
{"id":77716,"date":"2022-05-23T14:35:20","date_gmt":"2022-05-23T07:35:20","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=77716"},"modified":"2022-05-23T21:59:09","modified_gmt":"2022-05-23T14:59:09","slug":"fakta-dan-drama-marc-klok-debut-dan-medali-pertama-hingga-bantah-shin-tae-yong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/fakta-dan-drama-marc-klok-debut-dan-medali-pertama-hingga-bantah-shin-tae-yong\/","title":{"rendered":"Fakta dan Drama Marc Klok: Debut dan Medali Pertama, hingga Bantah Shin Tae-yong \u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>HANOI, fornews.co \u2013<\/strong> Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 memang gagal merealisasikan target emas pada SEA Games 2021 di Vietnam. Namun, Skuad Garuda Muda tetap membawa pulang medali, walau hanya sebatas perunggu.<\/p>\n<p>Ya, pada perebutan medali perunggu kontra Malaysia di Stadion My Dinh, Hanoi, Minggu (22\/5\/2022) kemarin, anak asuh Shin Tae-yong terlihat kesulitan. Itu bukan tanpa sebab, karena pelatih berpaspor Korea Selatan (Korsel) itu hanya memiliki sisa 15 pemain.<\/p>\n<p>Kendati demikian, Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan tetap tampil spartan, demi merebut perunggu dari musuh bebuyutan Indonesia. Hasilnya, Garuda Muda unggul 4-3 lewat drama adu pinalti, setelah pada waktu normal bermain imbang 1-1.<\/p>\n<p>Pada 90 menit pertandingan berjalan, Indonesia mampu unggul lebih dulu lewat Ronaldo Kwateh pada menit ke-68. Sayangnya, Harimau Malaya, julukan Malaysia,bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-81 melalui sepakan Hadi Fayyadh.<\/p>\n<p>Akhirnya, penentuan pemenang harus melewati adu pinalti, karena tidak ada perpanjangan waktu 2&#215;15 menit. Nah, fase adu penalti ini juga tak kalah dramatis. Itu karena dua penendang pertama kedua tim gagal melaksanakan tugasnya.<\/p>\n<p>Keberuntungan berpihak ke Indonesia, karena kiper Ernando Ari menepis tembakan eksekutor ketiga Malaysia U-23, Luqman Hakim. Penendang berikutnya dari kedua tim setelah itu sukses. Penentu kemenangan Indonesia ada di penendang terakhir yakni Marc Klok.<\/p>\n<p>Pemain naturalisasi yang kali pertama berseragam Timnas ini mampu menjawab kepercayaan dengan baik. Tanpa kesulitan Klok mengecoh kiper Muhamad Rahadiazli dan mengunci kemenangan Garuda Muda.<\/p>\n<p>Ternyata, dibalik drama adu pinalti tersebut ada sejumlah fakta dalam diri Mark Klok dengan Pelatih Kepala Shin Tae-yong. Klok sendiri sebenarnya mendapat tugas menjadi penembak ketiga.<\/p>\n<p>&#8220;Sebelum adu penalti,\u00a0<em>coach Shin<\/em>\u00a0suruh saya ambil (penalti) yang ketiga. Namun saya punya firasat dan bilang mau ambil penalti kelima. Lalu <em>coach<\/em>\u00a0bilang oke dan momentumnya datang,&#8221; ungkap Klok, seperti dikutip dari laman resmi PSSI.<\/p>\n<p>Marc Klok sadar, menjadi eksekutor kelima dan jadi penentu itu merupakan beban yang sangat berat. Namun ia percaya diri karena sudah mengasahnya dalam latihan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tahu kalau saya cetak gol, kita peringkat ketiga. Namun kalau gagal, netizen siap menghancurkan saya,&#8221; ujar dia.<\/p>\n<p>&#8220;Saya senang dan tenang saat mengambil penalti karena sudah tahu mau menendang ke arah mana. Setiap usai latihan, saya selalu berlatih menendang penalti,&#8221; sambung dia lagi.<\/p>\n<p>Bagi pemain berdarah Belanda itu, medali perunggu SEA Games 2021 jadi penanda debutnya berseragam Timnas Indonesia. Hanya saja, Klok diselimuti perasaan yang campur aduk. Satu sisi senang karena tidak pulang ke Indonesia dengan tangan kosong.<\/p>\n<p>&#8220;Target saya emas, jadi tidak sepenuhnya senang. Namun oke, ini baru awal dan juga sebuah prestasi yang tidak akan dilupakan dalam hidup saya,&#8221; tandas dia. (aha)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HANOI, fornews.co \u2013 Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 memang gagal merealisasikan target emas pada SEA Games 2021 di Vietnam. Namun, Skuad Garuda Muda tetap membawa pulang medali, walau hanya sebatas perunggu. Ya, pada perebutan medali perunggu kontra Malaysia di Stadion My Dinh, Hanoi, Minggu (22\/5\/2022) kemarin, anak asuh Shin Tae-yong terlihat kesulitan. Itu bukan tanpa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":77717,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[10],"tags":[9372,14105,23605,13126,23049,9744],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2022\/05\/gambar-Timnas-Indonesia-U23.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-kdu","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77716"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=77716"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77716\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77718,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77716\/revisions\/77718"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/77717"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=77716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=77716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=77716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}