
{"id":76580,"date":"2022-04-24T15:16:37","date_gmt":"2022-04-24T08:16:37","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=76580"},"modified":"2022-04-24T15:35:07","modified_gmt":"2022-04-24T08:35:07","slug":"amangkurat-ii-perintahkan-adipati-sindureja-cari-lokasi-pembangunan-keraton-kartasura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/amangkurat-ii-perintahkan-adipati-sindureja-cari-lokasi-pembangunan-keraton-kartasura\/","title":{"rendered":"Amangkurat II Perintahkan Adipati Sindureja Cari Lokasi Pembangunan Keraton Kartasura"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYA, fornews.co<\/strong>\u2014Amangkurat II memerintahkan Adipati Sindurejo untuk mencari lokasi baru sebagai kota kerajaan.<\/p>\n<p>Pencarian Sindurejo akhirnya mendarat di Adikerta yang berada di Timur Laut Plered, Bantul, DIY berjarak sekira 58 kilometer.<\/p>\n<p>Menurut Dosen Arkeologi UGM, Prof. Dr. Inajati Adrisijanti R dalam film dokumenter <em>\u201cKartasura Ibu Kota Mataram Islam yang Terlupakan\u201d<\/em> mengatakan bahwa pendirian Kerajaan Kartasura telah sesuai dengan kosmologi Jawa.<\/p>\n<p><strong>Baca: <a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/amangkurat-ii-pemerintahan-mataram-islam-kraton-kartasura\/\">Amangkurat II Pemerintahan Mataram Islam di Keraton Kartasura<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Prof Inajati menyebut pertama kali yang dibangun adalah tempat tinggal raja yang kemudian berkembang menjadi sebuah kota.<\/p>\n<p>\u201cArtinya ada kraton yang dikelilingi oleh benteng dalam atau cepuri, kemudian ada benteng luar yang biasa disebut Baluwarti, kemudian di sekitar itu ada pemukiman penduduk,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Bahkan, imbuh Prof Inajati, anak-anak raja dibangunkan tempat tinggal yang berada di sekitar Keraton.<\/p>\n<p>Tempat tinggal itu disebut ndalem yang juga bermukim prajurit-prajurit dalam lingkup kekuasaan para pangeran.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/benteng-baluwarti-keraton-kartasura-dirusak-menggunakan-alat-berat\/\">Benteng Baluwarti Keraton Kartasura Dirusak Menggunakan Alat Berat<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dipilihnya tempat untuk dibangun Keraton Kartasura karena tanahnya datar dan luas.<\/p>\n<p>Tempat itu juga dipilih untuk melanjutkan tradisi sebelumnya bahwa kota-kota kerajaan berada di antara dua sungai.<\/p>\n<p>Begitu juga Krapyak kandang menjangan sebagai hutan perburuan kijang. Jika sebelumnya di Kota Gede dan Plered terdapat Krapyak, maka, di Barat Daya Kraton Kartasura terdapat kandang menjangan.<\/p>\n<p>Meski pada tahun 60-an hutan perburuan berubah fungsi menjadi markas RPKAD (baca: Kopasus), namun, nama kandang menjangan masih melekat pada tempat itu.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/gembong-pengkhianat-di-pemakaman-raja-raja-mataram\/\">Gembong Pengkhianat di Pemakaman Raja-raja Mataram<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tembok benteng yang dibangun dengan arsitektur Jawa itu berbeda dengan gaya Eropa yang selalu memakai bastion dan lubang-lubang untuk menempatkan senjata meriam.<\/p>\n<p>Di dalam benteng Baluwarti terdapat Cepuri yang diperkirakan memiliki delapan lapis dengan susunan bata tidak menggunakan spesi.<\/p>\n<p>\u201cDan susunan bata ini masih tetap tidak menggunakan spesi. Ada sudut di situ membelok ke Utara yang sampai sekarang kami tidak tahu apa sebabnya dibuat tidak lurus,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Pendirian Kraton Kartosura berbeda dari sebelumnya yang terlebih dahulu dibangun oleh para pendahulu Mataram Islam.<\/p>\n<p>Di Kartasura Amangkurat II menambahkan Alun-alun Kidul yang tidak ada pada kerajaan-kerajaan di Kota Gede, Karta maupun Plered.<\/p>\n<p>Pada sisi Utara Keraton juga terdapat Alun-alun Lor.<\/p>\n<p>Menariknya, kata Prof Inajati, Kauman yang biasanya di sekitar Masjid Gede, tetapi di Kartasura letaknya justru berada di Selatan Cepuri.<\/p>\n<p>\u201cApakah karena Masjid Gede itu pernah terbakar, kemudian Kauman dipindah ke Selatan? Itu yang sampai sekarang kita tidak mengetahui,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Lalu, sambungnya, di pinggir Alun-alun Utara terdapat pasar yang sangat berbeda dengan sekarang.<\/p>\n<p>\u201cJangan membayangkan pasar pada abad ke-17 sudah ada bangunannya.\u201d<\/p>\n<p>Ada kesamaan toponing terhadap kerajaan Mataram di Plered. Di Kartasura diduga kuat juga dibangun danau buatan seperti halnya danau buatan Segarayasa.<\/p>\n<p>\u201cNamun, Kartasura bukan satu-satunya tempat yang ditawarkan untuk menjadi Ibu Kota,\u201d kata pakar sejarah Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Sri Margana dalam film yang diterbitkan oleh Balai Arkeologi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).<\/p>\n<p>Ada penawaran tempat lain di daerah Semarang dan Salatiga. Namun, kata Margana, itu tidak diambil karena tidak memenuhi kosmologi Jawa.<\/p>\n<p>Kenapa Kraton Kartasura tidak terlihat megah dan indah seperti layaknya kerajaan pada umumnya meski telah menjadi Ibu Kota Kerajaan selama 60 tahun?<\/p>\n<p>Dr Sri Margana menjawab karena pada masa itu adalah periode perang yang panjang. (adam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYA, fornews.co\u2014Amangkurat II memerintahkan Adipati Sindurejo untuk mencari lokasi baru sebagai kota kerajaan. Pencarian Sindurejo akhirnya mendarat di Adikerta yang berada di Timur Laut Plered, Bantul, DIY berjarak sekira 58 kilometer. Menurut Dosen Arkeologi UGM, Prof. Dr. Inajati Adrisijanti R dalam film dokumenter \u201cKartasura Ibu Kota Mataram Islam yang Terlupakan\u201d mengatakan bahwa pendirian Kerajaan Kartasura [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":76581,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[641],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2022\/04\/Amangkurat-II-Perintahkan-Adipati-Sindureja-Cari-Lokasi-Pembangunan-Keraton-Kartasura.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-jVa","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76580"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76580"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76580\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76585,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76580\/revisions\/76585"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}