
{"id":83869,"date":"2023-12-01T20:31:22","date_gmt":"2023-12-01T13:31:22","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=83869"},"modified":"2023-12-02T18:29:37","modified_gmt":"2023-12-02T11:29:37","slug":"pameran-lukisan-peringatan-100-hari-djoko-pekik-di-bentara-budaya-yogyakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/pameran-lukisan-peringatan-100-hari-djoko-pekik-di-bentara-budaya-yogyakarta\/","title":{"rendered":"Pameran Lukisan Peringatan 100 Hari Djoko Pekik di Bentara Budaya Yogyakarta"},"content":{"rendered":"<h3><em>Jadilah Watu Kali, tetap tegar kuat tak mudah terbawa arus. Jadi Pelukis itu, harus berani jadi Jaran Balap (Kuda Pacu) jangan jadi jaran Gendheng atau Jaran Andong. <\/em>(Djoko Pekik)<\/h3>\n<p><strong>YOGYA, fornews.co<\/strong> \u2013 Budaya dialog antarseniman lintas generasi di Yogyakarta terjadi hingga sekarang.<\/p>\n<p>Peringatan 100 hari Djoko Pekik di Bentara Budaya Yogyakarta pada Rabu lalu tanggal 22 November 2023 adalah bukti dialog seniman antargenerasi di Yogyakarta masih terjaga.<\/p>\n<p>Mengutip kalimat \u201cpelukis celeng\u201d sang maestro Djoko Pekik, yang ditujukan kepada perupa muda, <em>menjadi pelukis itu harus berani. Haruslah menjadi kuda pacu bukan justru menjadi kuda penarik kereta<\/em>.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/ketahanan-pangan-isu-pameran-seni-rupa-fky-2023\/\">Ketahanan Pangan Isu Pameran Seni Rupa FKY 2023<\/a> <\/strong><\/p>\n<p>Bicara seni rupa di Indonesia yang mengalami pergeseran, menurut Yaksa Agus, materi dan popularitas bukanlah segalanya.<\/p>\n<p>\u201cMenang bukan menjadi tujuan, tapi, tanggung jawab untuk sampai selesai,\u201d kenang Yaksa meniru ucapan mendiang Djoko Pekik.<\/p>\n<p>Namun, kata dia, seorang pelukis harus siap berpacu dengan waktu bukan sekadar bekerja setiap waktu.<\/p>\n<p>Yaksa menilai Djoko Pekik adalah pelukis rendah hati yang selalu mendorong para perupa muda untuk konsisten dalam dunia seni rupa.<\/p>\n<p>Pesan-pesan Djoko Pekik yang ditangkap Yaksa Agus menjadi catatan yang menurutnya perlu dicontoh.<\/p>\n<p>Kedekatan Yaksa Agus dan Djoko Pekik terlihat pada sebuah lukisan yang dipamerkan di Bentara Budaya bertajuk Pameran Lukisan Peringatan 100 hari Djoko Pekik.<\/p>\n<figure id=\"attachment_83870\" aria-describedby=\"caption-attachment-83870\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-83870\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/12\/Pameran-Lukisan-Djoko-Pekik.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/12\/Pameran-Lukisan-Djoko-Pekik.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/12\/Pameran-Lukisan-Djoko-Pekik-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/12\/Pameran-Lukisan-Djoko-Pekik-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/12\/Pameran-Lukisan-Djoko-Pekik-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-83870\" class=\"wp-caption-text\">YAKSA AGUS berdiri di depan karya lukisannya berjudul &#8220;Selamat Tidur, Pak&#8221; menceritakan pertemuannya dengan Maestro Pelukis Djoko Pekik di makam Maestro Pelukis Affandi. (foto fornews.co\/dian wahyudi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Yaksa turut memamerkan lukisannya berjudul \u201cSelamat Tidur, Pak\u201d memotret Djoko Pekik dengan kesan jenaka.<\/p>\n<p>Lukisan itu bergambar Djoko Pekik yang sedang tidur-tiduran mengenakan kaos oblong dan bercelana pendek.<\/p>\n<p>Dalam lukisan itu Djoko Pekik nampak bersantai menyangga kepalanya dengan tangan kanan dan mengempit tangan kirinya yang masuk di antara kedua pahanya.<\/p>\n<p>Lukisan Djoko Pekik karya Yaksa Agus itu adalah peristiwa pada Peringatan 1000 hari wafatnya pelukis maestro Affandi pada 1993.<\/p>\n<p>Saat itu, kata Yaksa, Djoko Pekik melukis di makam Affandi dalam posisi tidur-tiduran.<\/p>\n<p>\u201cKetika Pak Pekik melukis Affandi tidur-tiduran di samping makam <em>almarhum<\/em>. Kemudian itu yang saya lukis hari ini posisi yang sama,\u201d katanya mengenang pertemuan dengan Djoko Pekik.<\/p>\n<p><strong>Baca: <a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/pelukis-buta-bulgaria-temukan-teknik-baru-dalam-seni-rupa\/\">Pelukis Buta Bulgaria Temukan Teknik Baru Dalam Seni Rupa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dialog perupa antargenerasi yang turun-temurun seperti dialami Yaksa tidak hanya membicarakan seni rupa. Bahkan tentang kejujuran, budaya dan berbagai pemikiran yang berkelindan.<\/p>\n<p>Bagi sebagian perupa, peristiwa Djoko Pekik di makam Affandi agaknya susah diterima. Padahal, ungkap Yaksa, maksud dari lukisan Djoko Pekik itu Affandi hanya tertidur.<\/p>\n<p>\u201cSama halnya dengan Pak Djoko Pekik hari ini. Dia hanya tertidur jasadnya,\u201d jelas perupa yang juga aktif menulis budaya tentang maksud karya lukisannya.<\/p>\n<p>Ditanya soal lukisannya oleh kontributor <strong><em>fornews.co<\/em><\/strong>, Dian Wahyudi, Yaksa menjawab bahwa jiwa dan semangat Djoko Pekik seperti halnya Affandi yang tetap hidup bersama para perupa Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cSaya bisa akrab dengan Pak Djoko Pekik dari peristiwa di peringatan 1000 harinya Affandi,\u201d ungkapnya. \u201cKontribusi mendiang Pak Pekik perlu kita catat dan kita hormati.\u201d<\/p>\n<p>Yaksa berseloroh kalau hanya sekadar <em>euphoria<\/em> peringatan 100 hari Djoko Pekik tentu tidak mendapatkan apa-apa.<\/p>\n<figure id=\"attachment_83871\" aria-describedby=\"caption-attachment-83871\" style=\"width: 1000px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-83871\" src=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/12\/Pameran-Lukisan-Djoko-Pekik-3.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"700\" srcset=\"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/12\/Pameran-Lukisan-Djoko-Pekik-3.jpg 1000w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/12\/Pameran-Lukisan-Djoko-Pekik-3-300x210.jpg 300w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/12\/Pameran-Lukisan-Djoko-Pekik-3-768x538.jpg 768w, https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/12\/Pameran-Lukisan-Djoko-Pekik-3-750x525.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-83871\" class=\"wp-caption-text\">PATUNG Celeng karya salah satu seniman dalam pameran Peringatan 100 hari Djoko Pekik di Bentara Budaya. (foto fornews.co\/dian wahyudi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ia berharap adanya pameran tersebut para perupa menjadi manusia berbudaya bukan justru berkesan mendompleng karya-karya dan popularitas Djoko Pekik.<\/p>\n<p>\u201cBukan hanya karya tapi juga pemikiran-pemikiran Djoko Pekik,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Djoko Pekik yang pernah fenomenal dengan lukisan \u201cBerburu Celeng\u201d tahun 1999 mewariskan karya monumental yang melintasi waktu.<\/p>\n<p>Peristiwa fenomenal itu lantas melahirkan konsistensi yang menggarap tema kerakyatan, kemanusiaan dan sosial politik sehingga Djoko Pekik dijuluki penggawa seni lukis tiga zaman.<\/p>\n<p><strong>Baca: <a href=\"https:\/\/fornews.co\/news\/pameran-patung-jssp-5-ruwat-gatra-rasa-redefining-form-and-space-sumbu-filosofi-yogya\/\">Pameran Patung JSSP #5, Ruwat Gatra Rasa: Redefining Form and Space Sumbu Filosofi Yogya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Mengapa mendapat julukan \u201cpunggawa seni lukis tiga zaman\u201d? Ini karena Djoko Pekik pernah mengalami masa Orde Lama kekuasaan Soekarno, reformasi dan pandemi.<\/p>\n<p>Pameran lukisan bertajuk <em>\u201cNguntapke Djoko Pekik\u201d<\/em> tanggal 23-28 November 2023 lalu dimaknai Yaksa melukis adalah bercerita.<\/p>\n<p>\u201cSaya lebih menangkap kejujuran dan sikap berbudaya yang perlu dicontoh dari Djoko Pekik. Bukan sekadar Pak Pekik populer atau kaya rayanya,\u201d kata Yaksa Agus.<\/p>\n<p>Meski sebenarnya pameran hanya diikuti oleh puluhan perupa yang melayat pada pemakan jenazah Djoko Pekik, namun, sebanyak 105 perupa melibatkan diri dalam pameran tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSebenarnya pameran ini diikuti mereka yang terlibat acara pelepasan jenazah waktu pemakaman pak Pekik. Seingat saya sekira 50-an perupa yang melayat ke Imogiri. Tapi, kemudian banyak ingin ikut pameran. Ya, panitia membuka siapa saja bisa ikut,\u201d beber Yaksa.<\/p>\n<p>Puluhan perupa yang melayat itu di antaranya Tulus Warsito, Godod, Pupuk, Nasirun, Hari Budiono, Budi Ubruk, Yaksa Agus, Yusa Dirgantara, Rifzika, Deden ketua SB hingga yang termuda Tantar Matano JR.<\/p>\n<p>Di rumah duka, sebelum acara pelepasan jenazah, para pelukis merespon dengan melukis bersama dari Jam 09.00 \u2013 13.00 WIB diiringi petikan gitar Ncik Sri Krisna.<\/p>\n<p>Ncik membawakan lagu \u201cLeng Ji Leng Beh\u201d yang terinspirasi dari karya Djoko Pekik dan \u201cKita Berteman Sudah Lama\u201d dari Romo Sindhunata bertepatan dengan peristiwa Reformasi 98.<\/p>\n<p>\u201cMengutip dari Romo Sindhu bahwa kematian tidak perlu diratapi,\u201d tandasnya. (<strong>dian wahyudi<\/strong>\/<strong>adam<\/strong>)<\/p>\n<p>Copyright \u00a9 Fornews.co 2023. All rights reserved.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jadilah Watu Kali, tetap tegar kuat tak mudah terbawa arus. Jadi Pelukis itu, harus berani jadi Jaran Balap (Kuda Pacu) jangan jadi jaran Gendheng atau Jaran Andong. (Djoko Pekik) YOGYA, fornews.co \u2013 Budaya dialog antarseniman lintas generasi di Yogyakarta terjadi hingga sekarang. Peringatan 100 hari Djoko Pekik di Bentara Budaya Yogyakarta pada Rabu lalu tanggal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":83872,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false,"spay_email":""},"categories":[641],"tags":[25955,25954,25953,25956],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2023\/12\/Pameran-Lukisan-Djoko-Pekik-4.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-lOJ","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83869"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83869"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83869\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83886,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83869\/revisions\/83886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}