
{"id":7848,"date":"2017-03-25T16:57:27","date_gmt":"2017-03-25T09:57:27","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=7848"},"modified":"2017-03-25T17:52:24","modified_gmt":"2017-03-25T10:52:24","slug":"tragedi-kendeng-pemerintah-jangan-pura-pura-tidak-tahu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/tragedi-kendeng-pemerintah-jangan-pura-pura-tidak-tahu\/","title":{"rendered":"Tragedi Kendeng, Pemerintah Jangan Pura-Pura Tidak Tahu"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_7849\" aria-describedby=\"caption-attachment-7849\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7849 size-large\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Ade-Indriani-1024x596.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"373\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Ade-Indriani-1024x596.jpg 1024w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Ade-Indriani-300x175.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Ade-Indriani-768x447.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Ade-Indriani-696x405.jpg 696w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Ade-Indriani-722x420.jpg 722w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Ade-Indriani.jpg 1029w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7849\" class=\"wp-caption-text\">Sekjen SHI Ade Indriani Zuchri, saat hadir pada aksi solidaritas pejuang Kendeng, Palembang Peduli Kendeng, di Simpang Lima DPRD, Sabtu (25\/03).<\/figcaption><\/figure>\n<p>PALEMBANG, forews.co-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Ade Indriani Zuchri menilai, perjuangan petani Kendeng hingga meninggalnya Ibu Fatmi pada 21 Maret 2017, usai aksi menyemen kaki di depan Istana Negara, merupakan tragedi kemanusiaan.<\/p>\n<p>\u201cIni tragedi kemanusiaan. Artinya ada pembiaran, bahwa negara itu tidak menganggap kehadiran warga negaranya. Jadi, sebenarnya ini bukan lagi pertarungan antara kaum pemilik modal dengan warga negara, tapi ini simbol bahwa negara itu tunduk atau negara sudah memodernisasi peran-perannya. peran negara itukan salah satunya memastikan kehidupan masyarakat dengan lebih panjang dan berkelanjutan. Itulah yang sekarang tidak diperoleh warga negara,\u201d ujarnya, saat dibincangi disela-sela aksi solidaritas pejuang Kendeng, Palembang Peduli Kendeng, di Simpang Lima DPRD, Sabtu (25\/03).<\/p>\n<p>Ade mengungkapkan, aksi solidaritas yang dilakukan aktivis Palembang termasuk SHI, adalah solidaritas bersama seluruh gerakan organisasi hijau di Indonesia, yang tuntutannya memastikan negara Indonesia harus hadir dalam hak-hak dasar warga negara. Karena tanah itu hak dasar. Kehilangan tanah bagi warga negara Indonesia terutama kaum agraris, itukan kehilangan harga diri, kehilangan pengharapan dan kehilangan masa depan. Hal itu yang harus dikembalikan oleh negara, karena masyarakat Indonesia ini masyarakat agraris.<\/p>\n<p>\u201cTapi sekarang dipaksa bertranspormasi menjadi masyarakat industri. Sementara fasilitas dan prasarana untuk menjadi masyarakat industri itu belum stabil. Kendeng inikan menjadi simbol perlawanan, karena Kendeng ini sesungguhnya adalah sebuah gerakan yang solid yang sudah ada sejak berabad-abad lamanya, dari sedulur singkep. Jadi, ini adalah perlawanan yang tidak memakai kekerasan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sebenarnya, jelas Ade, semua ini mengajarkan kepada pemerintah dan kepala negara, bahwa warga negara ingin mereka hadir dan melihat tuntutan ini bukan sekadar memperoleh kembali hak. Tapi ini adalah simbol bahwa negara itu haruslah berkomitmen.<\/p>\n<p>\u201cPersoalannya, sekarang kita mengejar infrastruktur. Di Sumsel saja sekarang ada pembangunan LRT, bayangkan kalau misal negara ini untuk memenuhi tuntutan ini dengan mengembalikan tanah ini dengan membatalkan operasi dari pabrik semen, saya yakin semua infrastruktur ini akan terhenti. Sementara negara ini menyadari, bahwa kebesaran dari negara itukan dilihat secara fisik, yakni infrastruktur. Sekarang kita butuh semen ini luar biasa,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ade melanjutkan, pesan yang disampaikan lewat solidaritas ini, yakni negara harus berfikir ulang untuk mentranspormasi diri menjadi masyarakat industri, sementara corak Indonesia itu masyarakat agraris.<\/p>\n<p>\u201cSHI akan membawa ini ke jaringan internasional Global Green (organisasi hijau dunia), saya akan berangkat ke Inggris untuk berbicara di Liverpool tentang ini. Solidaritas ini akan masif secara lokal di Indonesia dan akan didukung keras internasional, diharapkan pemerintah itu tertekan dengan situasi ini, jangan pura-pura tidak tahu,\u201d tandasnya. (tul)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; PALEMBANG, forews.co-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sarekat Hijau Indonesia (SHI) Ade Indriani Zuchri menilai, perjuangan petani Kendeng hingga meninggalnya Ibu Fatmi pada 21 Maret 2017, usai aksi menyemen kaki di depan Istana Negara, merupakan tragedi kemanusiaan. \u201cIni tragedi kemanusiaan. Artinya ada pembiaran, bahwa negara itu tidak menganggap kehadiran warga negaranya. Jadi, sebenarnya ini bukan lagi pertarungan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7849,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[16],"tags":[9,69,97,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Ade-Indriani.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-22A","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7848"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7848"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7848\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7864,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7848\/revisions\/7864"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7848"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7848"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7848"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}