
{"id":84834,"date":"2024-03-03T14:15:59","date_gmt":"2024-03-03T07:15:59","guid":{"rendered":"https:\/\/fornews.co\/news\/?p=84834"},"modified":"2024-03-03T18:42:25","modified_gmt":"2024-03-03T11:42:25","slug":"lsi-denny-ja-ungkap-tragedi-politik-elektoral-ganjar-pranowo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fornews.co\/news\/lsi-denny-ja-ungkap-tragedi-politik-elektoral-ganjar-pranowo\/","title":{"rendered":"LSI Denny JA Ungkap Tragedi Politik Elektoral Ganjar Pranowo"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, fornews.co \u2013<\/strong> Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kembali mengulik, mengapa calon presiden (capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo tak hanya kalah dalam Pilpres 2024, tapi nomor buncit, terpuruk hingga 16-17 persen saja?<\/p>\n<p>Bukankah pada medio Maret 2023, Ganjar paling top, paling tinggi tingkat elektabilitasnya, melampaui Prabowo Subianto?<\/p>\n<p>Ganjar Pranowo berbeda lagi kasusnya. Dia kalah karena melakukan satu <em>blunder<\/em> yang fatal sekali. Ganjar mengubah arah permainan di tengah pertarungan. Ibaratnya, Ganjar mengganti kuda di tengah lomba pacuan.<\/p>\n<p>Kisah Ganjar ini bisa dikatakan\u00a0 adalah kisah tragedi politik elektoral di pilpres 2024. Mengapa? Ganjar di awal di bulan Maret, April, Mei 2023 adalah Front Runner, calon yang paling mungkin menang di pilpres 2024.<\/p>\n<p>Pendiri LSI, Denny JA menyampaikan, dalam survei LSI Denny JA di bulan Maret- Juni 2023, Ganjar dan Prabowo hanya saling mengalahkan saja. Tiba- tiba Ganjar di bulan November 2023, terutama setelah Mahkamah Konstitusi (MK) membolehkan Gibran untuk menjadi wakil presiden, Ganjar menyerang Jokowi.<\/p>\n<p>Tak hanya Ganjar, kubu Ganjar juga menyerang Jokowi. Bahkan Megawati sendiri mengatakan: \u2018Orde Baru Lahir Kembali!\u2019<\/p>\n<p>\u201cItulah <em>blunder<\/em> besar yang terjadi dan direkam oleh aneka lembaga survei. Elektabilitas Ganjar yang tadinya tinggi sekali yakni 35 persen, terus berosot ke angka 27 persen, 25 persen, 21 persen, akhirnya di Febuari 2024, Ia hanya dapat 16 persen \u2013 17 persen saja,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Denny mengatakan, kekalahan Ganjar karena <em>blunder<\/em> yang terjadi di tengah permainan. Sedangkan kekalahan Anies karena disain strategi politiknya memang mustahil bisa menang. Mengapa Prabowo yang menang? Pada Prabowo, dia <em>\u2018riding the wave\u2019<\/em> mengasosiasikan diri dengan Jokowi.<\/p>\n<p>\u201cPusatnya ada di Jokowi yang kala pilpres 2024 sangalah populer, dengan tingkat kepuasan publik sekitar 75 persen \u2013 80 persen,\u201d kata dia.<\/p>\n<p>Disain kampanye Anies, ungkap Denny, mustahil menang karena mengambil isu perubahan, di saat presiden yang sedang berkuasa sangat populer. Mayoritas publik tak ingin perubahan, tapi keberlanjutan.<\/p>\n<p>Tragedi Ganjar, karena dia tadinya berasosiasi paling dekat dengan Jokowi, sama- sama dari PDIP, malah menyerang Jokowi. Sebaliknya, Prabowo yang menang karena berhasil mengambil secara eksklusif \u2018Jokowi\u2019 Effect\u2019 untuk dirinya sendiri.<\/p>\n<p>\u201cKebetulan memang saat itu saya berada dalam kubu Prabowo. Saya ikut merumuskan strateginya, walau tentu saja, strategi itu awalnya datang dari Prabowo sendiri,\u201d ungkap dia.<\/p>\n<p>Denny menjelaskan, bahwa insting Prabowo dalam berpolitik sangatlah tajam. Prabowo pernah mengikuti Pilpres ini lima kali ini berturut- turut. Jika kalah lagi, selesai sudah. Kondisi ini yang membuat semua potensi bawah sadarnya keluar.<\/p>\n<p>\u201cSaya datang dengan data untuk memperkuat pilihan politik Prabowo. Saya katakanan ke Prabowo, Pak, untuk menang, teruslah terasosiasi dengan Jokowi. Suka tak suka, Jokowi sedang sangat populer. Data survei mendukung pilihan ini,\u201d jelas dia.<\/p>\n<p>Tapi waktu itu, terang Denny, pada bulan maret sampai juni 2023, sampai September sampai Oktober 2023, porsi Jokowi\u2019s Effect ini terbagi antara Prabowo dan Ganjar.<\/p>\n<p>Maka strategi yang jitu, kita bikin pelan-pelan pendukung Jokowi keluar dari Ganjar. Pendukung Jokowi perlahan tapi pasti harus terpisahkan dari Ganjar. Ini agar Jokowi\u2019s effect bisa tercurahkan jauh lebih banyak ke Prabowo.<\/p>\n<p>\u201cSetiap dua minggu, LSI Denny JA melakukan survei nasional untuk merekam perkembangan elektabilitas. Pemilih yang puas pada Jokowi berkisar 75 persen -80 persen. Di bulan Maret- Juni 2023, hanya 25 persen saja dari yang puas pada Jokowi ini lari ke Prabowo. Tapi pelan-pelan di bulan Februari 2024, sudah menanjak 60% dari yang puas pada Jokowi pergi ke Prabowo,\u201d terang dia.<\/p>\n<p>Mengapa? <em>Blunder<\/em> serangan kubu Ganjar kepada Jokowi justru mempercepat dan memperbanyak eksodus, migrasi pemilih Jokowi dari Ganjar pindah ke Prabowo.<\/p>\n<p>itulah variabel utama yang menjelaskan mengapa Prabowo menang?\u00a0 Mengapa Anies kalah? Mengapa Ganjar kalah? Tentu banyak variabel lain yang juga berkerja. Namun variabel utama itu yang dominan dan sederhana untuk dipahami.<\/p>\n<p>\u201cKembali kita teringat Bobby Fisher, seorang pecatur terhebat sepanjang sejarah soal strategi. Saya kemas kutipan Fisher itu untuk marketing politik. Jika strategi makronya salah, maka semua detail langkah lainnya, walaupun bagus, tapi jika ia ada dalam strategi makro yang salah, maka ujungnya hanyalah kekalahan,\u201d tandas dia.<\/p>\n<p>Pilpres 2024 akan dikenang salah satunya sebagai contoh terjadinya Tragedi Politik Elektoral yang menimpa Ganjar Pranowo. (aha)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, fornews.co \u2013 Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kembali mengulik, mengapa calon presiden (capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo tak hanya kalah dalam Pilpres 2024, tapi nomor buncit, terpuruk hingga 16-17 persen saja? Bukankah pada medio Maret 2023, Ganjar paling top, paling tinggi tingkat elektabilitasnya, melampaui Prabowo Subianto? Ganjar Pranowo berbeda lagi kasusnya. Dia kalah karena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":84835,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":""},"categories":[6],"tags":[16724,26209,26210,22727,10035],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/fornews.co\/news\/inline\/2024\/03\/gambar-LSI-Denny-JA.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/p8t7XB-m4i","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84834"}],"collection":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84834"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84834\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84836,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84834\/revisions\/84836"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84834"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84834"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fornews.co\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84834"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}