
{"id":7528,"date":"2017-03-19T22:20:21","date_gmt":"2017-03-19T15:20:21","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=7528"},"modified":"2017-03-19T22:28:34","modified_gmt":"2017-03-19T15:28:34","slug":"tentang-tarian-baru-dan-gending-sriwijaya-ini-perspektif-irene-chamelyn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/tentang-tarian-baru-dan-gending-sriwijaya-ini-perspektif-irene-chamelyn\/","title":{"rendered":"Tentang Tarian Baru dan Gending Sriwijaya, Ini Perspektif Irene Chamelyn"},"content":{"rendered":"<div id=\"m2074\" class=\"mail-message expanded\">\n<div class=\"mail-message-header spacer\"><\/div>\n<div class=\"mail-message-content collapsible zoom-normal mail-show-images \">\n<div class=\"clear\">\n<div dir=\"auto\">\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\n<figure id=\"attachment_7529\" aria-describedby=\"caption-attachment-7529\" style=\"width: 215px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7529 size-medium\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/IMG_20170319_221258-215x300.jpg\" alt=\"\" width=\"215\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/IMG_20170319_221258-215x300.jpg 215w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/IMG_20170319_221258-696x970.jpg 696w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/IMG_20170319_221258-301x420.jpg 301w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/IMG_20170319_221258.jpg 717w\" sizes=\"(max-width: 215px) 100vw, 215px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7529\" class=\"wp-caption-text\">Kadisbudpar Sumsel Irene Chamelyn Sinaga<\/figcaption><\/figure>\n<p>PALEMBANG, fornews. co-Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumsel Irene Chamelyn Sinaga menilai,\u00a0wacana penambahan tarian baru oleh Dinas Kebudayaan Palembang, seharusnya tidak perlu dihubungkan dengan Tarian Gending Sriwijaya yang sudah ada sejak jaman kesultanan dan sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.<\/p>\n<p>Namun, tetap saja Disparbud Sumsel menyambut baik wacana akan dibuatnya tarian Palembang Darussalam, terlebih jika tujuannya untuk menambah khasanah kebudayaan seni tari baru. &#8220;Silahkan saja kalau memang ingin membuat tarian baru. Karena, hal itu lebih bagus, kan untuk menambah seni budaya tarian juga. Hanya saja, itu tidak ada kaitannya dengan Tarian Gending Sriwijaya yang sudah ada sejak lama. Palembang jugakan bagian dari kebesaran Kerajaan Sriwijaya, jadi tidak akan bisa dilepaskan dari Tarian Gending Sriwijaya ini,&#8221; ungkapnya, \u00a0saat dibincangi,\u00a0Minggu (19\/03) malam.<\/p>\n<p>Irene menyampaikan, wacana pembuatan Tarian baru Palembang tersebut jangan sampai membuat Tarian Gending Sriwijaya dilupakan, atau tidak bisa ditampilkan saat menyambut tamu kenegaraan yang datang ke Kota Palembang, karena dianggap bukan tarian khas Palembang. Apalagi hilang begitu saja, karena tarian ini juga sudah menjadi milik bangsa Indobesia, yang selalu menjunjung tinggi adat istiadat budaya yang bersumber pada kearifan lokal.<\/p>\n<p>&#8220;Tarian (Gending Sriwijaya) ini bukan hanya milik Sumsel atau Palembang saja. Tapi ini satu budaya Indonesia yang semua orang berhak melestarikannya khususnya pemerintah setempat. Ini yang harus diluruskan, agar semua orang tetap bisa melestarikan tarian ini, karena tarian gending sriwijaya juga merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki bangsa ini,&#8221; tandasnya. (tul)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"mail-message-footer spacer collapsible\"><\/div>\n<\/div>\n<div id=\"conversation-footer\" class=\"spacer\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PALEMBANG, fornews. co-Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumsel Irene Chamelyn Sinaga menilai,\u00a0wacana penambahan tarian baru oleh Dinas Kebudayaan Palembang, seharusnya tidak perlu dihubungkan dengan Tarian Gending Sriwijaya yang sudah ada sejak jaman kesultanan dan sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Namun, tetap saja Disparbud Sumsel menyambut baik wacana akan dibuatnya tarian Palembang Darussalam, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7529,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[641],"tags":[9,69,97,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/IMG_20170319_221258.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-1Xq","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7528"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7528"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7528\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7531,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7528\/revisions\/7531"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}