
{"id":7804,"date":"2017-03-24T15:09:04","date_gmt":"2017-03-24T08:09:04","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=7804"},"modified":"2017-03-24T15:09:04","modified_gmt":"2017-03-24T08:09:04","slug":"keterwakilan-perempuan-di-legislatif-sumsel-hanya-1733-anita-masih-jauh-dari-harapan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/keterwakilan-perempuan-di-legislatif-sumsel-hanya-1733-anita-masih-jauh-dari-harapan\/","title":{"rendered":"Keterwakilan Perempuan di Legislatif Sumsel Hanya 17,33%, Anita : Masih Jauh dari Harapan"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_7808\" aria-describedby=\"caption-attachment-7808\" style=\"width: 963px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7808 size-full\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/KPPI-1.jpg\" alt=\"\" width=\"963\" height=\"595\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/KPPI-1.jpg 963w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/KPPI-1-300x185.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/KPPI-1-768x475.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/KPPI-1-356x220.jpg 356w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/KPPI-1-696x430.jpg 696w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/KPPI-1-680x420.jpg 680w\" sizes=\"(max-width: 963px) 100vw, 963px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7808\" class=\"wp-caption-text\">Ketua Umum KPPI Dwi Septiawati Djafar (dua dari kiri), didampingi Ketua DPD KPPI Sumsel Anita Noeringhati (tengah), Wakil Ketua Ir Holda (kiri), saat memberi keterangan pers di Media Center DPRD Sumsel, Jumat (24\/03).<\/figcaption><\/figure>\n<p>PALEMBANG, fornews.co-Ketua DPD Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Sumsel Anita Noeringhati menyatakan, saat ini keterwakilan perempuan pada legislatif di 17 kabupaten\/kota Sumsel masih sangat rendah.<\/p>\n<p>\u201cKeterwakilan perempuan di Sumsel hanya sekitar 17,33% dan itu masih sangat rendah. Seperti di Ogan Ilir (OI) dari 40 anggota DPRD hanya 2 perempuan, yang parah di Mura, dari 45 anggota dewan hanya satu perempuan, artinya hanya 2,2%. Ini yang perlu di perjuangkan, keterwakilan perempuan di Sumsel masih jauh dari harapan,\u201d ujarnya, saat memberi keterangan pers di Media Center DPRD Sumsel, Jumat (24\/03).<\/p>\n<p>Atas dasar itulah, politisi wanita Partai Golkar menilai, pekerjaan rumah KPPI sumsel bukan hanya tentang keterwakilan perempuan, \u00a0tapi juga dengan anak dan keluarga. Ketua Fraksi Golkar DPD Sumsel ini melanjutkan, seperti dari sembilan fraksi di DPRD Sumsel, \u00a0hanya dia yang menjadi ketua fraksi.<\/p>\n<p>\u201cItu alasan mengapa KPPI harus dibentuk di Sumsel. Karena saya dan Holda (Anggota Komisi V DPRD Sumsel), konsen pada pembangunan pemberdayaan perempuan. Selain itu, perempuan lintas politik di Sumsel bisa bergabung untuk mewujudkan visi yang sama, \u00a0walau dari awal tidak mudah untuk mewujudkan itu,\u201d tukasnya.<\/p>\n<p>Wakil Ketua DPD KPPI Sumsel dan juga Ketua Panitia Pelantikan Pengurus KPPI Sumsel Ir Holda menuturkan, mengapa memilih strategi membangun perempuan politik menuju Sumsel Gemilang, karena di Sumsel sendiri ada 11 parpol. \u201cMemang berat untuk menggerakkan peremuan untuk maju. Karena peran perempuan di DPRD bukan hanya duduk dikursi, tapi bagaimana dari semua pekerjaan yang dilakukan politisi perempuan mencerminkan kepeloporan perempuan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Sementara, Ketua Umum KPPI\u00a0Dwi Septiawati Djafar memaparkan, ada empat misi besar KPPI yang harus dicapai, yakni memberikan pendidikan politik agar masyarakat cerdas secara politik. Kemudian, \u00a0mendorong keterwakilan perempuan, karena hingga hari ini Indonesia belum memenuji kuota 30% keterwakilan perempuan, masih di kisaran 11%-an.<\/p>\n<p>\u201cNah di tahun 2019 nanti, keterwakilan tersebut terpenuhi. Selanjutkan advokasi kebijakan publik, \u00a0yang berpihak pada pemenuhan hak hak anak, \u00a0perrmpuan dan keluarga. Karena perempuan tidak bisa dipisaahkan dengan hak hak keluarga.\u00a0Membangun sinergitas terjejaring. KPPI diharapkan bisa menginisiasi perempuan yangg bukan hanya di Indonesia, \u00a0tapi di Asia Tenggara,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Politisi PKS ini menyampaikan, bahwa semua anggota dari organisasi yang dipimpinnya ini terdiri dari aktifis perempuan lintas parpol.\u00a0Semua anggotanya punya keinginan bersama mengayunkan langkah dalam satu visi. Program pemerintah puasat yang telah dijalankan, yakni pengokohan pengurus KPPI, \u00a0yang saat ini sduah memliki 22 DPD tingkat daerah.<\/p>\n<p>\u201cKita dapat dukungan dari Kemendagri sebagai mitra membangun pemerintah. Nanti akan mengajukan program penguatan kapasitas pemimpin perempuan. Karena, saat ini\u00a0baru 73 pimpinan daerah, baik sebagai wakil maupun pimpinan daerah,\u201d tandasnya. (tul)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; PALEMBANG, fornews.co-Ketua DPD Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Sumsel Anita Noeringhati menyatakan, saat ini keterwakilan perempuan pada legislatif di 17 kabupaten\/kota Sumsel masih sangat rendah. \u201cKeterwakilan perempuan di Sumsel hanya sekitar 17,33% dan itu masih sangat rendah. Seperti di Ogan Ilir (OI) dari 40 anggota DPRD hanya 2 perempuan, yang parah di Mura, dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7808,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[6],"tags":[9,69,97,24,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/KPPI-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-21S","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7804"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7804"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7804\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7809,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7804\/revisions\/7809"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7808"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}