
{"id":7946,"date":"2017-03-28T16:35:23","date_gmt":"2017-03-28T09:35:23","guid":{"rendered":"http:\/\/fornews.co\/news\/?p=7946"},"modified":"2017-03-28T17:11:36","modified_gmt":"2017-03-28T10:11:36","slug":"berkaca-dari-malaysia-pengusaha-muda-palembang-masih-sangat-minim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/berkaca-dari-malaysia-pengusaha-muda-palembang-masih-sangat-minim\/","title":{"rendered":"Berkaca dari Malaysia, Pengusaha Muda Palembang masih Sangat Minim"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_7953\" aria-describedby=\"caption-attachment-7953\" style=\"width: 927px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-7953 size-full\" src=\"http:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Patani-1.jpg\" alt=\"\" width=\"927\" height=\"531\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Patani-1.jpg 927w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Patani-1-300x172.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Patani-1-768x440.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Patani-1-696x399.jpg 696w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Patani-1-733x420.jpg 733w\" sizes=\"(max-width: 927px) 100vw, 927px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-7953\" class=\"wp-caption-text\">Dirut Patani Sardjan Tahir (tengah), didampingi Kanwil Patani Sumsel Misliha dan Sekwil Husyam Usman, bersama peserta entrepreneur class di Sekretariat Patani di Palembang, Senin malam (27\/03). (foto patani sumsel)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PALEMBANG, fornews.co<strong>&#8211;<\/strong> Kanwil Patani Sumsel\u00a0Ir Hj Misliha R, MM mengungkapkan, jumlah pengusaha muda di Palembang idealnya harus tak kurang dari 3%, namun saat ini masih sangat minim, yakni hanya 1 %.<\/p>\n<p>\u201cPengusaha muda Palembang masih sangat minim, hanya 1%. Kalau melihat jumlah pengusaha muda di Indonesia hanya 0,18% dari total penduduk di Indonesia, maka angka tersebut masih jauh, jika dibandingkan dengan jumlah pengusaha muda di Malaysia yang mencapai 16% dari total populasi penduduk mereka,\u201d ungkapnya, pada entrepreneur class di Sekretariat Patani di Palembang, Senin malam (27\/03).<\/p>\n<p>Misliha menjelaskan, rendahnya jumlah pengusaha muda di Indonesia khususnya Sumsel termasuk Palembang, lantaran sebagian besar masyarakat mengganggap bidang tersebut bukan profesi yang dicita-citakan. Selama ini orientasi \u00a0pemuda ketika telah menamatkan pendidikan hanya terpaku untuk mencari kerja.<\/p>\n<p>&#8220;Harusnya menciptakan lapangan kerja. Akibatnya orientasinya ketika tamat sekolah cari kerja spt menjadi PNS, pegawai Bank, BUMN dan lainnya. Saat ini masih banyak anggapan yang menjadi pengusaha, karena tidak ada pekerjaan atau diberhentikan dari profesinya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara, Dirut Patani Sardjan Tahir memaparkan, memang mulai sekarang harus berusaha mengubah cara pandang masyarakat, terutama generasi muda, bahwa menjadi pengusaha adalah bagian dari Passion atau gaya hidup.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk Menjadi pengusaha muda yang sukses memang bukan hal mudah, perlu perjuangan dan semangat tangguh. Untuk mencapai kesuksesan, meski usaha itu dimulai dari nol, lika-liku perjalanan usaha yang dihadapi justru harus menjadi kekuatan untuk meraih kunci sukses,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>Sarjan melanjutkan, untuk memajukan sebuah usaha dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang mumpuni dari para pelaku usaha dan pelatihan kewirausahaan menjadi alternatif untuk meningkatkan soft-skill dari para pelaku usaha. &#8220;Terutama anak-anak muda yang berkeinginan dan mempunyai Pasiion sebagai enterprenur skala Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM),&#8221; tandasnya. (tul)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; PALEMBANG, fornews.co&#8211; Kanwil Patani Sumsel\u00a0Ir Hj Misliha R, MM mengungkapkan, jumlah pengusaha muda di Palembang idealnya harus tak kurang dari 3%, namun saat ini masih sangat minim, yakni hanya 1 %. \u201cPengusaha muda Palembang masih sangat minim, hanya 1%. Kalau melihat jumlah pengusaha muda di Indonesia hanya 0,18% dari total penduduk di Indonesia, maka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7953,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[48],"tags":[9,69,97,59],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2017\/03\/Patani-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-24a","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7946"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7946"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7946\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7954,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7946\/revisions\/7954"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7953"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7946"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7946"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7946"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}