
{"id":81064,"date":"2023-01-26T13:25:33","date_gmt":"2023-01-26T06:25:33","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=81064"},"modified":"2023-01-26T13:35:13","modified_gmt":"2023-01-26T06:35:13","slug":"potensi-pariwisata-gunungkidul-dan-kulonprogo-bakal-kalahkan-bali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/potensi-pariwisata-gunungkidul-dan-kulonprogo-bakal-kalahkan-bali\/","title":{"rendered":"Potensi Pariwisata Gunungkidul dan Kulonprogo Bakal Kalahkan Bali"},"content":{"rendered":"<p><strong>YOGYA, fornews.co<\/strong> \u2013 Potensi pariwisata Yogya lebih unggul dari Bali, sayangnya tidak dikelola serius dan mengabaikan konservasi alam dan budaya.<\/p>\n<p>Hal itu diungkapkan konsultan pariwisata dari PT Prana Bhumi Lestari (Prabu) yang berkantor di Jalan Jogja \u2013 Piyungan.<\/p>\n<p>\u201cJika potensi pariwisata di Yogya dikelola serius tidak mustahil mengalahkan Bali,\u201d ungkap CEO Prabu, Bimo, Rabu (25\/1\/2023) usai kunjungannya ke beberapa tempat wisata di DIY.<\/p>\n<p><strong>Baca: Yogya Saatnya Beralih ke Bangunan dan Rumah Bergaya Mataraman<\/strong><\/p>\n<p>Menurut Bimo, jika potensi pariwisata Yogya dikelola serius terutama Gunungkidul dan Kulonprogo, wisatawan akan berkunjung lebih lama.<\/p>\n<p>Pihaknya mengamati Yogya hanya memiliki lenght of stay selama 2-3 malam sementara Bali memiliki 7 malam. Maka, saat ini Bali layak disebut Holliday is Every Day.<\/p>\n<p>Dirinya bahkan meyakini para wisatawan akan memperpanjang lenght of stay di Yogya.<\/p>\n<p><strong>Baca: Para Pemangku Adat Desa di Yogya Kembalikan Bangunan Identitas Mataram<\/strong><\/p>\n<p>\u201cNah Yogya saat ini hanya punya Karaton dan Malioboro. Ini sangat berpengaruh terhadap masa tinggal (lenght of stay) para turis lokal maupun mancanegara,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Meski Yogya memiliki Malioboro dan Karaton sebagai center point, namun, setelah itu hendak ke mana?<\/p>\n<p>Yogya harusnya mampu punya terobosan baru untuk mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya baik wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga memiliki lenght of stay lebih lama.<\/p>\n<p><strong>Baca: Kuliner Jadul di Pasar Blumbang Potorono<\/strong><\/p>\n<p>\u201cAda permasalahan destinasi terhadap Yogya. Bali sudah sangat lengkap, secara natural memiliki Pasar Tradisional Sukowati, Ubud, Kute, Ulu Watu dan Nusa Dua,\u201d kata Bimo.<\/p>\n<p>Pihaknya menilai potensi pariwisata di Gunungkidul dan Kulonprogo dapat mendunia dengan syarat pengembangan dan tata kelolanya bertaraf internasional.<\/p>\n<p>\u201cKonservasi alam dan budaya menjadi salah satunya.\u201d<\/p>\n<p>Sayangnya, sambung Bimo, masih banyak bangunan yang mengabaikan konservasi alam dan budaya. Padahal bangunan di Yogya harus bersahabat dengan alam.<\/p>\n<p>Dirinya sangat prihatin dengan kondisi pariwisata di Yogya yang tidak serius memperhatikan para pelaku pariwisata.<\/p>\n<p><strong>Baca: Kadipaten Pura Pakualaman Lestarikan Warisan Budaya Bangsa<\/strong><\/p>\n<p>Aspek-aspek konservasi alam dan budaya\u2014termasuk kekhasan Yogya\u2014masih luput dari perhatian.<\/p>\n<p>Padahal, ungkapnya, Yogya sejak lama memiliki basis kekuatan budaya.<\/p>\n<p>\u201cPariwisata bisa didevelop untuk kelas internasional, itu yang Prana Bhumi sedang lakukan terhadap Yogya.\u201d<\/p>\n<p><strong>Baca: Cagar Budaya Babon Anim di Kota Baru Penuh Tempelan Gambar<\/strong><\/p>\n<p>Disinggung soal PAD industri pariwisata Yogya dan Bali, Bimo menyebut PAD Yogya masih sangat jauh dibandingkan Bali yang telah mencapai ratusan Trilyun per tahun. Sementara PAD pariwisata Yogya diperkirakan 2-3 trilyun per tahun.<\/p>\n<p>Meski begitu pihaknya meyakini PAD di DIY dapat dikejar dalam 5-10 tahun dengan pendapatan 50-100 trilyun.<\/p>\n<p><strong>Retribusi Tempat Wisata<\/strong><\/p>\n<p>Bimo bahkan mengkritisi pengembangan pariwisata di Yogya melalui retribusi di jalan yang justru dapat berdampak buruk terhadap pengembangan pariwisata.<\/p>\n<p>Untuk menghasilkan PAD mulai dari desa hingga provinsi tidak perlu dengan retribusi di jalan, namun, harus melakukan pengembangan destinasi-destinasi yang berkualitas.<\/p>\n<p>Di industri pariwisata, terang Bimo, harus memiliki pemikiran repeatasi agar terjadi pengulangan kunjungan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-81065\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/01\/Potensi-Pariwisata-Gunungkidul-dan-Kulonprogo-Bakal-Kalahkan-Bali-2.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/01\/Potensi-Pariwisata-Gunungkidul-dan-Kulonprogo-Bakal-Kalahkan-Bali-2.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/01\/Potensi-Pariwisata-Gunungkidul-dan-Kulonprogo-Bakal-Kalahkan-Bali-2-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/01\/Potensi-Pariwisata-Gunungkidul-dan-Kulonprogo-Bakal-Kalahkan-Bali-2-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/01\/Potensi-Pariwisata-Gunungkidul-dan-Kulonprogo-Bakal-Kalahkan-Bali-2-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Sistem retribusi di jalan secara langsung justru malah membuat para wisatawan kapok untuk kembali berkunjung.<\/p>\n<p>\u201cTentu saja akan berdampak terhadap pariwisata di Yogya, salah satunya membuat masa tinggal wisatawan lebih lama,\u201d kata Bimo.<\/p>\n<p>Dengan begitu, sambungnya, wisatawan yang berkunjung akan semakin banyak otomatis pendapatan daerah juga meningkat. Bahkan perekonomian masyarakat lokal dapat terangkat.<\/p>\n<p>Pihaknya berharap stakeholder dan para pelaku industri pariwisata di Yogya berkomitmen terhadap konservasi alam dan budaya.<\/p>\n<p>\u201cPotensi Pariwisata di Gunungkidul dan Kulonprogo akan mengalahkan Bali,\u201d pungkasnya. (adam)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>YOGYA, fornews.co \u2013 Potensi pariwisata Yogya lebih unggul dari Bali, sayangnya tidak dikelola serius dan mengabaikan konservasi alam dan budaya. Hal itu diungkapkan konsultan pariwisata dari PT Prana Bhumi Lestari (Prabu) yang berkantor di Jalan Jogja \u2013 Piyungan. \u201cJika potensi pariwisata di Yogya dikelola serius tidak mustahil mengalahkan Bali,\u201d ungkap CEO Prabu, Bimo, Rabu (25\/1\/2023) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":81066,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[638],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/01\/Potensi-Pariwisata-Gunungkidul-dan-Kulonprogo-Bakal-Kalahkan-Bali.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-l5u","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81064"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81064"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81064\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":81069,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81064\/revisions\/81069"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81066"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81064"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81064"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81064"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}