
{"id":81634,"date":"2023-03-19T19:48:51","date_gmt":"2023-03-19T12:48:51","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=81634"},"modified":"2023-03-19T19:51:36","modified_gmt":"2023-03-19T12:51:36","slug":"anda-penggemar-mie-instan-ini-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/anda-penggemar-mie-instan-ini-penjelasannya\/","title":{"rendered":"Anda Penggemar Mie Instan, Ini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"<p><strong>fornews.co<\/strong> \u2013 Mie instan sajian cepat yang digemari karena cara memasaknya yang mudah dan praktis. Tapi, menurut penelitian menjadi salah satu makanan yang tidak sehat.<\/p>\n<p>Mie instan diketahui dapat menyebabkan gangguan pada organ tubuh manusia jika dikonsumsi terlalu sering.<\/p>\n<p>Departemen Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menyebut mie instan mengandung <em>Proplene Glycol<\/em>.<\/p>\n<p>Proplene Glycol adalah zat berbahaya yang diketahui dapat mengganggu dan merusak kerja organ hati dan ginjal.<\/p>\n<p>Bahkan, dari hasil penelitian itu, <em>Proplene Glycol<\/em> dapat menimbulkan penyakit dan mengakibatkan gagal ginjal.<\/p>\n<p>Kandungan vitamin dan mineral yang rendah berpengaruh buruk terhadap perkembangan tubuh mengakibatkan obesitas.<\/p>\n<p>Berdasarkan data survei mie instan paling sering dikonsumsi oleh orang dewasa usia 20-40 tahun. Konsumsi ini terus meningkat terutama di negara-negara Asia.<\/p>\n<p>Kandungan <em>monosodium glutamat<\/em> atau MSG sebagai penyedap rasa pada mie instan merupakan penyedap sintesis.<\/p>\n<p>Namun, sebagian penelitian mengatakan pengunaan MSG masih aman dalam jumlah tertentu.<\/p>\n<p>Menurut Prawirohardjono dalam Rangkuti, R.H; <em>at all<\/em>, (2012) MSG adalah garam natrium dari asam glutamat (<em>glutamic acid<\/em>) dan telah dikonsumsi secara luas.<\/p>\n<p>MSG sebagai penambah rasa makanan dalam bentuk <em>L-glutamic acid<\/em> akan membuat rasa makanan menjadi lebih enak.<\/p>\n<p>Namun, MSG atau <em>monosodium glutamat<\/em> yang dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan sindrom kompleks MSG.<\/p>\n<p>Lantas gangguan apa saja yang disebabkan oleh mie instan?<\/p>\n<p>Dikutip <strong><em>fornews.co<\/em><\/strong> dari <em>alodokter.com<\/em> dr Sienny Agustin menyebutkan beberapa gangguan yang disebabkan oleh mie instan.<\/p>\n<p>Berikut penjelasannya:<\/p>\n<p><strong>Gangguan Pencernaan<\/strong><br \/>\nSetiap pencernaan pada manusia memiliki kemampuan masing-masing mencerna makanan.<\/p>\n<p>Makanan yang tidak mudah dicerna dapat mengakibatkan gangguan pada pencernaan. Ini bisa berakibat fatal.<\/p>\n<p>Mie instan diketahui salah satu jenis makanan yang sulit dicerna. Bila dikonsumsi terlalu sering dalam jumlah banyak dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan saluran pencernaan.<\/p>\n<p><strong>Tekanan Darah Tinggi<\/strong><br \/>\nBumbu pada mie instan cenderung mengandung garam <em>(natrium)<\/em> yang tinggi sekira 860 mg.<\/p>\n<p>Dalam sehari tubuh manusia membutuhkan asupan natrium tidak lebih dari 2000-2400mg atau setara dengan 5-6gram garam.<\/p>\n<p>Padahal setiap hari manusia tidak lepas dari makanan yang mengandung garam. Anda bisa membayangkan jika dalam satu hari yang sama mengonsumsi mie instan dan makanan lain yang mengandung natrium.<\/p>\n<p>Mengonsumsi natrium dalam jumlah besar dapat menyebabkan tekanan darah tinggi yang bisa merusak pembuluh darah dan berisiko terhadap penyakit kardiovaskular.<\/p>\n<p><strong>Penyakit Jantung<\/strong><br \/>\nMeski MSG (<em>monosodium glutamat<\/em>) dapat meningkatkan rasa menjadi lebih gurih dan enak, namun, memiliki kandungan natrium yang tinggi.<\/p>\n<p>MSG dalam mie instan tidak hanya menjadi penyebab terjadinya tekanan darah tinggi, bahkan mampu menimbulkan berbagai gangguan pada jantung.<\/p>\n<p>Bagi penderita hipertensi dan gagal jantung kongesif sangat tidak disarankan mengonsumsi mie instan\u2014termasuk bagi pengguna obat diuretik dan jenis obat antidepresan.<\/p>\n<p><strong>Gangguan Ginjal<\/strong><br \/>\nTerganggunya fungsi ginjal salah penyebabnya karena terlalu sering mengonsumsi mie instan dalam jumlah banyak.<\/p>\n<p>Fungsi ginjal yang terganggu dapat mengakibat penumpukan natrium dan cairan dalam, sehingga memicu terjadinya pembengkakan pada kaki.<\/p>\n<p>Fungsi ginjal yang terganggu juga dapat mengakibat penumpukan cairan di sekitar jantung dan paru-paru.<\/p>\n<p>Satu hal yang juga perlu diwaspadai, kata Sienny, yaitu penggunaan kemasan yang menggunakan bahan styrofoam dapat mengganggu kerja hormon dan mempengaruhi perkembangan otak pada bayi dan anak-anak.<\/p>\n<p>\u201cStyrofoam diketahui mengandung bahan kimia Bisphenol A yang dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung dan kanker,\u201d jelasnya. (<strong>adam<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>fornews.co \u2013 Mie instan sajian cepat yang digemari karena cara memasaknya yang mudah dan praktis. Tapi, menurut penelitian menjadi salah satu makanan yang tidak sehat. Mie instan diketahui dapat menyebabkan gangguan pada organ tubuh manusia jika dikonsumsi terlalu sering. Departemen Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menyebut mie instan mengandung Proplene Glycol. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":81635,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[15206],"tags":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/03\/Anda-Penggemar-Mie-Instan-Ini-Penjelasannya.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-leG","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81634"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81634"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81634\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":81638,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81634\/revisions\/81638"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}