
{"id":71531,"date":"2021-07-31T07:06:38","date_gmt":"2021-07-31T00:06:38","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=71531"},"modified":"2021-07-31T07:18:04","modified_gmt":"2021-07-31T00:18:04","slug":"aktivitas-gunung-merapi-masih-cukup-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/aktivitas-gunung-merapi-masih-cukup-tinggi\/","title":{"rendered":"Aktivitas Gunung Merapi masih Cukup Tinggi"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYAKARTA, fornews.co<\/strong>\u2014Aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah saat ini masih cukup tinggi.<\/p>\n<p>Pekan ini Gunung Merapi mengalami 4 kali awan panas guguran ke arah Barat Daya dengan jarak luncur 2,5 kilometer.<\/p>\n<p>Guguran lava teramati sebanyak 29 kali ke arah Tenggara dengan jarak luncur 1,2 kilometer.<\/p>\n<p>Guguran lava kembali teramati pada jam-jam berikutnya sebanyak 145 kali ke arah Barat Daya dengan jarak luncur maksimal 2 kilometer.<\/p>\n<p>Guguran lava juga terjadi sebanyak 4 kali ke arah Barat dengan jarak luncur 800 meter dan 1 kali ke Barat Laut dengan jarak luncur 500 meter.<\/p>\n<p>Pada tanggal 25 Juli 2021 pukul 22.49 WIB terpantau titik api di lereng Barat Daya Gunung Merapi. Fenomena yang sama terlihat pada tanggal 26 Juli 2021.<\/p>\n<p>Titik api tersebut merupakan kebakaran vegetasi yang dipicu oleh lontaran lava dari guguran lava pijar.<\/p>\n<p>Musim kemarau dan tidak adanya hujan membuat vegetasi di lereng Merapi menjadi kering sehingga sangat mudah terbakar ketika tersulut api.<\/p>\n<p>Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan Merapi menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 11cm per hari.<\/p>\n<p>Intensitas guguran lava bersamaan kegempaan Gunung Merapi pada pekan ini terbilang cukup tinggi. Deformasi G.<\/p>\n<p>Guguran yang teramati pada sisi Barat berasal dari material lama Lava 1992 dan Lava 1998, demikian juga guguran yang mengarah ke Barat Laut berasal dari material lama Lava 1948.<\/p>\n<p>Dari hasil pengambilan foto udara dengan drone yang dilakukan pada tanggal 28 Juli 2021 volume kubah Barat Daya sebesar 1.878.000 m3 dan volume kubah tengah sebesar 2.817.000 m3.<\/p>\n<p>Analisis morfologi dari Stasiun Kamera di Deles, Balerante, Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tidak menunjukkan perubahan signifikan pada tinggi kubah tengah.<\/p>\n<p>Analisis dari Stasiun Kamera Tunggularum di Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman dan Ngepos, Magelang, Jawa Tengah, menunjukkan sedikit perubahan morfologi pada kubah Barat Daya.<\/p>\n<p>Sedangkan dari Stasiun Kamera Babadan menunjukkan sedikit perubahan morfologi pada Lava 1998.<\/p>\n<p>BPPTKG juga melaporkan tidak adanya hujan, lahar, maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.<\/p>\n<p>Meski begitu, BPPTKG menyebut aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi.<\/p>\n<p>Hingga saat ini Gunung Merapi masih berpotensi bahaya dengan status Siaga (Level III).<\/p>\n<p>Potensi bahaya saat ini, Sabtu (31\/7\/2021) berupa awan panas dan guguran lava pada sektor Barat Daya meliputi Kali Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Putih dan Gendol sejauh 5 kilometer dari puncak Merapi.<\/p>\n<p>Bila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau hingga radius 3 kilometer dari puncak.<\/p>\n<p>BPPTKG mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dan kegiatan di kawasan rawan bencana (KRB) III di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. (adam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYAKARTA, fornews.co\u2014Aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah saat ini masih cukup tinggi. Pekan ini Gunung Merapi mengalami 4 kali awan panas guguran ke arah Barat Daya dengan jarak luncur 2,5 kilometer. Guguran lava teramati sebanyak 29 kali ke arah Tenggara dengan jarak luncur 1,2 kilometer. Guguran lava kembali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":71532,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[3304],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/07\/Aktivitas-Gunung-Merapi-masih-Cukup-Tinggi.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-iBJ","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71531"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=71531"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71531\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":71535,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71531\/revisions\/71535"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/71532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=71531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=71531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=71531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}