
{"id":70896,"date":"2021-06-06T07:00:29","date_gmt":"2021-06-06T00:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=70896"},"modified":"2021-06-06T06:37:17","modified_gmt":"2021-06-05T23:37:17","slug":"hancurnya-voc-setelah-terlibat-perang-di-jawa-sumatra-dan-maluku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/hancurnya-voc-setelah-terlibat-perang-di-jawa-sumatra-dan-maluku\/","title":{"rendered":"Hancurnya VOC Setelah Terlibat Perang di Jawa, Sumatra dan Maluku"},"content":{"rendered":"<p><strong><em>Penulis oleh A.S. Adam<\/em><\/strong><\/p>\n<p>MUNCULNYA Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) sebagai perusahaan dagang Belanda di Jawa pada tahun 1956 menjadi awal penjajahan panjang di Indonesia.<\/p>\n<p>VOC yang bediri pada 20 Maret 1602 mendeklarasikan sebagai perusahaan multinasional dengan sistem pembagian saham pertama di dunia.<\/p>\n<p>Namun, VOC memonopoli perdagangan di Asia sehingga berpotensi menimbulkan perang di Jawa yang merembet hingga Sumatra, Indonesia bagian Timur dan Tengah.<\/p>\n<p>Jan Huyghen van Linschoten dan Cornelis de Houtman, adalah dua orang yang harus bertanggung jawab terhadap penjajahan dan perang di Jawa, Sumatra, Celebes, Borneo, dan Irian Jaya.<\/p>\n<p>Menurut peneliti naskah-naskah kuno perjanjian era kolonial Belanda, Rendra Agusta, mengungkapkan pemerintah Belanda selalu memulai perang.<\/p>\n<p>VOC yang diberikan fasilitas dan hak-hak istimewa (octrooi) oleh Pemerintah Belanda, juga selalu bertindak sewenang-wenang.<\/p>\n<p>Selain itu, VOC bertindak seperti layaknya satu negara meski sebenarnya hanyalah sebuah perkumpulan dagang.<\/p>\n<p>\u201cMereka diperbolehkan memiliki tentara dan mata uang, bernegosiasi dengan negara lain hingga menyatakan perang,\u201d kata Rendra, kepada penulis.<\/p>\n<p>Perkumpulan dagang itu sendiri disebut-sebut sebagai negara di dalam negara yang memiliki 17 tuan (<em>Heeren XVII<\/em>) dari Amsterdam, Middelburg, Enkhuizen, Delft, Hoorn, dan Rotterdam.<\/p>\n<figure id=\"attachment_70898\" aria-describedby=\"caption-attachment-70898\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-70898 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa2.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"707\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa2.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa2-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa2-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa2-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa2-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-70898\" class=\"wp-caption-text\">&#8220;Obligasi yang diterbitkan oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda,&#8221; dalam bentuk cetakan dengan manuskrip, 16cm x 21cm. (foto fornews.co\/perpustakaan beinecke)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Pura-pura Berdagang<\/strong><\/p>\n<p>Sama halnya dengan bangsa-bangsa Eropa yang awalnya mengaku punya tujuan berdagang, VOC yang mewakili pemerintah Belanda, juga melakukan perjalanan ke Jawa dengan dalih berdagang.<\/p>\n<p>Di balik sikap berpura-pura berdagang, bangsa-bangsa Eropa itu memiliki siasat licik untuk menguasai bangsa pribumi di Jawa dengan cara bersekutu dengan negara-negara Eropa.<\/p>\n<p>Persekutuan itu dilakukan setelah mendapat pengusiran oleh penduduk lokal yang telah mengetahui niat jahat mereka.<\/p>\n<p>Meski para kompeni yang berpura-pura berdagang itu sebelumnya berhasil lolos dan kabur dari perlawanan penduduk lokal, namun, mereka kembali lagi ke Jawa dan berkolonisasi melakukan penjajahan.<\/p>\n<p>Saat kabur melarikan diri mereka juga berhasil membawa rempah-rempah, meski harus kehilangan separuh awak kapal yang mati akibat perlawanan penduduk lokal.<\/p>\n<p>Kompeni yakni sebutan pribumi Jawa dan Melayu, yang berarti penjajah Belanda berasal dari kata <em>compagnie<\/em>, yakni persekutuan dagang Belanda atau VOC.<\/p>\n<p>Sebutan kata \u2018kompeni\u2019 lebih ditujukan kepada tentara Belanda yang selalu melakukan penindasan terhadap rakyat pribumi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_70897\" aria-describedby=\"caption-attachment-70897\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-70897 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"707\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-70897\" class=\"wp-caption-text\">PERANG Jawa. (foto fornews.co\/perpustakaan leiden)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Perseteruan Belanda dengan Portugis dan Penduduk Lokal<\/strong><\/p>\n<p>Jauh sebelum akhirnya Belanda dapat menguasai Jawa hingga pasca Perang Dunia II, mereka diganjal masalah oleh Portugis dan Inggris.<\/p>\n<p>Portugis yang merasa terlebih dahulu menemukan Jawa melalui \u201cjalur rahasia\u201d tidak begitu saja memberikan peluang kepada Belanda.<\/p>\n<p>Untuk menghadapi masalah itu, oleh Staaten Generaal di Belanda, VOC diberi wewenang memiliki tentara dengan syarat harus membiayai sendiri.<\/p>\n<p>Dalam beberapa catatan sejarah, Portugis dan Spanyol mengaku mendahului Belanda menemukan Jawa dengan &#8220;jalur rahasianya&#8221;.<\/p>\n<p>Atas dasar pengakuan mereka itulah Cornelis de Houtman segera melakukan pelayaran dengan empat kapal ke Banten dan berlabuh di Jawa pada tahun 1595-1597.<\/p>\n<p>Sesampainya di Jawa, Cornelis de Houtman dengan awak kapal dalam kondisi mengenaskan. Empat kapalnya mengalami banyak kerusakan.<\/p>\n<p>Empat kapal ekspedisi yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman yang berlayar ke Jawa merupakan kontak pertama Indonesia dengan Belanda.<\/p>\n<p>Kedatangan Houtman di Jawa justru menyebabkan perseteruan dengan orang Portugis dan penduduk lokal. Namun, karena kalah berseteru Houtman kabur pulang ke Belanda.<\/p>\n<p>Sementara pada tahun 1605-1611, Frederik de Houvnztman menjadi Gubernur VOC di Ambon. Setelah itu, ia kembali dijadikan Gubernur Maluku pada 1621-1623.<\/p>\n<figure id=\"attachment_70902\" aria-describedby=\"caption-attachment-70902\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-70902 size-full\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa4.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"707\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa4.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa4-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa4-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa4-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa4-750x530.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-70902\" class=\"wp-caption-text\">PEMANDANGAN kastil di Batavia karya Johann Wolfgang Heydt yang dibuat sekitar tahun 1700-an. (foto fornews.co\/bartele gallery)<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Bermarkas di Batavia<\/strong><\/p>\n<p>Pada tahun 1603, VOC diizinkan kerajaan Belanda mendirikan kantor perwakilan di Banten, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Namun, Pieter Both yang baru diangkat menjadi Gubernur Jenderal VOC pertama pada tahun 1610, lebih memilih Batavia sebagai markas dan pusat administrasi.<\/p>\n<p>Setelah menjadikan Batavia sebagai markas, VOC lantas mendirikan pos-pos kolonial di wilayah Hindia Timur untuk mengeruk rempah-rempah di Indonesia bagian Timur.<\/p>\n<p>Melalui pos-pos yang didirikan itu, mereka selalu melakukan kekerasan terhadap penduduk lokal dengan melakukan pemerasan dan pembunuhan massal.<\/p>\n<p>Sementara di Deshima, sebuah pulau buatan di lepas pantai Nagasaki adalah pos perdagangan yang tenang.<\/p>\n<p>Di pulau buatan itu, orang Eropa dapat berdagang dengan Jepang dan melakukan kesepakatan-kesepakatan saling menguntungkan lainnya.<\/p>\n<p>VOC juga mendirikan pos di Tanjung Harapan, Afrika Selatan, untuk memudahkan kapal-kapal VOC melakukan perjalanan ke Asia Timur. Pos itu didirikan oleh Jan van Riebeeck pada tahun 1652.<\/p>\n<p>VOC juga mendirikan pos-pos di Cina, Taiwan, Thailand, Malaysia, Bangladesh, Iran, Sri Lanka dan sebagian India.<\/p>\n<p>Pos di Afrika Selatan itu kemudian banyak ditinggali oleh orang-orang Eropa sehingga VOC menjadi koloni besar.<\/p>\n<p>Meski telah menjadi koloni besar, pada pertengahan abad ke-18, kembali terjadi konflik dengan Inggris. VOC bahkan mengalami kesulitan keuangan karena kalah perang. Seluruh kantor VOC berhasil diduduki Inggris.<\/p>\n<p>Salah satu petinggi VOC, Heeren Zeventien, dianggap paling bertanggung jawab atas kebangkrutan VOC.<\/p>\n<p>Heeren dinyatakan telah membiarkan adanya praktek korupsi dari para pejabatnya yang memperkaya diri dengan menjalankan bisnis pribadi.<\/p>\n<p>Disaat perang, Heeren Zeventien, juga tidak cepat menggerakkan serdadu-serdadu dan kapal perang saat melawan Inggris.<\/p>\n<p>Sepanjang sejarah, VOC yang merupakan perusahaan pribadi terkaya memiliki lebih 150 perahu dagang dan 40 kapal perang dengan 50.000 pekerja.<\/p>\n<p>VOC juga memiliki angkatan bersenjata pribadi sebanyak 10.000 tentara.<\/p>\n<p>Hingga pada 17 Maret 1798, setelah tentara Napoleon Bonaparte dari Perancis menginvasi Belanda, VOC dibubarkan.<\/p>\n<p>Akibat kehancuran VOC, Hindia Timur yang semula adalah milik perusahaan harus berpindah tangan kepada Kerajaan Belanda setelah Kongres Wina pada tahun 1815.<\/p>\n<p>Keterlibatan dalam perang di Jawa, Sumatra dan Maluku, juga menjadi penyebab kehancuran VOC. Sehingga pada 31 Desember 1799, VOC resmi dibubarkan dengan meninggalkan hutang sebesar 136,7 juta gulden. (adam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulis oleh A.S. Adam MUNCULNYA Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) sebagai perusahaan dagang Belanda di Jawa pada tahun 1956 menjadi awal penjajahan panjang di Indonesia. VOC yang bediri pada 20 Maret 1602 mendeklarasikan sebagai perusahaan multinasional dengan sistem pembagian saham pertama di dunia. Namun, VOC memonopoli perdagangan di Asia sehingga berpotensi menimbulkan perang di Jawa yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":70901,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[10913],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/06\/Hancurnya-VOC-Terlibat-Perang-di-Jawa3.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-iru","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70896"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70896"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70896\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":70903,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70896\/revisions\/70903"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70901"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70896"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70896"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70896"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}