
{"id":83319,"date":"2023-10-03T11:15:58","date_gmt":"2023-10-03T04:15:58","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=83319"},"modified":"2023-10-03T21:22:55","modified_gmt":"2023-10-03T14:22:55","slug":"gandeng-petani-karet-muara-enim-pgn-kembangkan-pupuk-organik-dewa-pupuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/gandeng-petani-karet-muara-enim-pgn-kembangkan-pupuk-organik-dewa-pupuk\/","title":{"rendered":"Gandeng Petani Karet Muara Enim, PGN Kembangkan Pupuk Organik Dewa Pupuk"},"content":{"rendered":"<p><strong>MUARA ENIM, fornews.co \u2013<\/strong>Pertumbuhan industri karet alam berkelanjutan di sekitar wilayah Stasiun Pagar Dewa, Muara Enim, Sumsel, mendapat penguatan dukungan dari Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk.<\/p>\n<p>Selain itu, PGN juga membantu menemukan solusi bagi petani karet untuk mendapatkan pupuk dengan harga yang terjangkau. Atas dasar itu, PGN bermitra dengan para petani karet lokal dan berupaya menghadirkan pupuk organik yang terjangkau dan efektif untuk mendukung keberlanjutan pertanian karet di Desa Pagar Dewa.<\/p>\n<p>Lalu PGN menjalin kemitraan dengan Koperasi Padetra Artomulyo, yang tak lain organisasi di Desa Pagar Dewa, untuk memberi pelatihan kepada petani karet tentang cara membuat pupuk organik dari hewan ternak yang diberi nama Dewa Pupuk.<\/p>\n<p>Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama menyatakan, dari hasil<br \/>\npenelitian sebelumnya, urin yang dihasilkan hewan ternak sebagai produk metabolisme tubuh memiliki nilai yang sangat menguntungkan bagi tanaman, terutama karena mengandung kadar N dan K yang tinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Urin hewan ternak ini mudah diserap tanaman dan mengandung hormon-hormon yang mendukung pertumbuhan tanaman. Kelinci memiliki kandungan unsur hara yang lebih tinggi dibandingkan kambing dan sapi. Namun, peternak kelinci di Desa Pagar Dewa tidak ada. Jadi, PGN memilih kambing yang punya unsur hara yang lebih baik dari sapi,&#8221; ujar dia, Senin (2\/10\/2023).<\/p>\n<p>Rachmat mengatakan, kerjasama PGN dengan Koperasi Padetra Artomulyo (Pokja Pupuk) ini untuk memproduksi Dewa Pupuk dan peternak kambing yang berperan dalam pengumpulan urin kambing. Beberapa anggota koperasi merupakan peternak kambing dan siap berkomitmen mendukung program pembuatan pupuk organik.<\/p>\n<p>&#8220;Selain pengambilan urin kambing dari anggota koperasi, perusahaan bekerjasama dengan koperasi untuk menampung urin kambing dari warga Desa Pagar Dewa. Urin yang sudah dikumpulkan kemudian melalui proses fermentasi hingga menjadi pupuk organik cair, Dewa Pupuk,&#8221; kata dia.<\/p>\n<p>Produk Dewa Pupuk ini, ungkap Rachmat, sudah ada hasil uji laboratorium yang sudah menjadi komitmen perusahaan mengembangkan produk pupuk organik (POC). Uji laboratorium produk Dewa Pupuk ini merupakan kerjasama PGN dengan Politeknik Negeri Sriwijaya.<\/p>\n<p>\u201cDalam implementasi program pemberdayaan petani karet, perusahaan berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengubah masalah menjadi solusi masalah lain (problem to problem solving),\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>Rachmat menjelaskan, bahwa urin kambing yang biasa menjadi limbah dan belum dimanfaatkan (masalah), digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik (solusi dari permasalahan pupuk). Manfaat langsung yang dirasakan petani karet di Pagar Dewa adalah kembalinya proses pemupukan kebun karet mereka yang telah berhenti sejak tiga tahun belakang.<\/p>\n<p>Sementara, petani karet Pagar Dewa, Tugiwan menuturkan, pupuk yang diproduksi oleh koperasi ini menjadi angin segar bagi mereka untuk kembali memupuk kebun yang telah lama kering oleh pupuk.<\/p>\n<p>Kembali Rachmat menerangkan, persoalan lain adalah beberapa petani mengalami kesulitan dalam memperoleh pupuk yang terjangkau, hingga berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian mereka. Bahkan beberapa penduduk desa telah menghentikan penggunaan pupuk selama tiga tahun terakhir karena alasan biaya.<\/p>\n<p>Dewa Pupuk yang dijual dengan harga Rp500.000 per 20 Liter atau ukuran 1 jeriken sangat menekan biaya pemupukan kebun karet. Jika sebelumnya untuk luas kebun karet 1 hektar, petani harus mengeluarkan uang sebesar Rp3.500.000. Sementara itu, dengan menggunakan Dewa Pupuk, biaya yang dikeluarkan petani hanya sebesar Rp500.000.<\/p>\n<p>&#8220;Kami sadar akan pentingnya karet, bagi komoditas ekspor Indonesia untuk berbagai produk seperti ban kendaraan, suku cadang otomotif, dan sebagainya. Melihat potensi besar dari kemajuan pertanian karet di Desa Pagar Dewa, program Dewa Pupuk ini sejalan dengan tanggung jawab kami terhadap lingkungan dan masyarakat setempat di wilayah operasi kami. Ini juga sebagai komitmen kami untuk meningkatkan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dengan perusahaan sesuai dengan visi dan misi Perusahaan termasuk dengan petani karet lokal,\u201d tandas dia. (kaf)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MUARA ENIM, fornews.co \u2013Pertumbuhan industri karet alam berkelanjutan di sekitar wilayah Stasiun Pagar Dewa, Muara Enim, Sumsel, mendapat penguatan dukungan dari Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk. Selain itu, PGN juga membantu menemukan solusi bagi petani karet untuk mendapatkan pupuk dengan harga yang terjangkau. Atas dasar itu, PGN bermitra dengan para petani karet lokal dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":83320,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[48],"tags":[25651,25652,22086,25653,25116],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/10\/IMG-20231003-WA0100.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-lFR","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83319"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83319"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83319\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83321,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83319\/revisions\/83321"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83319"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83319"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83319"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}