
{"id":73931,"date":"2022-02-01T09:15:28","date_gmt":"2022-02-01T02:15:28","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=73931"},"modified":"2022-02-01T14:20:37","modified_gmt":"2022-02-01T07:20:37","slug":"waspada-menkes-prediksi-puncak-kasus-omicron-akan-terjadi-di-akhir-februari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/waspada-menkes-prediksi-puncak-kasus-omicron-akan-terjadi-di-akhir-februari\/","title":{"rendered":"Waspada! Menkes Prediksi Puncak Kasus Omicron akan Terjadi di Akhir Februari"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co \u2013<\/strong> Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyatakan, masih banyak ketidakpastian dari penyebab penularan kasus Omicron.<\/p>\n<p>Karena ada sejumlah negara dengan kasus Omicron yang tinggi, daripada varian Delta ada pula sejumlah negara dengan kasus Omicron di bawah kasus varian Delta.<\/p>\n<p>Seperti di Amerika, puncak kasus Omicron mencapai 800 ribu per hari, puncak kasus varian Delta 250 ribu per hari. Kemduian di Prancis puncak kasus Omicron dan sekarang masih naik di angka 360 ribu kasus per hari, sedangkan puncak kasus varian Delta 60 ribu per hari.<\/p>\n<p>Berikutnya di Brazil, kasus Omicron saat ini masih naik di kisaran 190 ribu per hari sementara puncak varian Delta 80 ribu per hari. Kasus Omicron di India saat ini mencapai 310 ribuan per hari, sedangkan varian Delta 380 ribu per hari. Jepang 65 ribu kasus per hari sedangkan Delta 25 ribu kasus per hari.<\/p>\n<p>\u201cAda sejumlah negara dengan kasus Omicron, justru lebih rendah dibandingkan kasus Delta. Artinya masih banyak data yang belum diketahui dengan pasti,\u201d ujar dia, pada konferensi pers secara virtual, Senin (31\/1\/2022).<\/p>\n<p>Budi memisalkan di Afrika Selatan, jumlah yang masuk rumah sakit jauh di bawah kasus Delta. Di Inggris pun kasus Omicron jauh di bawah Delta. Di Amerika secara persentase kasus aktif di bawah Delta tetapi secara nominal jumlah orang yang yang masuk rumah sakit lebih tinggi dari kasus Delta.<\/p>\n<p>&#8220;Ini karena banyak ketidakpastiannya lebih baik kita hati-hati, kita waspada, kita tidak usah jumawa, laksanakan protokol kesehatan, hindari kerumunan dan kurangi mobilitas,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Budi mengungkapkan, penularan Omicron tinggi sekali dan Indonesia pasti akan mengalami puncak kasus. Masyarakat Indonesia harus waspada, mengingat kasus Omicron di negara lain bisa mengalami puncak kasus 2-3 kali di atas kasus Delta.<\/p>\n<p>&#8220;Kita masih belum tahu berapa jumlahnya pada saat puncak kasus akan terjadi di Indonesia. Perkiraan kami puncak akan terjadi di akhir Februari,&#8221; ungkap dia.<\/p>\n<p>Budi menegaskan, masyarakat harus tetap waspada dan disiplin protokol kesehatan. Kurangi mobilitas, hindari kerumunan, dan jaga kesehatan. Pemerintah memastikan ketersediaan obat dalam penanganan pasien COVID-19 tetap lengkap.<\/p>\n<p>&#8220;Kita pastikan obat-obatan lengkap, kalau tanpa gejala pasien cukup minum vitamin, kalau dengan gejala bisa dengan obat anti panas dan lewat telemedisin, juga bisa mendapatkan obat antivirus,&#8221; tegas dia.<\/p>\n<p>Dari 5 organisasi profesi dan para ahli kedokteran, sudah merekomendasikan antivirus yang untuk digunakan, yakni favipiravir dan molnupiravir. Kemenkes sudah menyiapkan lebih dari 20 juta dosis, tapi obat tersebut harus dengan resep dari dokter.<\/p>\n<p>&#8220;Mudah-mudahan dengan semua yang sudah kita lakukan dapat terhindar dari COVID-19. Pesan saya waspada, tetap hati-hati, batasi mobilitas, jangan terlalu banyak mobilitas,&#8221; tandas dia. (aha)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyatakan, masih banyak ketidakpastian dari penyebab penularan kasus Omicron. Karena ada sejumlah negara dengan kasus Omicron yang tinggi, daripada varian Delta ada pula sejumlah negara dengan kasus Omicron di bawah kasus varian Delta. Seperti di Amerika, puncak kasus Omicron mencapai 800 ribu per hari, puncak kasus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":73932,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[18043],"tags":[19440,14330,22976,15233,22771],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2022\/02\/gambar-omicron.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-jer","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73931"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73931"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73931\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":73933,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73931\/revisions\/73933"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73931"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73931"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73931"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}