201cHaruskah kita menunggu dan menunggu lagi korban berjatuhan dikalangan militer dan sipil Indonesia, akankah kita terus membiarkan rakyat Papua dikecam rasa ketakutan terhadap gerakan yang dilancarkan oleh kelompok separatis ini,\u201d ujar Hendri, Selasa (27\/04\/2021).<\/p>\n<p>Hendri mengungkapkan, permintaan kepada Presiden Jokowi untuk mengeluarkan Inpres guna melakukan Operasi Militer penuh terhadap Kelompok Separatisme Papua Merdeka\u00a0bukan tanpa alasan.<\/p>\n<p>Dalam pandangan mereka, sambung Hendri, ini bukan lagi permainan retorika antara pembahasaan kelompok kriminal bersenjata,\u00a0yang ranahnya menjadi domain keamanan nasional.<\/p>\n<p>\u201cTapi jelas,\u00a0ini domain dari pertahanan nasional yang memiliki implikasi jelas terhadap kedaulatan negara.\u00a0Maka\u00a0tak ada jalan lain Presiden untuk keluarkan Instruksi Presiden RI untuk melaksanakan Operasi Militer Penuh dalam pendekatannya,\u201d tegas dia.<\/p>\n<p>Hendri menerangkan, separatisme Papua melalui segala bentuk aktifitasnya oleh Organisasi Papua Merdeka\u00a0(OPM)\u00a0maupun kelompok jaringan dan organ sempalannya,\u00a0memiliki akibat ancaman intergritas kewilayahan, kedaulatan serta kelangsungan maupun masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia\u00a0(NKRI).<\/p>\n<p>\u201cImplikasi negatif dari ancaman separatisme Papua ini merupakan ancaman yang paling potensial terhadap eksistensi NKRI,\u00a0daripada ancaman ancaman dan gangguan terkait dengan keamanan kewilayahan saja,\u201d terang dia.<\/p>\n<p>Apalagi, jelas dia, sudah banyak korban yang berjatuhan baik dari kalangan militer maupun sipil. Ratusan korban keganasan\u00a0OPM\u00a0dan gerakan separatisme Papua Merdeka ini bukan sebagai orang perorang,\u00a0yang memiliki senjata dan melakukan tindakan gangguan keamanan kepada orang maupun harta benda,\u00a0melainkan jauh lebih dari itu.<\/p>\n<p>\u201cGerakan Separatisme Papua Merdeka ini merupakan\u00a0organisasi yang memiliki struktur jaring internasional,\u00a0dan memiliki daya jangkau operasi strategis militer \u00a0dalam mewujudkan keinginan mereka dalam memisahkan diri dari NKRI,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Brigjen TNI Ida Gusti Putu Danny Nugraha\u00a0sendiri merupakan Prajurit Ksatria TNI yang memiliki kemampuan keahlian strategis baik kemampuan personality dalam dunia militer yang berbasis Prajurit Komando Pasukan Khusus maupun dengan latar belakang telik shandy.\u00a0(aha)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co-Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk mengeluarkan Instruksi Presiden\u00a0(Inpres)\u00a0guna melakukan Operasi Militer penuh terhadap Kelompok Separatisme Papua Merdeka. Hal tersebut diutarakan Koordinator Nasional (Kornas) Relawan Merah Hati Indonesia, Hendri Kurniawan, SH, pasca insiden gugurnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Ida Gusti Putu Danny Nugraha di distrik Beoga, Kabupaten Puncak oleh Kelompok Separatisme [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":69687,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[1],"tags":[21391,21390,9035],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/04\/Hendri-Kurniawan.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-i7Y","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69686"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=69686"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69686\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69688,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69686\/revisions\/69688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/69687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=69686"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=69686"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=69686"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}