
{"id":72956,"date":"2021-11-11T06:02:26","date_gmt":"2021-11-10T23:02:26","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=72956"},"modified":"2021-11-11T06:02:26","modified_gmt":"2021-11-10T23:02:26","slug":"konas-desak-dprd-klaten-teruskan-tuntutannya-ke-pemerintah-pusat-di-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/konas-desak-dprd-klaten-teruskan-tuntutannya-ke-pemerintah-pusat-di-jakarta\/","title":{"rendered":"Konas Desak DPRD Klaten Teruskan Tuntutannya ke Pemerintah Pusat di Jakarta"},"content":{"rendered":"<p><strong>KLATEN, fornews.co<\/strong>\u2014Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 berbuntut panjang. Komunitas Nahi Munkar Surakarta (Konas) mendatangi DPRD Klaten, Jawa Tengah pada Rabu (10\/11\/2021).<\/p>\n<p>Konas mendesak DPRD Klaten agar meneruskan tuntutannya ke Pemerintah Pusat di Jakarta, terhadap Menteri Pendidikan dan Menteri Agama yang telah membuat gaduh dan membuat polemik.<\/p>\n<p>Ketua Konas Klaten, Ustadz Bony Azwar, menyebut Permendikbudristek No.30 Tahun 2021 dianggap telah melegalkan zina di kampus.<\/p>\n<p>\u201cKami menuntut Menteri Pendidikan segera meminta maaf dan menyampaikan penyesalannya karena seolah-olah membolehkan praktik zina di kalangan akademi,\u201d ucapnya saat audiensi ke DPRD Klaten.<\/p>\n<figure id=\"attachment_72957\" aria-describedby=\"caption-attachment-72957\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-72957\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/11\/Konas-Desak-DPRD-Klaten-Teruskan-Tuntutannya-ke-Pemerintah-Pusat-di-Jakarta-2-300x212.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"212\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/11\/Konas-Desak-DPRD-Klaten-Teruskan-Tuntutannya-ke-Pemerintah-Pusat-di-Jakarta-2-300x212.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/11\/Konas-Desak-DPRD-Klaten-Teruskan-Tuntutannya-ke-Pemerintah-Pusat-di-Jakarta-2-768x543.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/11\/Konas-Desak-DPRD-Klaten-Teruskan-Tuntutannya-ke-Pemerintah-Pusat-di-Jakarta-2-120x86.jpg 120w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/11\/Konas-Desak-DPRD-Klaten-Teruskan-Tuntutannya-ke-Pemerintah-Pusat-di-Jakarta-2-750x530.jpg 750w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/11\/Konas-Desak-DPRD-Klaten-Teruskan-Tuntutannya-ke-Pemerintah-Pusat-di-Jakarta-2.jpg 1000w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-72957\" class=\"wp-caption-text\">DPRD Klaten menemui Konas untuk menyampaikan aspirasinya.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ketua Konas Klaten itu juga menyampaikan tuntutannya kepada DPRD Klaten agar Menteri Pendidikan segera mencabut dan membatalkan Kamus Sejarah.<\/p>\n<p>Kamus Sejarah itu diketahui telah menghilangkan nama-nama tokoh Islam yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.<\/p>\n<p>Pemerintah diminta untuk segera menghapus nama-nama tokoh komunis di Kamus Sejarah yang terbukti telah mengkhianati Pancasila.<\/p>\n<p>Tuntutan lainnya, Konas meminta Menteri Agama untuk meminta maaf ke publik karena telah mengatakan Kementerian Agama hanya milik golongan tertentu saja.<\/p>\n<p>Konas juga meminta pemerintah untuk menindak tegas para penista agama yang telah melanggar KUHP pasal 56A.<\/p>\n<p>Terkait kasus 6 anggota ormas Islam Laskar FPI yang tewas di Km 50 dan kasus HRS, Konas meminta kepolisian untuk berlaku adil.<\/p>\n<p>\u201cKami meminta Pemerintah RI untuk juga berlaku adil tehadap kasus HRS yang terkesan dipaksakan kasusnya. Seolah-olah kasus kerumunan melebihi kasus terorisme,\u201d tandas Ketua Konas Klaten, Ustadz Bony Azwar.<\/p>\n<p>Tuntutan terakhir, Konas meminta kepada para penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, mahkamah agung, dan KPK, untuk menegakkan supremasi hukum yang berwibawa. (adam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KLATEN, fornews.co\u2014Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 berbuntut panjang. Komunitas Nahi Munkar Surakarta (Konas) mendatangi DPRD Klaten, Jawa Tengah pada Rabu (10\/11\/2021). Konas mendesak DPRD Klaten agar meneruskan tuntutannya ke Pemerintah Pusat di Jakarta, terhadap Menteri Pendidikan dan Menteri Agama yang telah membuat gaduh dan membuat polemik. Ketua Konas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":72958,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[6],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2021\/11\/Konas-Desak-DPRD-Klaten-Teruskan-Tuntutannya-ke-Pemerintah-Pusat-di-Jakarta-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-iYI","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72956"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72956"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72956\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":72959,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72956\/revisions\/72959"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72958"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}