
{"id":83253,"date":"2023-09-26T12:25:42","date_gmt":"2023-09-26T05:25:42","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=83253"},"modified":"2023-09-26T13:52:50","modified_gmt":"2023-09-26T06:52:50","slug":"ingin-jadi-jadi-poros-karbon-dunia-presiden-jokowi-sebut-indonesia-harus-garap-tiga-langkah-konkret-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/ingin-jadi-jadi-poros-karbon-dunia-presiden-jokowi-sebut-indonesia-harus-garap-tiga-langkah-konkret-ini\/","title":{"rendered":"Ingin jadi Jadi Poros Karbon Dunia, Presiden Jokowi Sebut Indonesia Harus Garap Tiga Langkah Konkret Ini"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co \u2013<\/strong> Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia bisa menjadi poros karbon dunia, asalkan secara konsisten menggarap tiga hal konkret ini.<\/p>\n<p>Pertama, agar menjadikan standar karbon internasional sebagai rujukan\u00a0dan memanfaatkan teknologi untuk transaksi sehingga efektif dan efisien.<\/p>\n<p>\u201cKedua, harus ada target dan\u00a0<em>timeline<\/em>,\u00a0baik untuk pasar dalam negeri maupun nantinya pasar luar negeri atau pasar internasional. Ketiga,\u00a0 adanya pengaturan dan fasilitasi pasar karbon sukarela sesuai praktik di komunitas internasional serta memastikan standar internasional tersebut tidak mengganggu target NDC (Nationally Determined Contribution) Indonesia,\u201d ujar dia, saat meluncurkan sekaligus membuka Perdagangan Perdana Bursa Karbon Indonesia, di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Selasa (26\/09\/2023).<\/p>\n<p>\u201cSaya sangat optimis Indonesia bisa menjadi poros karbon dunia asalkan langkah-langkah konkret tersebut digarap secara konsisten dan bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan, baik oleh pemerintah, oleh swasta, masyarakat, dan bersama-sama dengan\u00a0<em>stakeholders<\/em>\u00a0lainnya,\u201d imbuh dia.<\/p>\n<p>Jokowi mengungkapkan, keberadaan Bursa Karbon Indonesia ini, merupakan bentuk kontribusi nyata Indonesia terdapat upaya menangani dampak dari perubahan iklim.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah kontribusi nyata Indonesia untuk berjuang bersama dunia melawan krisis iklim,\u00a0melawan krisis perubahan iklim,\u00a0di mana\u00a0hasil dari perdagangan ini akan direinvestasikan kembali\u00a0pada upaya menjaga lingkungan, khususnya melalui pengurangan emisi karbon,\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>Indonesia sendiri, jelas Jokowi. memiliki potensi yang luar biasa dalam\u00a0<em>nature-based solutions<\/em>\u00a0dan menjadi satu-satunya negara yang sekitar 60 persen pemenuhan pengurangan emisi karbonnya berasal dari sektor alam. Berdasarkan catatan Presiden, terdapat kurang lebih 1 gigaton karbondioksida (CO2) potensi kredit karbon yang bisa ditangkap.<\/p>\n<p>\u201cJika dikalkulasi, potensi bursa karbon kita bisa mencapai, potensinya Rp3.000 triliun, bahkan bisa lebih. Sebuah angka yang sangat besar, yang tentu ini akan menjadi sebuah kesempatan ekonomi baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sejalan dengan arah dunia yang sedang menuju kepada ekonomi hijau,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Jokowi menekankan, langkah-langkah konkret sangat dibutuhkan dalam mengatasi perubahan iklim karena ancamannya sudah sangat dirasakan secara global, mulai dari kenaikan suhu bumi, kekeringan, banjir, hingga polusi.<\/p>\n<p>\u201cBursa karbon yang kita luncurkan hari ini bisa menjadi sebuah langkah konkret, bisa menjadi sebuah langkah besar untuk Indonesia mencapai target NDC,\u201d tandas dia. (aha)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Indonesia bisa menjadi poros karbon dunia, asalkan secara konsisten menggarap tiga hal konkret ini. Pertama, agar menjadikan standar karbon internasional sebagai rujukan\u00a0dan memanfaatkan teknologi untuk transaksi sehingga efektif dan efisien. \u201cKedua, harus ada target dan\u00a0timeline,\u00a0baik untuk pasar dalam negeri maupun nantinya pasar luar negeri atau pasar internasional. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":83254,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[48,1],"tags":[25615,25614,25613,25612,9035],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/09\/gambar-Jokowi-Bursa-Karbon.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-lEN","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83253"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83253"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83255,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83253\/revisions\/83255"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}