
{"id":83349,"date":"2023-10-08T11:45:27","date_gmt":"2023-10-08T04:45:27","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=83349"},"modified":"2023-10-08T20:09:54","modified_gmt":"2023-10-08T13:09:54","slug":"kades-sako-suban-dan-warga-desa-pangkalan-bulian-ungkap-penderitaan-akibat-debu-dari-hauling-batubara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/kades-sako-suban-dan-warga-desa-pangkalan-bulian-ungkap-penderitaan-akibat-debu-dari-hauling-batubara\/","title":{"rendered":"Kades Sako Suban dan Warga Desa Pangkalan Bulian Ungkap Penderitaan Akibat Debu dari Hauling Batubara"},"content":{"rendered":"<p><strong>SEKAYU, fornews.co \u2013<\/strong> Bertahun-tahun terdampak debu dari jalan (hauling) batubara yang dikelola PT Musi Mitra Jaya (MMJ), Kepala Desa (Kades) Sako Suban, Karnadi, tak ingin masyarakatnya hilang kesabaran.<\/p>\n<p>Masyarakat dan Pemerintah Desa Sako Suban, kata Karnadi, sudah sangat sabar. Tentu pihaknya tidak ingin bila kesabaran masyarakat menjadi habis.<\/p>\n<p>\u201cKami sudah sangat sabar. Koordinasi dari perusahaan pengelola jalan batubara ini juga tak begitu bagus. Saya selaku kepala desa hampir satu tahun ini tidak pernah ketemu untuk koordinasi,\u201d tegas dia.<\/p>\n<p>Desa Sako Suban, Kecamatan Batang Hari Leko, yang berbatasan dengan Desa Pangkalan Bulian Kecamatan Bayung Lencir, juga termasuk wilayah yang terdampak debu dari hauling batubara PT MMJ.<\/p>\n<p>Khusus di Desa Pangkalan Bulian, malah ada tiga stockpile milik PT Gorbi Putra Utama (GPU) dan PT Triariani. Namun stockpile milik PT GPU baru satu yang beroperasi, sedangkan satu lagi belum. Bisa dipastikan, selain debu dari hauling, warga Desa Pangkalan Bulian juga terdampak debu batu batubara.<\/p>\n<p>Kembali Karnadi mengungkapkan, dampak dari hauling batubara bagi masyarakat mereka sangat buruk sekali. Terlebih musim kemarau ini, debunya sangat banyak. Kesehatan masyarakat jadi terganggu. Sementara penyiraman jalan batubara dari pihak perusahaan cuma sekedar atau tidak maksimal.<\/p>\n<p>\u201cSeharusnya pihak-pihak terkait bisa menghadirkan solusi dari jalan batubara ini. Jangan masyarakat terus dirugikan. Jalan batubara ini orang ambil hasilnya, namun imbasnya ke masyarakat Desa Sako Suban. Masyarakat tidak dapat apa-apa selain debu. Ini yang kami rasakan saat ini,\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>Karnadi menegaskan, bila kondisi ini terus menerus terjadi, maka jadi masyarakat akan marah. Karena, di Desa Sako Suban khususnya Dusun 6 yang penduduknya ada sekitar 50 KK, itu terdampak langsung jalan batubara.<\/p>\n<p>Bukan hanya terdampak pada Kesehatan, tapi kebun warga juga ada ratusan yang terdampak debu jalan batubara ini. Mulai dari kebun jeruk, kebun kelapa sawit, kebun karet, sehingga produksi kebun warga itu menurun.<\/p>\n<p>\u201cTak ada kompensasi dan toleransi untuk warga. Apalagi, hasil batubara itu bukan dari kabupaten tetangga, tapi dari wilayah kita sendiri yang diakui perusahaan dari kabupaten tetangga, terus dibawa melalui desa kita ini,\u201d keluh dia.<\/p>\n<p>Sementara terpisah, warga Dusun 2 Simpang Dayung, Desa Pangkalan Bulian Kecamatan Bayung Lencir, Roisa mengeluhkan, bahwa sudah bertahun-tahun merasakan Kesehatan mereka terganggu akibat dampak debu dari hauling batubara dan debu dari batubara itu sendiri.<\/p>\n<p>\u201cRumah kami nih cuma 20 meter dari jalan (batubara) ini. Lah bertahun-tahun, kalau batuk, pilek dan lainnya itu seperti sudah biasa. Ini parah, tapi kami mau mengadu ke siapa,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Peremuan yang memiliki dua anak yang biasa disapa Ro itu mengungkapkan, selama ini dan setiap hari, debu batubara yang muncul dan paling parah itu sekitar pukul 17.30 WIB hingga Tengah malam.<\/p>\n<p>\u201cKarena saat malam banyak mobil angkutan batubara yang melintas dan adanya pengaruh angin. Kalau siang hari juga ada debu tapi tak terlalu banyak,\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>Ro menceritakan, ada tetangganya yang baru melahirkan dan bayinya baru berumur 20 hari, mengalami sesak napas akibat terhirup debu batubara.<\/p>\n<p>\u2018Setelah berobat, bayi itu langsung diungsikan orangtuanya dan memilih tinggal di kebun, untuk mencegah penyakit yang bisa membahayakan sang bayi lebih buruk lagi,\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>Roisa juga menceritakan, bagaimana setiap hari rumahnya penuh debu dan bila tidak cepat dibersihkan dengan cara disapu, maka debu yang masuk di rumah mereka akan lebih banyak.<\/p>\n<p>\u201cMakanya rumah warga disini termasuk kami pintunya selalu ditutup untuk mengurangi debu masuk. Kalau tidak ditutup, bisa tiap jam kita membersihkan lantai karena debu-debu itu,\u201d keluh dia.<\/p>\n<p>\u201cBukan hanya lantai, tapi juga alat-alat dapur dan makan juga dipenuhi debu. Piring dan gelas itu harus dilap dulu sebelum makan dan minum. Kemudian, air masak harus masuk dalam botol agar tak debuan,\u201d imbuh dia.<\/p>\n<p>Roisa berharap, paling tidak pihak pengelola jalan batubara dan perusahaan pemilik stockpile yang ada di Desa Pangkalan Bulian ini melakukan penyiraman secara rutin, khususnya sore hingga malam hari, agar debu jalan batubara bisa berkurang.<\/p>\n<p>\u201cDari dulu bertahun-tahun tidak ada bantuan sama sekali dari pihak pengelola jalan batubara ini. Nyiram jalan juga jarang, apalagi mau memberi bantuan,\u201d tandas dia. (kaf)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SEKAYU, fornews.co \u2013 Bertahun-tahun terdampak debu dari jalan (hauling) batubara yang dikelola PT Musi Mitra Jaya (MMJ), Kepala Desa (Kades) Sako Suban, Karnadi, tak ingin masyarakatnya hilang kesabaran. Masyarakat dan Pemerintah Desa Sako Suban, kata Karnadi, sudah sangat sabar. Tentu pihaknya tidak ingin bila kesabaran masyarakat menjadi habis. \u201cKami sudah sangat sabar. Koordinasi dari perusahaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":83350,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[15],"tags":[25670,25671,25659,25672,13607,25660],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/10\/gambar-stockpile-PT-GPU-di-Desa-Pangkalan-Bulian.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-lGl","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83349"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83349"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83349\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83351,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83349\/revisions\/83351"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}